BILBAO, TERMINALNEWS.ID – Manchester United gagal menyelamatkan musim buruk mereka setelah takluk 0-1 dari Tottenham Hotspur dalam final Liga Europa 2025 yang digelar di Bilbao, Rabu (21/5/2025) malam waktu setempat.
Meskipun tampil mengecewakan di Premier League, Setan Merah tampil cukup impresif di kompetisi Eropa. Harapan sempat muncul bahwa mereka bisa menutup musim dengan gelar, namun kenyataan berkata lain.
Gol tunggal Brennan Johnson di menit ke-42 menjadi penentu kemenangan Tottenham, yang sukses meraih trofi pertama mereka dalam 17 tahun terakhir.
Kemenangan ini menandai momen bersejarah bagi Spurs, sementara Manchester United harus pulang dengan tangan hampa.

Luke Shaw Kritik Penampilan dan Mentalitas Pemain Manchester United
Bek kiri Manchester United, Luke Shaw, tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya usai laga. Dalam wawancara bersama TNT Sports, Shaw mengkritik keras performa tim dan mempertanyakan apakah para pemain layak membela klub sebesar United.
“Ini sangat menyakitkan. Bukan hanya kekalahan malam ini, tapi juga karena kami tahu betapa pentingnya kemenangan ini untuk masa depan klub — seperti tiket Liga Champions musim depan,” ujar Shaw.
“Sejujurnya, musim ini tidak cukup baik. Saya baru saja bilang ini di zona campuran, tapi akan saya ulangi di sini, kami sebagai pemain harus bertanya pada diri sendiri: apakah kami cukup baik untuk Manchester United? Karena musim ini sungguh tidak bisa diterima.”
Shaw menyoroti posisi United di klasemen Premier League dan buruknya hasil yang diraih sepanjang musim. Ia juga menyebut tim sangat jauh dari standar klub yang pernah mendominasi sepak bola dunia.

“Saat ini, kami sangat jauh dari itu. Dan kami para pemain harus bertanggung jawab, karena kamilah yang bermain di lapangan. Tidak bisa terus menyangkalnya. Ini adalah musim yang benar-benar di bawah standar,” tambahnya.
Bek timnas Inggris itu juga menyampaikan permintaan maaf kepada para suporter yang terus mendukung tim meski dalam kondisi sulit.
“Mungkin terdengar klise, tapi saya hanya bisa minta maaf kepada fans. Mereka pantas mendapat yang lebih baik. Mereka tetap bersama kami sepanjang musim yang sangat berat ini, dan kami sangat menghargai itu.”
Ruben Amorim Dapat Tekanan, Tapi Masih Didukung Pemain
Kekalahan ini membuat manajer Ruben Amorim berada dalam tekanan besar. Namun Luke Shaw menegaskan bahwa pelatih asal Portugal tersebut adalah sosok yang tepat untuk membawa United kembali ke jalur yang benar.
“Menurut saya, ada banyak hal yang harus diubah. Dan karena itulah saya yakin Ruben adalah orang yang tepat 100 persen,” ujar Shaw kepada Mirror.

“Ia tahu dan melihat segala hal yang terjadi di klub setiap hari, bukan hanya di lapangan tapi juga di luar lapangan. Soal standar, mentalitas — dia melihat semuanya dan tahu apa yang harus diubah.”
Dengan musim yang mengecewakan ini, Manchester United dipastikan akan melakukan evaluasi besar-besaran demi bisa bangkit di musim depan.

