BerandaTravelRumah Titik Awal 'Rumahnya'...

Rumah Titik Awal ‘Rumahnya’ Para Pendaki Gunung Gede

CIPANAS, TERMINALNEWS.ID – Rumah Titik Awal (RTA) Base Camp yang berlokasi di Desa Suka Tani Kampung Gunung Putri RT 02/RW 07, Kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur ini adalah salah satu rumah yang ada di wilayah Desa Suka Tani ini yang dijadikan oleh para pendaki yang ingin ke Gunung Gede or Pangrango via Gunung Putri untuk berkumpul dalam mempersiapkan segalanya sebelum dan sesudah mendaki.

Adalah Koh Djoni, sang pemilik tempat RTA itu yang memang semasa mudanya memiliki hobi naik gunung merasa terpanggil untuk peduli dengan para pendaki yang membutuhkan tempat untuk melakukan persiapan sebelum melakuan pendakian, atau pun sebaliknya seusainya melakukan pendakian dan butuh istriahat. Maka dibangunlah Rumah Titik Awal ini.

ae 172 jpg
Koh Djoni di depan pintu masuk Rumah Titik Awal

Di dalam RTA seluas 800 meter milik Koh Djoni ini tersedia spek untuk beristirahat para pendaki yang ada di lantai dasar, kemudian di lantai duanya, terdapat ruangan untuk bersantai yang dilengkapi dengan fasilitas karaokean dan bisa digunakan bagi siapa pun, baik para pendaki yang lelah mendaki atau mereka yang memang tidak melakukan pendakian. Artinya bagi mereka yang ingin beristirahat dan mencari suasana lain yang dekat dengan alam pegunungan.

Baca Juga :   Sandiaga Uno Dorong Santri Jadi Konten Kreator
ae 171 jpg
Lantai dua tersedia ruang untuk berkaraokean

Yang jelas, para pendaki dan yang memang hanya sekedar mencari suasana baru, datanglah di base camp RTA dan temukan Komunitas Pencinta Alam yang saling mendukung & berkolaborasi. Di Rumah Titik Awal adalah tempat dimana perubahan di mulai dan prestasi luar biasa tercipta.

“Dulu sebelum menjamurnya rumah camp, di era taon 90-an, setiap para pendaki yang ingin melakukan pendakian singgah di rumah salah seorang warga, pendaki yang ingin menitipkan kendaraannya. Dulu itu rumah warga yang disinggahi para pendaki memiliki halaman luas. Seiring waktu, keturunan tokoh daerah ini yang menjadi rumah singgah para pendaki membagikan warisan tanahnya ke anak-anaknya, jadilah lahan untuk parkir menjadi kecil dan hilang,” ungkap Koh Djoni.

Baca Juga :   Komodo Travel Mart Dorong Pengembangan Pariwisata NTT

Seiring berjalannya waktu, Kho Djoni yang selau melakukan pendakian melalui jalur Gunung Putri ini ditawari oleh seorang kerabat untuk membeli sebuah lahannya.

“Saya tertarik dan membeli lahan kerabat saya ini, maka jadilah tempat ini (RTA). Awalnya rumah kayu yang dibeli, tempatnya disebelah bangunan utama ini, untuk dijadikan basecamp pendakian,” ujarnya.

Dikatakan Koh Djoni, RTA ini dibangun oleh Kang Amat yang dibantu dua orang asistenya.

“Kang Amat ini yang mendirikan RTA dengan dua asisten yang membantunya,” ujar Koh Djoni.

Dijelaskan Koh Djoni, jalur pendakian yang adai wilayahnya ini sering disebut pendakian via Gunung Putri.

“Dulu pernah ada sebutan Gunung Putri tapi itu di wilayah Cibubur Cikeas, bukan di wilayah ini,” jelasnya.

RTA pun diakui Koh Djoni menyediakan lahan parkir kendaraan roda dua dan roda empat.

“Kadang basecamp tetangga menitipkan kendaraan di halaman saya, tentu ada hitung hitungannya. Yang penting ada kebahagiaan bersama sesama pemilik basecamp di wilayah ini,” kata Koh Djoni.

Baca Juga :   KAI Pacu Inovasi Sarana Wujudkan Asta Cita

Untuk diketahui, di  wiayah Desa Suka Tani ini hampir setiap warganya menyediakan tempat tinggalnya sebagai basecamp pendaki Gunung Gede dan Pangrango.

RTA tempat Koh Djoni terdapat dua kamar mandi di lantai dasar dan satu toilet di lantai dua. Sedangkan lantai paling atas, di lantai tiga, merupakan tempat untuk bersantai dengan view Gunung Gede dan Pangrango tentunya. Ada juga beberapa kursi dan meja serta  sudut untuk berselfie ria.

ae 169 jpg
Pemandangan jika berada di lantai paling atas RTA ini. TAmpak Gunung Gede dan Pangrango diselimuti kabut

Bagi para pendaki yang ingin menjelajahi panorama Gunung Gede atau Pangrango via Gunung Putri, bisa singgah di Rumah Titik Awal ini. Kapasitas bisa sampai dua puluh orang. Bagi pendaki yang membawa kendaraan, bisa parkir di depan RTA ini.

ae 170 jpg
Tempat para pendaki istirahat di dalam RTA yang berada di lantai dasar

Selama di dalam RTA, pendaki atau pengunjung biasa pun bisa menikmati berbagai minuman dan mie instan, yang jelas semuanya self service dan cara pembayaran pun secara online.

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Tottenham Siapkan Tawaran Besar untuk Cody Gakpo, Transfer Bisa Tembus Rp2,4 Triliun

TERMINALNEWS.ID, LONDON – Tottenham Hotspur terus bergerak memperkuat lini serang pada...

KI DKI Jakarta: Keterbukaan Informasi PT JIEP Perkuat Tata Kelola dan Kepercayaan Publik

TERMINALNEWS.ID, JAKARTA – Komisi Informasi (KI) DKI Jakarta menilai keterbukaan informasi...

Tri Waluyo: Perda Pesantren Jadi Landasan Penguatan Pendidikan, Dakwah, dan Pemberdayaan Umat

TERMINALNEWS.ID, JAKARTA – Wakil Ketua Komisi C DPRD DKI Jakarta, Tri...

Ketika Sayap Garuda Patah Lagi di Jalan Besar Malam di Jalan Besar tidak berpihak pada Garuda

BABAK PERTAMA dimulai dengan harapan. Satu gol. Keunggulan 1-0. Rasanya seperti...

- A word from our sponsors -