BerandaEntertainmentSigi Wimala hingga Tutie...

Sigi Wimala hingga Tutie Kirana Hadir di Red Carpet TIFF 2026, Film Desember Jani Siap World Premiere

TERMINALNEWS.ID, TOKYO — Film Desember Jani karya sutradara Ariani Darmawan resmi memulai perjalanan internasionalnya di Tokyo International Film Festival (TIFF) 2026.

Mengusung kisah kehangatan keluarga Indonesia, film produksi Palari Films ini melangkah ke panggung dunia melalui program kompetisi Asian Future sebelum tayang di bioskop Indonesia pada 10 Desember 2026.

Jajaran pemeran Desember Jani, yakni Sigi Wimala, Chempa Puteri, Tutie Kirana, dan Hyori Mika, tampil di karpet merah bersama sutradara Ariani Darmawan dan produser Meiske Taurisia dalam pembukaan TIFF ke-39 di kawasan Hibiya-Ginza, Tokyo, Senin (26/10) malam waktu setempat.

Kehadiran mereka membawa potret kebersamaan lintas generasi yang menjadi inti cerita film tersebut. Empat pemeran utama merepresentasikan empat perempuan dalam satu keluarga, yaitu Tutie Kirana sebagai Oma, Sigi Wimala sebagai Winnie, Chempa Puteri sebagai Jani, dan Hyori Mika sebagai Julia.

Melalui kisah yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, Desember Jani mengangkat dinamika hubungan ibu dan anak, rahasia dalam keluarga, serta cara setiap anggota keluarga mengungkapkan kasih sayang.

Sutradara Ariani Darmawan mengaku terharu dapat membawa Desember Jani ke panggung kompetisi Asian Future bersama para pemain yang telah menghidupkan kisah keluarga tersebut.

“Saya ingin mengajak penonton di Tokyo International Film Festival untuk masuk ke rumah, ke sebuah mikrokosmos, bahkan ke kamar keempat karakter di film ini, untuk mendengarkan perasaan-perasaan terdalam mereka,” ujar Ariani.

Kisah sederhana tentang cinta dan rahasia keluarga

Desember Jani berkisah tentang Jani (Chempa Puteri), gadis berusia 13 tahun yang menunggu kepulangan kakaknya, Julia (Hyori Mika), setelah meninggalkan rumah tanpa pamit.

Baca Juga :   ArumtaLa Akan Bercerita Melalui Mini Album Perdananya

Jani menyalahkan ibunya, Winnie (Sigi Wimala), seorang ibu tunggal yang terus bekerja demi menghidupi keluarga, sembari memendam rasa bersalah. Di tengah situasi tersebut, Oma (Tutie Kirana), yang sehari-hari berjualan lumpia, menjadi sosok tempat Jani menemukan kenyamanan.

Namun, Jani menyimpan sebuah rahasia. Ia sebenarnya mengetahui bahwa Julia baik-baik saja dan diam-diam masih berkomunikasi dengan kakaknya itu.

Dalam rentang empat hari pada bulan Desember, Jani dihadapkan pada pilihan untuk terus menyimpan rahasia atau mengungkapkan kebenaran. Keputusan tersebut membawa empat perempuan dalam keluarga itu menuju percakapan yang selama ini mereka hindari.

Bagi Sigi Wimala, cerita Desember Jani terasa hangat karena menggambarkan cara anggota keluarga mengekspresikan kasih sayang, yang tidak selalu disampaikan melalui kata-kata.

“Saat pertama kali menerima cerita ini, saya merasa sangat hangat sekali, karena berbicara mengenai love language dalam sebuah keluarga. Desember Jani merupakan kisah slice of life yang sederhana, tapi kita semua relate karena itu terjadi di kehidupan kita masing-masing, dan semoga kehangatan ceritanya beresonansi ke audiens di Tokyo,” kata Sigi, pemeran Winnie.

Bersaing di kompetisi Asian Future TIFF 2026

Keikutsertaan Desember Jani dalam kompetisi Asian Future menjadi langkah penting bagi film ini untuk memperkenalkan cerita keluarga Indonesia kepada penonton internasional.

Baca Juga :   RRI DUKUNG PENUH ANUGERAH KARTINI MUSIK & FILM INDONESIA 2025

Program Asian Future merupakan kompetisi di TIFF yang ditujukan untuk mendukung sineas Asia yang sedang berkembang, dengan menyeleksi film debut hingga film panjang ketiga. Film-film terpilih bersaing untuk memperebutkan penghargaan Asian Future Best Film Award.

Produser Meiske Taurisia menilai, terpilihnya Desember Jani dalam program tersebut menunjukkan bahwa kisah lokal yang disampaikan secara jujur dapat menjangkau penonton lintas budaya.

“Kompetisi Asian Future adalah ruang kurasi bergengsi bagi sutradara baru dengan visi sinematik yang kuat di Asia. Kehadiran Desember Jani di panggung ini mengukuhkan bahwa narasi lokal yang jujur dan menyentuh memiliki daya pikat universal. Ini adalah langkah awal yang indah sebelum film ini akhirnya pulang menemui penontonnya di Indonesia,” ujar Meiske.

Partisipasi ini sekaligus menambah perjalanan Palari Films di sirkuit festival internasional. Sebelumnya, rumah produksi tersebut membawa Monster Pabrik Rambut ke Berlinale 2026.

TIFF sendiri merupakan festival film tahunan di Jepang yang memasuki penyelenggaraan ke-39 pada 2026. Festival ini juga menjadi ajang penting bagi perfilman internasional untuk mempertemukan sineas, pelaku industri, dan penonton dari berbagai negara.

Tayang perdana di Tokyo sebelum hadir di bioskop Indonesia

Setelah tampil dalam seremoni karpet merah, Desember Jani dijadwalkan menjalani penayangan perdana dunia (World Premiere) di TIFF pada Selasa (27/10) pukul 17.10 waktu setempat. Film ini juga dijadwalkan kembali diputar pada Kamis (29/10) pukul 13.30 waktu setempat di Tokyo.

Baca Juga :   Methods Untuk Diri: “Pulanglah” dan Keberanian Mengakui Lelah

Rangkaian pemutaran tersebut menjadi bagian dari perjalanan internasional Desember Jani sebelum menyapa penonton di Tanah Air. Film ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 10 Desember 2026.

Desember Jani disutradarai oleh Ariani Darmawan dengan naskah yang ditulis Cyntha Hariadi. Film ini diproduseri Meiske Taurisia dan Muhammad Zaidy, serta menghadirkan Luna Maya sebagai produser eksekutif.

Selain informasi mengenai film, publik dapat mengakses laman resmi Palari Films di https://www.palarifilms.com/desemberjani.

Tentang Palari Films

Palari Films merupakan perusahaan produksi film yang didirikan di Jakarta pada 2016 dan dipimpin oleh produser Meiske Taurisia serta Muhammad Zaidy.

Palari Films mencatatkan prestasi di kancah internasional melalui film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas, yang meraih Golden Leopard, penghargaan tertinggi di Festival Film Locarno ke-74.

Film-film produksi Palari Films lainnya meliputi Kabut Berduri (2024), Dear David (2023), omnibus Piknik Pesona (2022), Ali & Ratu-Ratu Queens (2021), Aruna & Lidahnya (2018), dan Posesif (2017).

Pada 2026, Monster Pabrik Rambut juga meraih sejumlah penghargaan, termasuk Best Screenplay, Special Jury Mention for Practical Effect, dan Best Production Design di ajang festival film di Montreal dan Swiss.

Melalui karya-karyanya, Palari Films berupaya menghadirkan film-film yang unik, berkualitas, serta memiliki daya tarik bagi penonton Indonesia maupun internasional.

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Waves of Weave Hadir di Museum Nasional, Angkat Kekayaan Wastra dan Kebaya Asia Tenggara

TERMINALNEWS.ID, JAKARTA – Jakarta Fashion Week (JFW) berkolaborasi dengan Kementerian Pariwisata...

Manchester United: Eddie Howe Jadi Kandidat Terkuat Pengganti Michael Carrick 

TERMINALNEWS.ID, MANCHESTER — Posisi Michael Carrick sebagai pelatih Manchester United mulai...

Superkomputer Opta Prediksi Klasemen Akhir La Liga 2026/2027: Barcelona Juara, Real Madrid Jadi Runner-up

TERMINALNEWS.ID, MADRID - Superkomputer Opta memprediksi Barcelona akan kembali menjuarai La...

Ballon d’Or Tak Berhadiah Uang, tetapi Bisa Mendatangkan Bonus Miliaran Rupiah

TERMINALNEWS.ID, BERN – Ballon d’Or dikenal sebagai penghargaan individu paling bergengsi...

- A word from our sponsors -