LONDON, TERMINALNEWS.ID – Legenda Arsenal, Thierry Henry, memberikan jawaban yang mengejutkan ketika ditanya siapa pemain terakhir yang layak ia bayar untuk ditonton bermain.
Pertanyaan tersebut diajukan oleh pembawa acara Kate Scott kepada panel CBS Sports yang terdiri dari Henry, Jamie Carragher, dan Micah Richards usai pertandingan Liga Champions, Rabu malam waktu setempat.
Sebagai salah satu pemain paling menghibur sepanjang masa, Henry tentu dianggap sosok yang tepat untuk menjawab pertanyaan tersebut. Selama masa jayanya di Arsenal (1999–2007), penyerang asal Prancis itu menjadi ikon klub London Utara dengan torehan 228 gol — termasuk 175 gol di Premier League — sekaligus membantu The Gunners meraih dua gelar liga dan tiga Piala FA.
Namun kini, menurut banyak pengamat, sepak bola modern dinilai semakin kaku dan terlalu taktikal. Pemain lebih banyak mengikuti instruksi pelatih daripada mengekspresikan kreativitas di lapangan, seperti generasi sebelumnya.
Di Premier League musim 2025/26, misalnya, gaya lemparan jauh (long throw-in) tengah menjadi tren. Rata-rata terdapat 3,85 lemparan jauh ke kotak penalti per laga, naik drastis dari musim sebelumnya yang hanya 1,52 kali per pertandingan.
Carragher sendiri termasuk yang mengkritik tren tersebut dengan menyebutnya “membosankan”. Meski begitu, sesekali masih muncul pemain yang punya gaya bermain bebas dan berani mengambil risiko — tipe pemain yang membuat penonton rela membayar tiket hanya untuk melihatnya beraksi.
Dalam beberapa musim terakhir, nama seperti Cole Palmer (Chelsea) dan Jack Grealish (yang kini dipinjamkan ke Everton dari Manchester City) disebut-sebut sebagai contoh pemain dengan kreativitas tinggi dan kebebasan bermain di lapangan.
Ketika pembahasan berlanjut ke segmen “In The Mixer” di acara CBS Sports Golazo, Richards dan Carragher kompak menyebut nama Lamine Yamal, wonderkid Barcelona dan Timnas Spanyol, sebagai pemain muda yang paling menarik untuk disaksikan.
“Lamine [Yamal], dia benar-benar membuat saya bersemangat,” ujar Richards.
“Aku juga akan bilang dia,” timpal Carragher sebelum melempar pertanyaan ke Henry.
Namun, Henry justru memberikan jawaban berbeda.
“Pemain terakhir yang benar-benar akan saya bayar untuk ditonton? Eden Hazard,” ungkapnya.
Carragher sempat bercanda dengan menyebut “Ekitike”, tapi Henry dan Richards langsung menolak sambil tertawa.

Meski tidak menyebut Yamal dalam kesempatan itu, Henry sebelumnya sudah pernah memuji pemain muda Barcelona tersebut dalam wawancara eksklusif dengan SPORTbible pada Mei lalu.
“Aku akan jelaskan alasannya — bukan karena hal yang kalian pikirkan,” kata Henry waktu itu.
“Yang membuatku terkesan adalah kematangannya.”
Pernyataan ini mempertegas pandangan Henry bahwa pemain seperti Hazard dan Yamal adalah sosok langka di era sepak bola modern — pemain yang masih berani bermain dengan kebebasan dan keindahan khas permainan sejati.


