BerandaNewsNasionalFerry Juliantono: Koperasi Jadi...

Ferry Juliantono: Koperasi Jadi Aktor Utama Transformasi Ekonomi Konstitusi

TEREMINALNEWS.ID, JAKARTA — Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto secara konsisten menegaskan komitmennya untuk mengembalikan arah perekonomian nasional ke ekonomi konstitusi yang berlandaskan Pasal 33 UUD 1945 dan Pancasila.

Dalam tatanan baru ini, koperasi ditargetkan menjadi pilar dan agensi utama pembangunan ekonomi rakyat.

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menyatakan bahwa transformasi dan perubahan ideologi ekonomi negara tersebut diinisiasi langsung oleh Presiden.

“Sesuai dengan arahan Bapak Presiden ketika rapat kabinet terbatas, Presiden ingin menetapkan garis ideologi ekonomi negara, langsung mengimplementasikan transformasi ekonomi, serta meletakkan dasar-dasar ekonomi sesuai dengan ekonomi konstitusi dan Pancasila,” ujar Menkop pada acara GREAT Seminar bertema ‘Re-aktualisasi Pasal 33 UUD 1945’ di Jakarta, Selasa (28/7/2026).

b883587c 012b 4ec5 9b27 2273f5250bb8
Ferry Juliantono: Koperasi Jadi Aktor Utama Transformasi Ekonomi Konstitusi

Turut hadir Menteri Lingkungan Hidup Moh. Jumhur hidayat, Ketua Dewan Direktur Great Institute Dr. Syahganda, Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi, Para Deputi Kemenkop, Staf Khusus Menteri Koperasi Wahyono, Direktur Utama LPDB Krisdianto, Direktur Utama Agrinas Joao Mota, Burhanuddin Abdullah, Ketua Umum APKASI dan Bupati Lahat Bursah Zarnudi.

Baca Juga :   Kodaeral IV Latihan Menembak Untuk Pembinaan Kemampuan Dasar Prajurit

Menkop menjelaskan acara seminar hari ini berkaitan dengan hari peringatan Hari Koperasi Nasional yang ke-79.

“Seminar ini tidak lain adalah ingin menerjemahkan perubahan besar yang ingin dilakukan oleh Bapak Presiden. Kementerian Koperasi bersama Great Institute, Kementerian Lingkungan Hidup dan para narasumber yang hadir ini ingin konsolidasikan gagasan Bapak Presiden,” ucap Menkop.

Lebih lanjut, Menkop menambahkan kembalinya ekonomi konstitusi Pasal 33 dan juga sesuai dengan Pancasila untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Menkop mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo telah mengambil keputusan krusial untuk menyalurkan seluruh barang bersubsidi langsung melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Hal ini mencakup distribusi gas LPG 3 kg, pupuk bersubsidi, minyak goreng, hingga beras.

Baca Juga :   Prajurit TNI AL Bersihkan Pantai Sakera, Wujud Kepedulian Lingkungan Pesisir
05e5fe4d 6887 46d8 bb3e 417bc8b60b03
Ferry Juliantono: Koperasi Jadi Aktor Utama Transformasi Ekonomi Konstitusi

“Barang subsidi yang merupakan hak penerima manfaat bisa langsung diterima rakyat dengan harga terjangkau karena distribusinya dikuasai negara lewat koperasi,” tegas Menkop.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Lingkungan Hidup (LH) Jumhur Hidayat memaparkan skema inovatif berupa kolaborasi ekonomi sirkular dan pasar karbon (carbon market) berbasis koperasi.

Jumhur menjelaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar sebagai pemasok oksigen dunia.

Oleh karena itu, pemerintah ingin memastikan agar nilai ekonomi dari pasar karbon dinikmati langsung oleh masyarakat pedesaan dan komunitas lokal melalui wadah koperasi.

“Koperasi bisa menjadi pemilik unit karbon, misalnya ada 1.000 hektar mangrove atau 10.000 hektar hutan yang dikelola koperasi, didaftarkan di Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) seperti emiten di pasar modal. Setelah itu dijual, dan keuntungannya dinikmati oleh koperasi beserta anggotanya,” ujar Jumhur.

Baca Juga :   Kementerian UMKM Kawal Relaksasi KUR Pascabencana, Percepat Pemulihan UMKM di Sumatera

Sementara itu, Ketua Dewan Direktur GREAT Institute, Syahganda Nainggolan, menggarisbawahi pentingnya memanfaatkan momentum konstelasi geopolitik global saat ini untuk memperkuat diskursus kedaulatan ekonomi nasional.

Ia menilai, kebijakan strategis Presiden saat ini merupakan fondasi penting untuk meruntuhkan ketergantungan pada paham neoliberalisme.

“Kita punya kesempatan untuk membangun tatanan ekonomi baru di mana agensi utamanya adalah koperasi, bukan lagi kekuatan oligarki lama,” tutur Syahganda.

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Debut Impian Mitchell Lee Baker, “Si Bokor” Cetak Hattrick saat Indonesia Gilas Kamboja 5-1

TERMINALNEWS.ID, BOGOR – Timnas Indonesia membuka langkah di Piala AFF 2026...

Garena dan KADOKAWA Umumkan Anime Free Fire Daybreak, Tayang Perdana Musim Semi 2027

TERMINALNEWS.ID, JAKARTA – Garena bersama KADOKAWA CORPORATION resmi mengumumkan Free Fire...

Lamine Yamal Difavoritkan Raih Ballon d’Or 2026, Messi dan Harry Kane Masuk Tiga Besar

TERMINALNEWS.ID, LONDON – Berakhirnya Piala Dunia 2026 membuat persaingan menuju penghargaan...

Argentina Tetap Lolos Otomatis ke Piala Dunia 2030, FIFA Bantah Argentina Dijatuhi Sanksi Berat

TERMINALNEWS.ID, ZURICH – FIFA dipastikan tidak menjatuhkan larangan seumur hidup kepada...

- A word from our sponsors -