TERMINALNEWS.ID – Industri otomotif China terus mencatat kemajuan signifikan, khususnya di segmen kendaraan listrik premium.
Jika beberapa tahun lalu mobil asal Negeri Tirai Bambu masih dipandang sebagai alternatif dengan harga terjangkau, kini sejumlah produsennya berhasil menghadirkan sedan mewah yang menawarkan teknologi mutakhir, performa tinggi, serta kenyamanan yang mampu bersaing dengan merek-merek premium asal Eropa.
Berbekal inovasi di bidang baterai, kecerdasan buatan (AI), hingga sistem bantuan mengemudi canggih, sejumlah model terbaru mulai menjadi sorotan pasar global. Berikut tujuh mobil premium asal China yang menunjukkan pesatnya perkembangan industri otomotif negara tersebut.
1. Zeekr 001, Shooting Brake Berteknologi 900 Volt
Zeekr 001 versi penyegaran 2026 hadir dengan arsitektur kelistrikan 900 volt yang memungkinkan proses pengisian daya berlangsung lebih cepat dibandingkan mobil listrik konvensional.

Mobil bergaya shooting brake ini tampil dengan desain yang lebih modern, kabin berkelas, serta sistem bantuan mengemudi H7 berbasis LiDAR. Di dalamnya tersedia kursi pijat 3D lengkap dengan pemanas dan ventilasi, atap kaca panoramik, serta bagasi luas yang menjadi salah satu keunggulannya. Di pasar China, Zeekr 001 dipasarkan dengan harga sekitar 270.000 hingga 330.000 yuan.
2. BYD Yangwang U7, Sedan Bertenaga 1.287 HP
BYD menghadirkan Yangwang U7 sebagai sedan flagship yang mengandalkan empat motor listrik independen di setiap roda. Kombinasi tersebut menghasilkan tenaga hingga 1.287 hp dan mampu melesat dari 0-100 km/jam dalam waktu kurang dari tiga detik.

Mobil ini juga dibekali suspensi pintar DiSus-Z yang menjaga kestabilan kendaraan di berbagai kondisi jalan. Di sektor kenyamanan, U7 menawarkan kabin layaknya limusin dengan kursi pijat, ventilasi, atap panoramik, serta jarak tempuh lebih dari 1.000 kilometer pada varian tertentu.
3. Xpeng P7 Plus, Penantang Tesla Model 3
Xpeng P7 Plus diposisikan sebagai pesaing langsung Tesla Model 3 dan BMW i4. Sedan listrik ini mengusung desain fastback aerodinamis dengan koefisien hambatan udara sekitar 0,206.

Keunggulan utamanya terletak pada penggunaan chip AI buatan sendiri untuk mendukung sistem bantuan mengemudi. Interiornya dilengkapi augmented reality head-up display berukuran 29 inci, layar infotainment 15,6 inci, material premium, kursi pijat, serta bagasi berkapasitas lebih dari 570 liter.
4. Avatr 12, Kolaborasi Huawei, Changan, dan CATL
Avatr 12 menjadi salah satu sedan listrik paling futuristis dari China. Mobil hasil kolaborasi Huawei, Changan, dan CATL ini tampil tanpa kaca belakang konvensional, menggantikannya dengan sistem kamera digital.

Varian tertingginya mampu berakselerasi dari 0-100 km/jam hanya dalam 2,71 detik. Sistem keselamatannya didukung empat sensor LiDAR, sementara kabinnya mengandalkan HarmonyOS, layar digital lebar, kursi zero gravity, serta pengisi daya nirkabel ganda.
5. Nio ET9, Menyasar Segmen Sedan Eksekutif
Nio ET9 hadir sebagai sedan eksekutif yang membidik pasar Mercedes-Benz EQS dan Porsche Panamera.

Keunggulan utamanya adalah teknologi suspensi aktif hidrolik SkyRide yang mampu menyesuaikan karakter suspensi hanya dalam waktu satu milidetik. Bagian belakang dirancang menyerupai kabin kelas bisnis pesawat dengan kursi pijat 16 titik, meja kerja elektrik, sistem audio premium, dan berbagai pilihan tema interior eksklusif.
6. BYD Yangwang U9, Hypercar dengan Fitur “Melompat”
Meski lebih tepat dikategorikan sebagai hypercar dua penumpang, Yangwang U9 menjadi bukti kemampuan teknologi otomotif China.

Mobil ini dibekali empat motor listrik dengan tenaga mencapai 1.287 hp, akselerasi 0-100 km/jam dalam 2,36 detik, serta kecepatan maksimum lebih dari 300 km/jam. Salah satu fitur paling unik adalah suspensi DiSus-X yang memungkinkan mobil “melompat” untuk menghindari rintangan dan melakukan tank turn atau berputar di tempat.
7. Huawei Maextro S800, Penantang Rolls-Royce dan Maybach
Di posisi teratas, Huawei Maextro S800 menjadi simbol ambisi China di segmen ultra-mewah. Mobil hasil kolaborasi Huawei dan JAC ini secara langsung menyasar pasar Rolls-Royce Spectre dan Mercedes-Maybach S-Class.

Sedan sepanjang hampir 5,5 meter tersebut dibekali lampu kristal digital, sistem bantuan mengemudi Huawei ADS terbaru berbasis LiDAR, serta pilihan dua atau tiga motor listrik.
Interiornya menawarkan pengalaman layaknya kendaraan kepala negara, dengan tiga layar panorama, kursi zero gravity, proyektor laser untuk penumpang belakang, sistem audio 43 speaker, hingga pintu otomatis yang mampu mendeteksi rintangan sebelum dibuka.
Persaingan Global Kian Memanas
Hadirnya berbagai model premium tersebut menandai transformasi besar industri otomotif China. Para produsen kini tidak lagi hanya mengandalkan harga yang kompetitif, tetapi juga menghadirkan inovasi teknologi, performa tinggi, sistem keselamatan berbasis kecerdasan buatan, hingga kemewahan yang sebelumnya identik dengan merek-merek Eropa.
Dengan perkembangan yang berlangsung sangat cepat, produsen otomotif China diperkirakan akan semakin memperketat persaingan di pasar kendaraan listrik premium global, sekaligus mengubah peta persaingan industri otomotif dunia dalam beberapa tahun ke depan.


