JAKARTA,TERMINALNEWS.ID — Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif Irene Umar,Rabu (19/11) menerima audiensi dari PT Lisensi Karya Impian (Victory Licensing), agen resmi Toei Animation di Indonesia. Pertemuan yang berlangsung di Autograph Tower, Jakarta, ini membahas peluang kolaborasi dalam pengembangan kekayaan intelektual (KI/IP) Indonesia melalui kerja sama internasional.
Toei Animation—studio hiburan Jepang yang dikenal global lewat produksi anime, film, drama, hingga game—dinilai memiliki ekosistem kuat yang dapat membuka akses lebih luas bagi kreator Indonesia untuk masuk ke pasar dunia.
“Indonesia Punya Energi Besar untuk Jadi Mesin Pertumbuhan Baru”
Dalam pertemuan tersebut, Wamen Ekraf Irene menegaskan pentingnya kolaborasi lintas negara untuk memperkuat daya saing industri kreatif Indonesia.
“Indonesia memiliki energi besar untuk menjadi mesin pertumbuhan baru. Kolaborasi internasional memberi ruang bagi kreator kita memperluas wawasan dan meningkatkan kompetensi teknis,” ujarnya.
“Kementerian Ekraf hadir sebagai jembatan agar peluang ini dapat diakses seluas mungkin,” tambahnya.
Irene menilai pembahasan bersama Victory Licensing menjadi langkah strategis untuk menghubungkan IP lokal dengan ekosistem produksi global yang sudah mapan, termasuk potensi kerja sama dengan Toei Animation.
Karakter Budaya Indonesia Jadi Diferensiasi Utama
Wamen Ekraf juga menekankan pentingnya mengangkat karakter budaya Indonesia sebagai nilai pembeda dalam pengembangan IP—mulai dari batik, tenun, hingga kekayaan narasi nusantara.
“Kami ingin IP Indonesia tumbuh dengan fondasi budaya yang kokoh namun dikemas secara modern. Identitas budaya yang kuat akan membuat karya kreator kita semakin kompetitif,” kata Irene.
Peluang Besar Masuknya IP Lokal ke Pasar Jepang
Direktur Utama Victory Licensing Yudi Tukiaty mengapresiasi terbukanya ruang dialog dengan pemerintah. Ia menyebut peluang kolaborasi semakin luas, terutama dalam pertukaran kreator, transfer pengetahuan, serta produksi konten bersama.
“Bu Irene sangat suportif dan memahami dinamika industri kreatif. Ada peluang besar bagi IP Indonesia untuk masuk pasar Jepang melalui kerja sama dengan Toei maupun ekosistem kreatif lainnya,” ujar Yudi.
Ia menyampaikan bahwa IP Indonesia memiliki kekuatan pada karakter, narasi, dan nilai budaya—modal penting untuk dikembangkan dalam kerja sama internasional.
Selain itu, Victory Licensing menjelaskan sejumlah inisiatif yang sedang dijajaki bersama Toei Animation, termasuk pemanfaatan teknologi produksi terbaru seperti XR dan virtual production, serta model co-production yang memungkinkan pengembangan konten bersama di dua negara.
Bagian dari Strategi Indonesia Emas 2045
Kementerian Ekraf melihat peluang kolaborasi ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat ekosistem IP nasional menjelang Indonesia Emas 2045. Dengan memperluas akses pasar, meningkatkan kapasitas kreator, dan membangun kemitraan global, Indonesia semakin menegaskan posisinya sebagai kekuatan baru di industri kreatif Asia.
Audiensi ini juga dihadiri Direktur Gim Kemenekraf Luat Sihombing serta Kazusama Inoue selaku Manajer Lisensi.|Foto : Istimewa.


