JAKARTA, TERMINALNEWS.ID – Tim Panahan Indonesia menunjukkan prestasi membanggakan pada ajang Piala Asia 2025 yang digelar di Stadion Bukit Gombang, Singapura, Jumat (21/6/2025). Dari kejuaraan bergengsi tersebut, Indonesia berhasil membawa pulang dua medali emas, satu perak, dan dua perunggu.
Kemenangan ini menjadi bukti konsistensi dan peningkatan performa atlet panahan nasional dalam persaingan tingkat Asia. Dua emas diraih dari nomor Recurve Mixed Team (campuran beregu) dan Recurve Putri Beregu, menunjukkan dominasi Indonesia di nomor recurve yang menjadi cabang utama di Olimpiade.
Emas dari Beregu Campuran dan Beregu Putri
Medali emas pertama Indonesia dipersembahkan oleh pasangan Ayu Mareta Dyasari dan Arif Pangestu di nomor Recurve Mixed Team. Mereka tampil dominan di partai final melawan India dan menang telak dengan skor 6-0.
Tak lama berselang, emas kedua hadir dari tim Recurve Putri Beregu yang diperkuat Diananda Choirunisa, Rezza Octavia, dan Ayu Mareta Dyasari. Ketiga atlet tampil solid dan mampu mengalahkan tim tangguh dari Tiongkok dengan skor meyakinkan 6-2.
Kemenangan ini menjadi penegas posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan besar di panahan Asia, khususnya di sektor beregu putri dan campuran.
Perak dari Laga Sengit Melawan Cina
Peluang emas ketiga sebenarnya terbuka lebar ketika Diananda Choirunisa berlaga di nomor Recurve Putri Perorangan. Sempat unggul di awal pertandingan, Diananda akhirnya harus mengakui keunggulan atlet Tiongkok, Menting Yu, yang bangkit di set kelima dan menutup laga dengan skor akhir yang mengantar Yu pada kemenangan.
Meski kalah tipis, penampilan Diananda tetap mengesankan dan berhasil menyumbangkan medali perak untuk kontingen Indonesia.
Dua Perunggu dari Nomor Compound
Selain unggul di nomor recurve, Indonesia juga menunjukkan kekuatan di nomor compound. Yurike Nina Bonita Pereira berhasil meraih medali perunggu di nomor Compound Putri Perorangan setelah menundukkan wakil Malaysia, Fatin Nurfatehah Mat Saleh, dalam pertandingan perebutan tempat ketiga.
Satu lagi medali perunggu datang dari nomor Compound Mixed Team (campuran beregu) yang diperkuat oleh Nurisa Dian Ashrifah dan Prima Wisnu Wardhana. Duet ini menunjukkan kemampuan terbaik mereka dan mengalahkan lawan-lawan tangguh di babak perebutan peringkat ketiga.
Apresiasi dari Ketua Umum KONI
Keberhasilan kontingen panahan Indonesia ini mendapat apresiasi tinggi dari Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Letjen TNI Purn. Marciano Norman. Ia menyampaikan rasa bangga dan ucapan selamat kepada para atlet, pelatih, dan Pengurus Besar Persatuan Panahan Indonesia (PB Perpani) yang dipimpin oleh Mohammad Arsjad Rasjid Prabu Mangkuningrat.
“Atas prestasi membanggakan pada Piala Asia 2025 di Singapura, saya menyampaikan selamat dan apresiasi kepada para atlet, pelatih, dan PB Perpani,” ujar Marciano.
Ia menekankan bahwa keberhasilan ini harus menjadi motivasi untuk evaluasi dan latihan lebih keras ke depan. Menurutnya, peningkatan kualitas melalui penerapan sport science menjadi hal yang penting dalam persiapan menuju kompetisi internasional berikutnya.
“Prestasi ini harus memecut kita untuk lebih semangat, lebih baik dalam evaluasi dan lebih keras lagi dalam berlatih, di samping meningkatkan kualitas penerapan sport science,” katanya.
Marciano juga optimistis dengan peluang Indonesia di ajang SEA Games dan bahkan Olimpiade mendatang.
“Saya yakin, pada SEA Games mendatang, tim panahan Indonesia mampu menjadi juara umum. Dan satu hari, tim yang mendapatkan medali pada Piala Asia kali ini pasti mampu mempersembahkan medali pada Olimpiade yang akan datang,” pungkasnya dari Merauke.
Harapan Menuju Event Internasional
Raihan lima medali ini semakin memperkuat kepercayaan diri Indonesia dalam menghadapi agenda olahraga internasional berikutnya, termasuk SEA Games dan Olimpiade. Dengan konsistensi prestasi dan dukungan pembinaan yang berkelanjutan, tim panahan nasional diharapkan mampu mempertahankan dan bahkan melampaui pencapaian saat ini.
Piala Asia 2025 menjadi tolok ukur penting bagi kualitas pembinaan atlet panahan di tanah air. Ke depan, perhatian pada peningkatan fasilitas, pelatihan berstandar internasional, dan peran sport science akan menjadi kunci untuk meraih prestasi yang lebih tinggi di panggung dunia.

