JAKARTA, TERMINALNEWS.ID – Setelah pada Jumat (19/7/2024) lalu memantau proses latihan cabor balap sepeda, angkat berat, atletik, dan bulu tangkis, Chef de Mission (CdM) Paralimpiade Paris 2024, Reda Manthovani dan rombongan pada Sabtu (20/7) kembali menyambangi beberapa venue lainnya.
Mereka menyambangi proses latihan para atlet yang tengah dipersiapkan negara untuk terjun di ajang Paralimpiade Paris 2024 yang akan digelar 28 Agustus-9 September 2024 mendatang.
Kunjungan hari kedua dibuka dengan meninjau latihan cabor Para Panahan (Para archery) yang akan menjalani debut terjun di Paralimpiade. Para archery Indonesia diwakili lima pemanah, yakni Kholidin, Setiawan, ken Swagumilang, Theodora Audi Ferelly Ayudia, dan Wahyu Retno Wulandari.
“Kami doakan teman-teman bisa menyumbangkan medali apapun itu. Ini di latihan sudah digelar simulasi seperti ada di venue pertandingan yang asli, semoga saat di Paris nantinya tidak canggung. Para atlet tidak demam panggung dan bisa menyesuaikan iklim juga,” ucap CdM saat meninjau lokasi latihan atlet panahan.
Tim panahan akan berangkat lebih dulu ke Paris. Hal ini sengaja dilakukan dengan tujuan agar para atlet bisa menyesuaikan diri dengan iklim dan cuaca, agar saat bertanding mereka bisa menyesuaikan diri.
Tak berselang lama, CdM juga mengunjungi lokasi latihan tim boccia Indonesia. Dia berharap saat pertandingan, para atlet bisa mempertahankan ritme permainannya agar bisa meraih kemenangan di setiap laga.
“Saya lihat latihannya saja deg-degan, semoga di arena nanti para atlet bisa fokus untuk memenangkan laga dan bisa meraih medali. Mental dan strategi harus lebih mantang lagi sebelum kejuaraan. Tetap semangat dan fokus kuncinya,” ucap CdM.
Pelatih Boccia Indonesia Muhammad Bram Riyadi mengakui progres persiapan timnya berjalan dengan baik. Dua kali tryout juga hasilnya sangat baik.
“Sebelumnya kami sudah menjalani berbagai level kejuaraan. Jadi anak-anak sudah punya gambaran kekuatan calon lawannya. Dari empat atlet kami tak ada beban target medali untuk mereka, kami fokuskan untuk bisa menang di setiap pertandingan saja,” ucapnya.
Ada empat wakil Indonesia di cabor boccia, yakni Gishca Zayana, Muhammad Afrizal Syafa, Felix Ardi Yudha, dan M bintang Satria Herlambang.
“Saya pribadi dan tim alhamdulillah sudah siap. Sudah 90 persen untuk menjalani pra kompetisi. Terkait teknis dan nonteknis sudah kami evaluasi. Kami akan berusaha lebih matang lagi. Nanti di Paris saya turun di dua nomor, yakni di individu dan beregu. Persiapan khususnya hanya ke faktor mentalitas. Saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk negara,” ucap Felix Ardi.

