JAKARTA, TERMINALNEWS.ID – Mayor Arh Dr. Djoko Purwoko, S.E., S.H., M.H., M.Han., memberikan pernyataan resmi menyusul klarifikasi dari manajemen klub Malang United terkait isu rasisme yang menimpa pemain asal Papua.
Dalam pernyataan yang dirilis pada Selasa, 6 Mei 2025, Djoko menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki afiliasi struktural dengan klub manapun dan pernyataannya sebelumnya murni disampaikan sebagai bentuk kepedulian pribadi.
“Saya menghormati sepenuhnya pernyataan resmi dari manajemen Malang United. Saya juga tidak memiliki kepentingan pribadi atau jabatan struktural di klub tersebut sejak beberapa waktu lalu, sehingga apa yang saya sampaikan sebelumnya adalah murni bentuk kepedulian saya sebagai warga negara, prajurit TNI AD, dan pemerhati sepak bola yang cinta akan persatuan bangsa,” tegas Djoko.
Djoko juga menyatakan bahwa dirinya tidak mewakili institusi manapun dalam menyuarakan keresahan terhadap dugaan tindakan rasisme yang terjadi di dunia sepak bola nasional.
Ia menekankan bahwa rasisme adalah musuh bersama yang harus dilawan oleh seluruh elemen bangsa, termasuk klub-klub sepak bola besar seperti Persib Bandung dan Malang United.
“Saya tidak pernah berniat mewakili institusi manapun, melainkan hanya menyuarakan kegelisahan pribadi terhadap kasus rasisme yang menimpa pemain asal Papua. Rasisme adalah musuh bersama bangsa ini, dan saya percaya semua klub — termasuk Persib dan Malang United — juga memiliki komitmen yang sama dalam menolaknya,” lanjutnya.
Dalam pernyataannya, Djoko turut menekankan pentingnya menjadikan sepak bola sebagai ruang yang aman dan inklusif bagi semua pihak tanpa memandang asal-usul, suku, atau latar belakang. Ia pun membuka diri untuk berdialog demi menjaga harmoni antar-klub dan suporter.
“Sepak bola harus menjadi ruang aman bagi siapa pun — tanpa memandang asal, suku, atau latar belakang. Jika ada hal yang perlu saya luruskan demi menjaga keharmonisan antar klub dan suporter, saya terbuka untuk berdialog secara baik,” ujarnya.
Menutup pernyataan, Djoko mengapresiasi klarifikasi yang disampaikan Malang United dan menyampaikan harapannya agar dunia sepak bola Indonesia terus menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas, toleransi, dan fair play.
“Terima kasih kepada Malang United atas klarifikasinya yang elegan, dan kepada seluruh insan sepak bola yang terus menjaga semangat fair play, toleransi, dan sportivitas. Kita semua bagian dari keluarga besar sepak bola Indonesia,” tutup Djoko.
Pernyataan ini sekaligus menjadi upaya menjaga kondusivitas suasana kompetisi dan meredam potensi gesekan yang bisa muncul akibat kesalahpahaman di tengah publik sepak bola nasional.

