BANYUWANGI, TERMINALNEWS.ID – Kabupaten Banyuwangi semakin mengukuhkan posisinya sebagai percontohan nasional dalam kolaborasi multipihak untuk pengelolaan sampah, terutama di sektor pariwisata.
Melalui pelaksanaan Gerakan Wisata Bersih (GWB), Banyuwangi tidak hanya menjadi lokasi kegiatan, tetapi juga menjadi living example transformasi sosial dan ekologis di destinasi wisata.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyambut baik pelaksanaan GWB yang digagas oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Ia menegaskan bahwa kesadaran akan kebersihan lingkungan telah tumbuh dari masyarakat sendiri dan menjadi gerakan bersama di Banyuwangi.
“Di Banyuwangi, kesadaran lingkungan tumbuh dari bawah. Gerakan Wisata Bersih memperkuat semangat kami karena melibatkan berbagai pihak yang peduli, sehingga pariwisata bisa berkembang tanpa mengorbankan keseimbangan ekologis,” ujar Ipuk, Jumat (21/6).
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Evy Afianasari, turut mengapresiasi model kolaboratif yang diterapkan Banyuwangi.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, masyarakat, dan sektor swasta menjadi kunci keberhasilan pariwisata berkelanjutan di Jawa Timur.
“Banyuwangi adalah contoh nyata bagaimana kolaborasi lintas sektor bisa menghasilkan dampak positif yang luas. Ini bentuk kesinambungan gerakan bersama untuk memperkuat ekosistem pariwisata hijau di Jawa Timur,” ungkap Evy.
Pertamina dan Atourin Dukung Gerakan Wisata Bersih
PT Pertamina Patra Niaga melalui Integrated Terminal Tanjungwangi turut berkontribusi dalam kegiatan ini dengan menyediakan fasilitas pendukung seperti tempat sampah terpilah dan peralatan kebersihan.

Pjs. Integrated Terminal Manager, Fajar Nursyamsi, menyatakan bahwa komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan diwujudkan melalui dukungan nyata terhadap inisiatif lingkungan di destinasi wisata.
“Pariwisata berkelanjutan hanya mungkin tercapai jika kebersihan dan kepedulian lingkungan menjadi prioritas. Kami bangga bisa mendukung Gerakan Wisata Bersih di Banyuwangi,” ujar Fajar.
Sementara itu, CEO Atourin, Benarivo Triadi Putra, menilai GWB sebagai momen penting yang menyatukan teknologi, edukasi, dan aksi langsung. Atourin sendiri mengembangkan program Gerakan Arti Moment, yang menggabungkan edukasi lingkungan dengan pengalaman wisata bermakna.
“Kami ingin mendorong wisatawan untuk tidak hanya berkunjung, tapi juga berkontribusi terhadap kelestarian lingkungan,” jelas Benarivo.
Edukasi 3R dan Kampanye Sapta Pesona
Selain aksi bersih-bersih, kegiatan GWB juga menghadirkan edukasi pengelolaan sampah berbasis prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) serta kampanye Sapta Pesona untuk membentuk perilaku sadar wisata di tengah masyarakat.

Acara ini turut dihadiri oleh Bupati Banyuwangi, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur, Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jatim, jajaran Forkopimda Banyuwangi, anggota DPRD, serta perwakilan Kantor Staf Presiden dan Kementerian Sekretariat Negara.
Kolaborasi ini juga melibatkan mitra swasta seperti PT Pertamina Patra Niaga dan Atourin, yang mempertegas pentingnya peran multipihak dalam menjaga masa depan pariwisata Indonesia yang ramah lingkungan.

