JAKARTA, TERMINALNEWS.ID – Timnas Indonesia akan menghadapi dua laga kandang penting di Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, Grup C, yang akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.
Pertandingan pertama melawan Jepang pada 15 November, dan empat hari setelahnya, giliran Arab Saudi yang akan menantang skuad Garuda.
Dengan posisi sementara di peringkat kelima grup, Timnas Indonesia hanya terpaut dua poin dari tim peringkat dua hingga empat, yakni Australia, Arab Saudi, dan Bahrain, sehingga masih terbuka peluang untuk melaju ke putaran berikutnya.
Survei Litbang Kompas baru-baru ini menunjukkan antusiasme publik Indonesia terhadap peluang Timnas lolos ke Piala Dunia 2026. Survei dilakukan melalui telepon pada 21-23 Oktober 2024 dengan melibatkan 540 responden dari 38 provinsi. Pada tingkat kepercayaan 95%, margin of error survei ini adalah sekitar 4,21%.
Hasil survei menunjukkan bahwa 24,6% responden selalu mengikuti perkembangan Timnas di kualifikasi Piala Dunia, sementara 37,3% mengikuti sesekali, 17,4% hanya menonton siaran langsung, dan 20,7% tidak mengikuti sama sekali. Sebagian besar responden optimistis bahwa Indonesia dapat mencapai posisi tiga atau empat di Grup C, yang dapat membawa mereka ke putaran keempat kualifikasi. Bahkan, 32,3% responden yakin bahwa Indonesia mampu menempati peringkat pertama atau kedua dan langsung lolos.
Responden menilai kepemimpinan Erick Thohir sebagai Ketua Umum PSSI telah membawa perubahan positif bagi Timnas Indonesia. Sebanyak 83,0% responden menyatakan kepuasan tinggi terhadap kepemimpinan Erick, yang dinilai telah meningkatkan prestasi Timnas melalui kebijakan-kebijakan strategis, seperti penunjukan Shin Tae-yong (STY) sebagai pelatih dan program naturalisasi pemain keturunan.
Pelatih Shin Tae-yong dan Kebijakan Naturalisasi Mendapat Dukungan Kuat

Penunjukan Shin Tae-yong sebagai pelatih Timnas mendapat dukungan kuat dari publik, dengan 87,9% responden optimistis bahwa STY akan membawa Timnas Indonesia ke Piala Dunia. Selain itu, mayoritas responden mendukung kebijakan naturalisasi pemain keturunan sebagai upaya meningkatkan kualitas Timnas. Sebanyak 48,3% responden menyatakan perlu adanya penambahan pemain naturalisasi, terutama di posisi penyerang atau striker, yang dianggap paling dibutuhkan saat ini.
Berikut preferensi publik terkait posisi yang perlu diperkuat:
- Penyerang (Striker): 47,9%
- Gelandang: 11,0%
- Sayap (Winger): 10,2%
- Penjaga Gawang: 9,9%
- Bek Tengah (Centre Back): 7,4%
- Bek Sayap (Fullback/Wingback): 2,0%
Dengan dukungan kuat dari publik, Timnas Indonesia diharapkan bisa tampil optimal dalam dua laga kandang ini. Sikap optimistis ini didorong oleh strategi kepemimpinan Erick Thohir dan pelatih Shin Tae-yong, yang terus membangun ekosistem yang kondusif dan kompetitif bagi pemain diaspora dan pemain lokal. Melalui kombinasi strategi ini, Timnas Indonesia siap bersaing di kancah internasional dan berjuang untuk mewujudkan impian lolos ke Piala Dunia 2026.

