ISTANBUL, TERMINALNEWS.ID – Ole Gunnar Solskjaer kembali mencuri perhatian dunia sepak bola setelah membawa Besiktas meraih kemenangan tipis 1-0 atas tim asuhan Jose Mourinho.
Laga ini mempertemukan dua mantan pelatih Manchester United dalam duel penuh gengsi di ajang Liga Super Turki.
Gol tunggal Gedson Fernandes memastikan kemenangan Besiktas di kandang lawan, sekaligus menambah catatan kemenangan Solskjaer menjadi tujuh dari 13 pertandingan liga sejak ia mengambil alih kursi pelatih pada Januari 2025.
Pelatih asal Norwegia itu menggantikan Giovanni van Bronckhorst dan langsung membawa perubahan signifikan. Saat tiba, Besiktas berada di posisi keenam klasemen.

Kini mereka menempati posisi keempat, hanya terpaut tiga poin dari peringkat ketiga Samsunspor dan masih menyimpan satu pertandingan tunda.
Kemenangan atas tim Mourinho bukanlah satu-satunya hasil mengejutkan dari Solskjaer. Sebelumnya, ia juga sukses menumbangkan Galatasaray 2-1 pada Maret lalu—kemenangan yang memberi kekalahan pertama bagi pemuncak klasemen tersebut musim ini.
Dengan dua kemenangan derby atas Fenerbahce dan Galatasaray, Solskjaer memperkuat reputasinya sebagai pelatih spesialis laga besar.
Meski tak berbicara langsung dengan Mourinho sejak menjadi pelatih Besiktas, keduanya sempat bertemu di lorong stadion sebelum pertandingan, sebagaimana dilaporkan BBC Sport.

Performa Solskjaer di Turki membuat banyak pihak mengubah pandangan terhadap kemampuannya.
Seorang penggemar menyebutnya sebagai “manajer elite”, menyoroti kemenangan atas dua raksasa Istanbul dan keberhasilannya menghentikan laju tak terkalahkan Galatasaray.
Jurnalis sepak bola Andy Mitten dari United We Stand menyebut kemenangan atas Fenerbahce sebagai pencapaian luar biasa.
Bahkan, beberapa fans Manchester United mengungkit kembali rekor Solskjaer saat mengalahkan Pep Guardiola empat kali dalam sembilan pertemuan ketika melatih Setan Merah.

Mantan rekan setim Solskjaer, Gary Neville, juga pernah menyebut tim yang diasuh Solskjaer di musim 2020/21 lebih siap menjadi juara dibanding era Mourinho.
Ia menilai suasana ruang ganti dan semangat tim jauh lebih baik saat itu.
Kini, Manchester United justru sedang mengalami masa sulit. Pelatih mereka saat ini, Ruben Amorim, belum mampu mengangkat performa tim yang masih tertahan di papan bawah klasemen Premier League.
Sejak kepergian Solskjaer pada 2021, United telah menunjuk dua pelatih tetap, namun hasilnya belum memuaskan.
Perbandingan antara Solskjaer dan Mourinho selama melatih MU juga terus menjadi bahan diskusi. Berikut data statistik keduanya:
| Statistik | Solskjaer | Mourinho |
|---|---|---|
| Jumlah Laga | 168 | 144 |
| Menang | 92 | 84 |
| Seri | 35 | 31 |
| Kalah | 41 | 29 |
| Gol Dicetak | 323 | 251 |
| Gol Kebobolan | 198 | 129 |
| Posisi Tertinggi (PL) | 2 (74 poin) | 2 (81 poin) |
| Trofi Diraih | – | Liga Europa, Piala Liga |
Mourinho memang berhasil mempersembahkan trofi Liga Europa dan Piala Liga bagi MU pada 2017.
Namun, Solskjaer dianggap mampu mengangkat moral tim dan hampir meraih gelar Eropa sebelum kalah adu penalti dari Villarreal di final Liga Europa 2021.
Kini, Solskjaer tengah membuktikan diri di Turki, sementara Mourinho dan Amorim harus bekerja keras mengembalikan reputasi mereka masing-masing.


