DUBLIN, TERMINALNEWS.ID – Seorang pelatih tim nasional menyerukan agar Israel dilarang tampil di ajang Piala Dunia FIFA dan kompetisi di bawah naungan UEFA, menyusul tuduhan pelanggaran kemanusiaan yang dilakukan negara tersebut di Gaza.
UEFA sebelumnya dijadwalkan menggelar pemungutan suara pekan ini untuk menentukan apakah Israel akan dilarang mengikuti kompetisi resmi mereka.
Keputusan ini muncul setelah Komisi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan bahwa rezim Israel melakukan tindakan genosida di Gaza.
Menurut data Kementerian Kesehatan Gaza, lebih dari 60.000 orang, termasuk 17.000 anak-anak, telah tewas akibat serangan Israel sejak Oktober 2023.
Konflik tersebut bermula ketika kelompok Hamas menyerang wilayah Israel dan menewaskan sekitar 1.200 orang serta menyandera sekitar 250 orang.
Rencana pemungutan suara UEFA tersebut sempat ditunda setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan rencana perdamaian untuk kawasan Gaza.
Namun menurut laporan The Associated Press, mayoritas anggota komite eksekutif UEFA awalnya berencana mendukung penangguhan Israel sebelum pengumuman tersebut.
Saat ini, tim nasional Israel menempati posisi ketiga di grup kualifikasi Piala Dunia, di bawah Norwegia dan Italia. Gelaran Piala Dunia mendatang akan diselenggarakan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko pada musim panas tahun depan.
Meski memiliki poin sama dengan Italia di posisi kedua, Israel telah memainkan satu pertandingan lebih banyak.
Laporan The Guardian menyebut bahwa UEFA kemungkinan besar tidak akan bisa mencegah Israel berpartisipasi dalam kualifikasi Piala Dunia, karena kompetisi tersebut berada di bawah otoritas FIFA.
Pemerintah Amerika Serikat melalui juru bicara Departemen Luar Negeri AS juga menegaskan akan menentang upaya apa pun yang bertujuan melarang Israel tampil di Piala Dunia.
“Kami akan bekerja sepenuhnya untuk menghentikan setiap upaya melarang tim nasional Israel dari Piala Dunia,” ujar juru bicara tersebut kepada BBC Sport.
Kini, pelatih tim nasional Republik Irlandia, Heimir Hallgrimsson, ikut menyuarakan pendapatnya. Ia menilai bahwa FIFA dan UEFA seharusnya bersikap sama terhadap Israel sebagaimana terhadap Rusia, yang dilarang berkompetisi setelah invasi ke Ukraina pada 2022.
“Saya tidak melihat perbedaan antara FIFA dan UEFA yang melarang Rusia tapi tidak Israel. Itu hal yang sama,” ujar Hallgrimsson seperti dikutip dari The Irish Times.
“Saya berbicara sebagai pribadi, bukan mewakili federasi Irlandia. Jika dua negara melakukan hal serupa, seharusnya perlakuannya juga sama.”
Hallgrimsson, yang sebelumnya melatih tim nasional Islandia dan Jamaika, resmi menangani Timnas Irlandia sejak Juli 2024. Ia menambahkan bahwa tragedi kemanusiaan di Gaza merupakan hal yang menyedihkan dan layak mendapat perhatian serius dunia sepak bola.


