BerandaEntertainmentWORLD PREMIERE WHISPERS IN...

WORLD PREMIERE WHISPERS IN THE DABBAS (NYANYI SUNYI DALAM RANTANG)

ROTERDAM, TERMINALNEWS.ID – Whispers In the Dabbas (Nyanyi Sunyi Dalam Rantang) yang

disutradarai oleh Garin Nugroho, ditayangkan secara perdana pada gelaran festival bergengsi International Film Festival Rotterdam yang ke-54.

Sebelumnya, beberapa karya Garin Nugroho seperti, Leaf on a Pillow (Daun Di Atas Bantal),
Opera Jawa dan Deadly Love Poem (Puisi Cinta Yang Membunuh) juga pernah berpartisipasi di International Film Festival Rotterdam.

IMG 20250207 WA0169

Nyanyi Sunyi Dalam Rantang kali ini masuk pada program Harbour di International Film
Festival Rotterdam ke-54.

Film yang terinspirasi dari kisah nyata beberapa kasus pengadilan dengan keputusan yang janggal, mengisahkan tentang seorang pengacara muda bernama Puspa, diperankan oleh Della Dartyan, di sebuah kota kabupaten, yang berhadapan dengan kasus-kasus di pengadilan yang tidak berpihak pada keadilan rakyat kecil.

Baca Juga :   Tayang di WeTV, Drama China Shine On Me Sukses Curi Perhatian dan Trending di Media Sosial

Sebuah karya produksi Stranas PK (Strategi Nasional Pencegahan Korupsi) bekerja sama
dengan Garin Workshop dan Padi Padi Creative menunjukkan suatu peran penting film
sebagai pendidikan politik dan pemberdayaan warga untuk kritis terhadap sistem pengadilan
di negeri ini.

Film ini melengkapi keberagaman film Indonesia yang terseleksi dalam
International Film Festival Rotterdam 2025 ini, antara lain : “Gowok” disutradarai oleh
Hanung Bramantyo, “Perang Kota” disutradarai oleh Mouly Surya, dan “Midnight In Bali”
disutradarai oleh Razka Robby Ertanto.

IMG 20250207 WA0168

Garin Nugroho mengatakan, “Film sebagai karya yang terbuka dan kritis dan dituturkan
secara personal akan selalu mendapat tempat di festival film dunia, terlebih karena film ini
memiliki keberpihakan pada masyarakat,” paparnya.

Baca Juga :   Komika Gianluigi Christoikov Teriakan Perusakan Alam Yang Terjadi Di Halmahera Timur

Fim ini dibalut dengan drama, investigasi, satir, seperti dikutip dari laman social media
Stefan Borsos (Programmer IFFR):
“…its unassuming style investigates the Indonesian judicial system with a mix of melodrama and sharp, black humour making the blatant injustice happening to the various characters at times almost unbearable.

Less blatant, but still very visible and clear are the numerous references to 1965 raising questions about uncomfortable historical continuities.(DaBon)

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

PLN UID Jakarta Raya Gagas Program Konservasi Pulau Sabira Meraih Predikat Platinum di Indonesia Green Awards 2026

TERMINALNEWS.ID, JAKARTA - Upaya PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID)...

Mitsubishi Fuso Perkuat Kolaborasi dengan Komunitas Canter Mania di GIIAS 2026

TERMINALNEWS.ID, TANGERANG – PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), distributor...

Vizualz Esports Kembali Juara CODM Major Series 2026, Sapu Bersih El Tantrum di Grand Finals

TERMINALNEWS.ID, JAKARTA – Vizualz Esports kembali menegaskan dominasinya di kancah kompetitif Call...

Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas Berjalan Sukses: Tanpa Kedip, PLN Jaga Keandalan Listrik

 TERMINALNEWS.ID, JAKARTA – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta...

- A word from our sponsors -