BerandaSportIBL Koreksi Hasil Laga...

IBL Koreksi Hasil Laga Pacific vs Borneo Usai Protes Resmi Terkait Game-Clock

JAKARTA, TERMINALNEWS.ID – Indonesian Basketball League (IBL) akhirnya mengeluarkan keputusan resmi terkait laga dramatis antara Pacific Caesar Surabaya melawan Borneo Hornbills di GOR Pacific Surabaya, Jumat malam, 11 April 2025.

Keputusan ini diambil menyusul protes resmi dari Pacific terkait dugaan kesalahan teknis dalam penghitungan waktu (game-clock) pada detik-detik terakhir pertandingan.

Pertandingan yang berlangsung ketat tersebut memicu polemik ketika di kuarter keempat, pada sisa waktu 2 detik, Xavier Ford dari Pacific menerima bola dan melakukan tembakan dua angka yang gagal masuk.

Namun, kejanggalan terjadi karena game-clock tidak langsung berjalan saat bola di-inbound, melainkan baru bergerak ketika bola menyentuh ring. Hal ini mengindikasikan adanya keterlambatan teknis dalam sistem pengatur waktu.

Situasi tersebut dimanfaatkan Borneo Hornbills yang langsung merebut rebound melalui Steven Orlando dan mencetak poin dari tembakan jarak dekat, membalikkan keunggulan menjadi 97-96 untuk Borneo. Namun, hal inilah yang kemudian diprotes keras oleh Pacific.

Menurut laporan dari pengawas pertandingan, referee assessor, dan perangkat panitia pelaksana, diketahui bahwa petugas meja sempat menekan alat pemicu waktu namun sistem baru merespons setelah tiga kali tekanan.

Baca Juga :   Borneo Hornbill Datangkan Jamarr Andre Johnson Hadapi IBL 2024

Sementara wasit hanya menggunakan Instant Replay System (IRS) untuk meninjau apakah tembakan terjadi sebelum atau sesudah buzzer, dan menetapkan sisa waktu 0,3 detik.

Lemparan terakhir Pacific setelah itu tidak berhasil, dan pertandingan dinyatakan berakhir dengan kemenangan Borneo.

Namun, Pacific Caesar secara resmi melayangkan protes sesuai Pasal 19 Peraturan Pelaksanaan IBL versi 09 Tahun 2024.

Protes dinilai sah karena masuk dalam kategori “An Error in Timekeeping” sesuai FIBA Rules 2024 Appendix C Pasal C.1.a. dan Pasal 44.2 tentang correctable error.

Menanggapi protes tersebut, IBL melakukan investigasi menyeluruh. Tim Perangkat Pertandingan menelaah dokumentasi visual, laporan pengawas, dan keterangan dari Crew Chief.

Berdasarkan hasil pendalaman, disimpulkan bahwa saat bola menyentuh ring, waktu pertandingan seharusnya telah habis, sehingga poin dari Steven Orlando tidak sah.

Pada Sabtu malam, 12 April, IBL memanggil kedua tim untuk menyampaikan hasil keputusan. Hasilnya, skor akhir resmi dikoreksi menjadi kemenangan untuk Pacific Caesar Surabaya dengan skor 96-95.

Baca Juga :   Persija vs Persebaya Berakhir Imbang 1-1, Duel Panas Sarat Cedera dan Drama di GBK

Keputusan ini diumumkan oleh Ketua Perangkat Pertandingan, R. Harja Jaladri, dan telah disahkan sesuai prosedur IBL serta FIBA.

Namun, Borneo Hornbills kemudian mengajukan banding atas keputusan tersebut. Mereka mengklaim bahwa sisa waktu pada sequence akhir seharusnya 3,4 detik, bukan 2,0 detik, sebagaimana tercantum di papan skor.

Bukti berupa rekaman grafis pertandingan disertakan dalam banding tersebut.

Proses penelaahan lanjutan dilakukan pada 13 April. Diketahui bahwa saat inbound Borneo pada detik 11,05, bola dimainkan hingga terjadi out of bounds dan wasit meniup peluit di waktu 2,21 detik.

Namun, pada sequence tembakan terakhir, Steven Orlando menerima bola di 2,56 detik dan melepaskan tembakan pada 2,65 detik. Dengan perhitungan ini, IBL menyatakan bahwa keberatan Borneo tidak terbukti dan keputusan awal tetap berlaku.

Direktur Utama IBL, Junas Miradiarsyah, menegaskan bahwa pihaknya telah meninjau peristiwa tersebut secara menyeluruh dengan mempertimbangkan seluruh bukti, laporan, serta regulasi IBL dan FIBA yang berlaku.

Baca Juga :   Garudayaksa FC Pesta Gol di Kandang Sriwijaya FC

Ia menambahkan bahwa kasus ini menjadi pelajaran penting bagi seluruh perangkat pertandingan.

“Kami sudah mereview kejadian ini dengan seksama dan membandingkannya dengan peraturan. Kejadian seperti ini menekankan pentingnya keakuratan serta ketegasan seluruh pihak dalam mengontrol jalannya pertandingan,” ujar Junas.

IBL juga menegaskan bahwa peristiwa ini berbeda dengan insiden-insiden sebelumnya yang tidak dapat dikoreksi secara regulasi.

Misalnya, saat Borneo menang atas Tangerang Hawks atau insiden Hangtuah melawan Pacific pada 2024 yang terjadi akibat kelalaian wasit.

Berdasarkan Pasal 19 ayat 1 dan 4 Peraturan IBL serta FIBA Appendix C.4, IBL berwenang mengubah hasil pertandingan apabila terdapat bukti kuat bahwa kesalahan teknis berdampak langsung terhadap hasil akhir.

Dalam kasus ini, error pada game-clock dikategorikan sebagai correctable error, sehingga koreksi skor sah dilakukan.

Junas menambahkan, ke depan IBL akan meningkatkan sistem dan pelatihan kepada petugas meja, wasit, dan pengawas agar kesalahan teknis serupa tidak kembali terulang.

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Manajemen Garudayaksa FC Kupas Tuntas Proses Menuju Super League

JAKARTA, TERMINALNEWS.ID — Manajemen Garudayaksa FC menggelar konferensi pers usai memastikan...

Drama Penalti dan Balas Dendam! Dua Juara Baru Lahir di MLSC Bekasi Seri 2 2026

JAKARTA, TERMINALNEWS.ID — Turnamen MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Bekasi Seri 2...

Widodo: Garudayaksa Tak Hanya Promosi, Bidik Juara

JAKARTA, TERMINALNEWS.ID — Pelatih Widodo Cahyono Putro mengungkapkan rasa syukur setelah...

MilkLife Archery Challenge 2026 Dorong Regenerasi Atlet Panahan

JAKARTA, TERMINALNEWS.ID — Ajang MilkLife Archery Challenge 2026 Seri 1 sukses...

- A word from our sponsors -

spot_img