Pebulutangkis tunggal putra Indonesia Jonatan Christie mengejar target ganda di Daihatsu Indonesia Masters 2024. Jonatan Christie ingin mempertahankan gelar juara di ajang Daihatsu Indonesia Masters 2024, sekaligus meraih point maksimal guna menambah perbendaharaan point untuk tiket Olympiade Paris 2024.
Pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie merupakan salah satu pemain yang berhasil merebut juara di Daihatsu Indonesia Masters 2023. Jonatan Christie sukses merebut juara tunggal putra setelah di final mengalahkan rekan senegaranya Chico Aura Dwi Wardoyo dalam All Indonesian Final Man Single. Jonatan Christie dengan gemilang berhasil keluar sebagai juara usai meraih kemenangan telak atas Chico lewat dua gim langsung 21-15, 21-13.
Satu gelar lainnya diraih pasangan ganda putra Indonesia Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin. Leo/Daniel berhasil keluar sebagai juara nomor ganda putra setelah mengalahkan pasangan China dalam duel sengit yang berakhir dengan skor 21-17, 21-16 di partai terakhir final Daihatsu Indonesia Masters 2023. Sementara tiga gelar lainnya direbut para pebulutangkis dari luar negeri.
Berbekal sukses tersebut Jojo, panggilan akrab pebulutangkis Jonatan Christie tersebut ingin mempertahankan gelar juara yang diraihnya Januari lalu pada gelaran Daihatsu Indonesia Masters 2024 yang akan digelar mulai tanggal 23 Januari hingga 28 Januari 2024.

“Tahun ini kan awal tahun Jojo kebetulan juara juga khan, jadi yang pertama pastinya pengen mempertahankan gelar juara juga. Terus yang kedua yang pasti adalah pointnya akan masuk ke Olympiade karena point yang awal tahun ini kan belum masuk ya. Jadi memang ada dua target yaitu mempertahankan gelar dan pengen meraih hasil yang maksimal dari pointnya itu untuk Olympiade,” kata Jojo.
Target utama Jonatan Christie di tahun 2024 adalah lolos secara otomatis ke Olympiade Paris. Karena itu dirinya akan mempersiapkan diri lebih baik lagi agar bisa meningkatkan pencapaian prestasinya di tahun 2023. Jojo mengaku dirinya sudah menunjukkan kemajuan dengan meraih 3 gelar juara. Hal ini lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya bisa membawa pulang satu atau dua gelar saja dalam setahun.

“Sejauh ini adalah tahun yang cukup baik buat saya karena bisa meraih 3 gelar dalam satu tahun karena sebelumnya mungkin hanya satu dua saja, dan untuk saya pribadi saya cukup merasa senang juga tapi pastinya nggak merasa puas juga karena kedepan masih ada target baru lagi dan yang paling dekat bulan depan ada World Tour Final,” tambah Jojo.
Menurut Jojo, persaingan antara pemain di sektor tunggal putra saat ini semakin merata. Hal ini terlihat dari hasil yang dicapai dirinya selama mengikuti BWF world tour. Kini setiap pemain bisa saling mengalahkan tergantung kepada kesiapan masing masing pemain saat tampil. Bagi pemain yang turun dengan kondisi prima, maka berpeluang besar untuk memenangkan pertandingan.
“Kayaknya sekarang sudah rata ya dari tunggal putra sendiri siapapun bisa menang, siapapun bisa kalah, dan setiap kesempatan setiap hari punya peluang masing masing jadi mungkin lebih di prepare pas satu pertandingan demi satu pertandingan karena sekarang pertandingan cukup banyak itu cukup menguras tenaga juga. Tidak hanya menguras tenaga tapi pikiran juga. Segala otot otot yang kita pakai kan pasti bisa bermasalah juga jadi banyak hal yang kemungkinanbisa terjadi. Jadi balik lagi mungkin preparation di satu pertandingan itu yang paling penting,” tegas Jojo.

