BerandaNewsEsai & OpiniCatatan Olimpiade, Paris 2024...

Catatan Olimpiade, Paris 2024 Terima Kasih Veddriq Leonardo, Terima Kasih Panjat Tebing, Terima Kasih Kalbar

OLEH: M. Nigara

ALHAMDULILLAH, terima kasih Veddriq Leonardo, terima kasih panjat tebing, terima kasih Kalimantan Barat.

Akhirnya Kontingen Indonesia meraih medali emas lewat Cabang Olahraga Panjat Tebing di nomer Speed putra.

Pemuda berbintang Pices, kelahiran Pontianak, Kalimantan Barat, 11 Maret 1997 itu menumbangkan lawannya dari China, Wu Peng dengan waktu 4,75 detik. Dalam babak pendahuluan waktu Veddriq sempat lebih baik.

Dimainkan di Le Bourget Climbing Venue, Paris, Kamis (8/8/2024) sore WIB, Veddriq di semifinal mengalahkan Reza Alipour. Sementara, Wu Peng mengalahkan Sam Watson dari Amerika Serikat.

Posisi Indonesia yang sudah beberapa hari berada di posisi 72 klasemen medali, melonjak ke-46.

Baca Juga :   Indonesia Bakal Terancam Di Banned IOC, Timnas Sepakbola Bisa Gagal Tampil Di Piala Dunia 2026

Keberhasilan ini seperti sekumpulan pengembara yang menemukan oase di perjalanan yang gersang.

Kegembiraan tidak hanya terjadi Paris, jauh di kota Pontianak, keluarga Vaddriq dan kampus Tanjungpura tempat ia menimba ilmu, sontak ‘meledak’. Ucapan syukur ke hadirat Allah, tawa dan kegembiraan menggema.

Dan, keberhasilan ini juga bukan akhir dari upaya kontingen Indonesia untuk meraih tambahan medali lagi. Masih ada Rizki Juniansyah, atlet angkat besi di nomor 73 kg.

Rizki akan mengulang drama panjat tebing, bertarung dengan wakil China. Shi Zhiyong adalah salah satu lawan terberat di nomor ini. Kita berharap Rizki mampu mengatasinya sekaligus menambah medali emas dari cabor langganan medali ini.

Baca Juga :   Dari Kariango ke Lebanon, Menghijaukan Karebosi bersama Alm Doni Monardo

Meski demikian ajakan Menpora Dito Ariotedjo untuk segera melakukan evaluasi, perlu disambut oleh semua pihak. Kita perlu duduk bareng untuk mencari dan menemukan masalah utama mengapa capaian tidak sesuai harapan.

Terpenting, semua pihak tidak saling tuding dan tidak salah menyalahkan. Tetapi, sama-sama bertekad untuk perbaikan. Siapapun dia (atlet, pelatih, ofisial, termasuk pemerintah dalam hal ini Kemenpora) tentu tidak ingin gagal.
Jadi, jika faktanya medali emas baru berhasil diraih tiga hari menjelang penutupan, itu perlu kita intropeksi diri.

Cabor panahan, bulutangkis, dan angkat besi yang hampir selalu mampu mempersembahkan medali, tiba-tiba nihil, pasti ada yang keliru. Beruntung ada cabor panjat tebing dan bersyukur juga nomor Speed dipertandingkan.

Baca Juga :   Kemenparekraf-FPTI Sinergi Terapkan SKKNI Bidang Jasa Pemanduan Panjat Tebing

Di Tokyo 2020, ketika cabor panjat tebing pertama secara resmi dipertandingkan, nomor andalan atlet Indonesia tidak dipertandingkan. Kedepan, selain nomor kecepatan, rasanya perlu juga kita persiapkan atlet untuk nomor lainnya.

Emas dari Mas Veddriq Leonardo, sungguh terasa manis yang luar biasa.

*M. Nigara, wartawan olahraga senior

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Tottenham Siapkan Tawaran Besar untuk Cody Gakpo, Transfer Bisa Tembus Rp2,4 Triliun

TERMINALNEWS.ID, LONDON – Tottenham Hotspur terus bergerak memperkuat lini serang pada...

KI DKI Jakarta: Keterbukaan Informasi PT JIEP Perkuat Tata Kelola dan Kepercayaan Publik

TERMINALNEWS.ID, JAKARTA – Komisi Informasi (KI) DKI Jakarta menilai keterbukaan informasi...

Tri Waluyo: Perda Pesantren Jadi Landasan Penguatan Pendidikan, Dakwah, dan Pemberdayaan Umat

TERMINALNEWS.ID, JAKARTA – Wakil Ketua Komisi C DPRD DKI Jakarta, Tri...

Ketika Sayap Garuda Patah Lagi di Jalan Besar Malam di Jalan Besar tidak berpihak pada Garuda

BABAK PERTAMA dimulai dengan harapan. Satu gol. Keunggulan 1-0. Rasanya seperti...

- A word from our sponsors -