ABU DHABI, TERMINALNEWS.ID – CEO McLaren Racing, Zak Brown, menjadi sorotan setelah pesan radio yang ia tujukan kepada Oscar Piastri usai balapan Grand Prix Abu Dhabi 2025 dinilai kurang menunjukkan empati.
Musim Formula 1 2025 yang penuh drama selama sembilan bulan akhirnya berakhir di Sirkuit Yas Marina, Abu Dhabi, dengan balapan penentuan gelar juara dunia. Tiga pembalap—Lando Norris, Max Verstappen, dan Oscar Piastri—masih berpeluang merebut gelar juara dunia saat memasuki seri terakhir. Pada akhirnya, Norris berhasil memastikan diri sebagai juara dunia F1 2025.
Hasil ini terasa pahit bagi Piastri yang sempat memimpin klasemen di sejumlah fase musim, namun harus puas finis di posisi tiga klasemen akhir. Meski begitu, pembalap Australia tersebut tetap menunjukkan sikap dewasa dan sportif. Hal berbeda justru diungkapkan sebagian penggemar kepada Zak Brown.
Tuduhan Favoritisme Terhadap Norris Kembali Mengemuka
Sepanjang musim, para penggemar F1 kerap menuduh Zak Brown lebih memihak Norris—yang sudah bekerja bersamanya lebih dari satu dekade—dibanding Piastri. Beberapa momen di paddock maupun di radio balapan membuat publik menilai perlakuan Brown kepada Piastri tidak sehangat kepada Norris.
Insiden setelah GP Abu Dhabi semakin menguatkan persepsi tersebut.
Pesan Radio Brown Dinilai Tidak Peka
Saat insinyur balap Piastri, Tom Stallard, tengah melaporkan hasil balapan dengan tenang, Brown tiba-tiba menyela dengan nada sangat bersemangat.
“What a season, what a season! You’re a star. Seven wins. We love ya. We’ll do it again next year. Thank you, Oscar, for everything you’ve done. What a year!”
Tak lama kemudian, ia menambahkan:
“Oscar, very proud of you. Awesome. What a team player. We go again next year. See you on the podium.”
Unggahan rekaman radio tersebut kemudian viral, dengan banyak penggemar menilai momen itu justru terasa canggung mengingat Piastri baru saja kehilangan peluang menjadi juara dunia.
Rosberg: “Kurang Empati”
Juara dunia F1 2016, Nico Rosberg, turut mengomentari kejadian itu melalui Sky Sports. Ia menilai Brown tidak sensitif terhadap situasi emosional Piastri.
Rosberg mengatakan:
“Itu mungkin momen paling menyakitkan dalam karier balapnya dalam waktu lama. Mungkin Zak bisa menunjukkan sedikit lebih banyak empati daripada langsung merayakan.”
Hingga kini, McLaren belum memberikan komentar resmi terkait kritik yang muncul di media sosial maupun dari pengamat F1.

