BerandaSportSoccerAndai Ralf Rangnick Bertahan...

Andai Ralf Rangnick Bertahan di Manchester United: Seperti Apa Wajah Setan Merah Saat Ini?

TIGA TAHUN LALU, Ralf Rangnick sempat memberikan peringatan keras saat menjabat sebagai manajer interim Manchester United.

Ia menyebut klub membutuhkan “operasi jantung terbuka” untuk kembali berjaya. Kini, setelah kepergiannya, pernyataan itu terasa semakin relevan.

Manchester United baru saja menuntaskan salah satu musim terburuk dalam sejarah mereka—terpuruk di peringkat ke-15 Premier League dan kalah di final Liga Europa dari Tottenham Hotspur.

Pelatih baru Ruben Amorim menghadapi tantangan besar untuk membangun ulang identitas tim, menyingkirkan pemain yang merusak budaya klub, dan merekrut wajah-wajah segar sesuai filosofi permainannya.

Namun, pernahkah Anda membayangkan bagaimana Manchester United jika Rangnick tetap bertahan dan diberi kewenangan penuh membangun tim?

pul 340
Ralf Rangnick (kleinezeitung.at)

Lini Belakang: Kombinasi Lama dan Calon Bintang

Formasi 4-2-3-1 favorit Rangnick kemungkinan tetap menjadi andalan. Di bawah mistar, David de Gea tetap dipercaya meski sebelumnya sempat ada dilema antara dirinya dan Dean Henderson.

Rangnick akhirnya memilih De Gea, yang kemudian memenangkan penghargaan Golden Glove di musim berikutnya. Jika Rangnick bertahan, besar kemungkinan ia tetap setia pada kiper veteran tersebut, meski gaji sang pemain tergolong tinggi.

Baca Juga :   Margono, Pengganti Aep Berlian, Targetkan Bina Mutiara RMD Pertahankan Gelar Liga Jakarta U-17 2026

Di posisi bek sayap, Diogo Dalot dan Luke Shaw menjadi pilihan utama. Rangnick lebih menyukai Dalot karena kemampuan olah bolanya yang lebih baik dibanding Aaron Wan-Bissaka.

Sementara Shaw, jika bisa menjaga kebugaran, tetap menjadi andalan di sisi kiri. Rangnick bahkan disebut berpotensi memboyong Noussair Mazraoui untuk memperkuat lini ini.

pul 46
Andai Ralf Rangnick Bertahan di Manchester United: Seperti Apa Wajah Setan Merah Saat Ini?

Di jantung pertahanan, kombinasi menarik bisa terbentuk. Leny Yoro, bek muda yang kini digadang-gadang sebagai calon bintang, mungkin tidak masuk radar United saat itu.

Namun, mengingat koneksi Rangnick dengan jaringan Red Bull yang gemar merekrut pemain muda potensial, Yoro bisa saja direkrut.

Ia akan berduet dengan Josko Gvardiol—bek yang pernah direkomendasikan Rangnick ke manajemen United, tapi kini justru bersinar di Manchester City.

Lini Tengah: Kekuatan Tekanan Tinggi

Rangnick dikenal sebagai penemu konsep gegenpressing, dan ia tentu akan membangun lini tengah yang cocok dengan gaya tersebut. Casemiro? Tidak. Rangnick pernah secara terbuka menyatakan tak akan menyetujui transfer sang gelandang veteran asal Brasil.

Baca Juga :   KONI Allstar Indonesia U-15 Petik Pelajaran Berharga dari Lawannya Dewa United U16

Sebagai gantinya, ia diyakini akan membangun poros tengah dengan Konrad Laimer—pemain yang kini diasuhnya di timnas Austria—dan Enzo Fernandez, gelandang Argentina yang dipujinya sebelum bergabung dengan Chelsea. Keduanya bisa memberikan energi dan mobilitas di tengah lapangan.

pul 53
Enzo Fernandez (thepeoplesperson.com)

Bruno Fernandes tetap menjadi roh serangan di posisi nomor 10. Di bawah asuhan Rangnick, Fernandes tampil dalam 26 laga, mencetak lima gol dan memberikan lima assist. Perannya yang krusial membuatnya hampir mustahil digeser dari starting XI.

Lini Depan: Andai Haaland dan Alvarez Berseragam Merah

Salah satu skenario paling menggiurkan adalah di lini serang. Rangnick pernah menyarankan Manchester United untuk merekrut Erling Haaland dan Julian Alvarez sebelum mereka direbut oleh Manchester City. Jika saran itu diikuti, lini depan United bisa menjadi mimpi buruk bagi lawan.

Julian Alvarez, yang sempat dibeli murah oleh City sebelum akhirnya dilepas ke Atletico Madrid, sangat cocok dengan skema Rangnick. Haaland, striker tajam asal Norwegia, juga sangat diidamkan Rangnick sebagai ujung tombak ideal.

Baca Juga :   Kemenangan Besar Persija, Mauricio Souza Angkat Bicara
pul 47
Julian Alvarez (givemesport.com)

Di sayap kiri, Marcus Rashford kemungkinan tetap dipertahankan. Rangnick pernah memuji potensi Rashford sebagai penyerang kelas dunia—baik bermain di tengah maupun menusuk dari sisi sayap.

Dukungan ini mungkin membuat Rashford bertahan lebih lama di tim utama, berbeda dengan situasi tidak menentu yang ia hadapi saat ini.

Alejandro Garnacho juga sempat dipuji oleh Rangnick, tetapi dengan banyaknya pemain bintang di lini depan, pemain muda asal Argentina ini kemungkinan masih menunggu giliran untuk tampil reguler.

Kesimpulan: Andai Saja Rangnick Dipercaya Lebih Lama

Bayangkan sebuah Manchester United yang dibentuk berdasarkan visi jangka panjang Ralf Rangnick: kombinasi pemain muda potensial, gaya bermain energik, dan pendekatan transfer yang cerdas. Mungkin, Setan Merah tidak akan berada dalam situasi terpuruk seperti sekarang.

Namun sejarah mencatat sebaliknya. Dan sekarang, giliran Ruben Amorim untuk membuktikan bahwa masa depan Manchester United masih bisa diselamatkan—meski dengan jalur yang sangat berbeda.

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Analisis Tiga Kunci: Mengukur Kesiapan Aceh, Papua dan Maluku Lewat Kesejahteraan, Stabilitas dan Tata Kelola

OLEH: Tommy R. Arief WACANA tentang ketimpangan pembangunan di wilayah timur dan...

Joseph Erwiyantoro Soal Shin Tae-yong Menilai Indonesia Tak Pernah Kekurangan Pemain Sepakbola Berbakat

TERMINALNEWS.ID, JAKARTA – Mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, menilai Indonesia...

Patrick Vieira Akui Steven Gerrard Lebih Hebat dari Dirinya

TERMINALNEWS.ID, LONDON - Mantan gelandang Arsenal, Patrick Vieira, secara terbuka mengakui...

Sumpah Pemuda ke-98, KAJ Ajak OMK Teladani Kepemimpinan Empat Paus

TERMINALNEWS.ID, JAKARTA – Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 menjadi momentum bagi...

- A word from our sponsors -