MOSKOW, TERMINALNEWS.ID – Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan pertarungan sengit antara kelompok hooligan sepak bola asal Rusia dan Polandia.
Dalam video tersebut, dua kelompok yang masing-masing terdiri dari lima orang terlibat dalam duel brutal yang terorganisir — dan jelas bukan tontonan untuk yang lemah hati.
Kedua negara tersebut memang dikenal memiliki kelompok ultras atau hooligan sepak bola yang fanatik dan sering kali ekstrem.
Di Polandia, aksi kekerasan antarpendukung sepak bola bukanlah hal baru. Salah satu insiden besar terjadi pada tahun 2023 ketika klub Inggris Aston Villa bertemu Legia Warsaw di Liga Europa. Bentrokan pecah di luar stadion Villa Park, menyebabkan empat polisi terluka dan 46 suporter Polandia ditangkap oleh Kepolisian West Midlands.

Kepolisian menyebut mereka menghadapi “kekerasan terus-menerus selama 90 menit” setelah pendukung Legia dilarang masuk ke stadion. Serangan lemparan benda tumpul dari jalan sekitar stadion juga terjadi. Akibatnya, UEFA menjatuhkan denda sebesar €100.000 (sekitar Rp1,5 miliar) dan melarang Legia menjual tiket tandang untuk lima laga Eropa berikutnya.
Namun, perlu dicatat bahwa tindakan brutal tersebut hanya dilakukan oleh segelintir oknum dan tidak mencerminkan mayoritas pendukung sepak bola Polandia.
Sementara itu, suporter Rusia juga memiliki catatan kelam dalam sejarah sepak bola Eropa. Salah satu peristiwa paling terkenal terjadi saat Euro 2016 di Prancis, ketika pendukung Rusia menyerang fans Inggris di Marseille. Menurut laporan BBC, lebih dari 100 suporter Inggris terluka, dua di antaranya koma akibat kekerasan tersebut.
Sebelumnya, kedua kelompok suporter ini juga pernah bentrok di Euro 2012 saat Rusia menghadapi Polandia di Warsawa. Kala itu, polisi menangkap 120 orang dan 10 orang terluka dalam bentrokan besar yang melibatkan gas air mata, peluru karet, hingga meriam air untuk membubarkan massa.
Kini, persaingan kedua bangsa tersebut kembali mencuat setelah akun media sosial Football Fights memposting video pertarungan terorganisir antara hooligan Rusia dan Polandia.
Dalam video berdurasi beberapa menit itu, terlihat sepuluh pria — lima dari Polandia dan lima dari Rusia — bertarung dengan aturan tertentu di bawah pengawasan beberapa wasit. Aksi mereka mirip dengan pertarungan mixed martial arts (MMA), lengkap dengan tendangan, pukulan, dan aksi saling menyeret ke tanah.
Meski kedua tim sempat saling menguasai di awal, kelompok hooligan Polandia akhirnya keluar sebagai pemenang setelah pertarungan fisik yang intens tersebut.
Video itu dengan cepat menyebar luas di platform X (Twitter), memicu beragam reaksi dari warganet yang mengutuk kekerasan di dunia sepak bola, namun juga menyoroti fenomena ultras yang masih kuat di Eropa Timur.


