BerandaNewsNasionalRieke Diah Pitaloka: Kemenkop...

Rieke Diah Pitaloka: Kemenkop Kepanjangan Tangan dari Pemerintah Harus Ditempatkan Sebagai Pengendali Utama Data Koperasi

TERMINALNEWS.ID, JAKARTA – Dr. Rieke Diah Pitaloka, Anggota Komisi XIII DPR RI Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya lima orang calon manajer Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) beberapa waktu lalu saat sedang mengikuti serangkaian pelatihan Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI).

Kelima peserta yang wafat yaitu Yonanda Muhammad Taufiq (Sumatera Selatan), Anisa Muyassaroh (Kalimantan Timur), Novia Rahmadhani Sihotang (Sumatera Utara), Muhammad Rifki Renaldi Gunawan (Jawa Barat), dan Nola Dya Sari (Kalimantan Barat).

Rieke menyoroti bahwa program mulia dari pemerintah yaitu KDKMP dan juga Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) merupakan wujud keberpihakan pemerintah untuk mendorong pemerataan kesejahteraan seluruh masyarakat Indonesia. Kedua program ini sebagai wujud implementasi amanat Pasal 33 UUD NRI Tahun 1945 untuk memperkuat ekonomi rakyat desa dan pesisir.

Baca Juga :   Pastikan Keamanan Obvitnas, PGN Lampung Diaudit Polri

Rieke menjelaskan bahwa dalam merealisasikan program percepatan pembangunan ekonomi masyarakat melalui KDKMP dan KNMP pemerintah tidak boleh mengabaikan prinsip negara hukum dan penghormatan terhadap hak asasi manusia. Rieke mengapresiasi langkah Kementerian Pertahanan (kemenhan) yang melakukan evaluasi total terhadap seluruh sistem pelatihan tersebut termasuk melakukan penghentian sementara materi pelatihan yang berisiko.

“Langkah tersebut penting, tetapi harus diikuti pembenahan regulasi. Peristiwa ini menunjukkan bahwa Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2026 dan Keputusan Presiden Nomor 7 Tahun 2026 terindikasi kuat masih menyisakan ruang kosong norma,” ucap Rieke dalam keterangannya, Sabtu (4/7).

Kekosongan aturan hukum yang dimaksud antara lain mengenai status hukum peserta, perlindungan hak, jaminan sosial, pembagian kewenangan, serta pertanggungjawaban negara selama proses pembentukan karakter sebelum hubungan kerja terbentuk.

Dalam perspektif hukum dan HAM, setiap warga negara yang mengikuti program resmi pemerintah berhak atas kepastian hukum, perlindungan hak hidup, kesehatan, keselamatan, dan jaminan sosial.

Baca Juga :   Sisca dan Vita Dapat Ucapan Selamat UlangTahun dari Ketum dan Mantan Ketum PWI Pusat

“Negara harus menjamin kepastian status hukum, hak, kewajiban, perlindungan ketenagakerjaan, keselamatan kerja, dan jaminan sosial bagi seluruh SDM sejak ditetapkan sebagai peserta program,” ulasnya.

Oleh karena itu, Rieke berpendapat bahwa Kementerian Koperasi (Kemenkop) sebagai kepanjangan tangan dari pemerintah perlu ditempatkan sebagai pengendali utama data koperasi.

Pasalnya para calon manajer KDKMP yang saat ini masih menjalani pelatihan nantinya akan bertanggung jawab atas KDKMP di seluruh Indonesia dimana Kemenkop berkepentingan untuk memastikan operasionalisasinya berjalan dengan baik dan lancar.

Kemenkop juga perlu memastikan hak-hak masyarakat mendapat informasi yang benar terkait dengan pelaksanaan KDKMP di seluruh Indonesia sehingga integrasi data perlu disentralisasi dimana Kemenkop menjadi Kementerian yang dinilai paling tepat sebagai pusat informasi koperasi nasional.

“Kementerian Koperasi sebagai lead ministry sekaligus Walidata Koperasi, dengan Satu Dashboard Koperasi Nasional dalam kerangka Satu Data Indonesia yang dikoordinasikan Kementerian PPN/Bappenas,” ujarnya.

Baca Juga :   BNI Siapkan Rp19,74 T Uang Tunai,menyambut Natal dan Tahhn Baru

Selain itu Rieke mendukung Presiden Prabowo Subianto menerbitkan Peraturan Presiden tentang Tata Kelola KDKMP-KMP sebagai regulasi induk yang mengintegrasikan kelembagaan, SDM, sarana prasarana, penugasan BUMN, pembiayaan, pengawasan, dan perlindungan HAM.

Rieke menambahkan bahwa keberhasilan KDKMP dan KNMP tidak hanya diukur dari jumlah koperasi yang dibentuk. Namun dengan jumlah yang begitu besar negara juga harus mampu menghadirkan kepastian hukum, melindungi manusia yang mengelolanya, dan mewujudkan kesejahteraan rakyat secara berkeadilan.

DPR RI memastikan siap mendukung dan siap mengawal seluruh program strategis pemerintah khususnya dalam hal ini KDKMP dan KNMP dengan tetap memperhatikan setiap hak asasi manusia saat menjalankan program tersebut.

“Pemerintah perlu memperkuat tata kelola KDKMP-KNMP yang transparan, akuntabel, profesional, dan bebas korupsi melalui pengawasan lintas kementerian/lembaga serta partisipasi masyarakat,” katanya.

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

David Foster Bantah Disebut Menyindir Meghan Markle, Sebut Video Viral Menyesatkan

TERMINALNEWS.ID, LOS ANGELES - Produser musik legendaris David Foster angkat bicara...

Paris Jackson Ungkap Momen Pertama Bertemu Sang Ibu, Debbie Rowe: “Hey, Mom”

TERMINALNEWS.ID, LOS ANGELES — Paris Jackson mengenang momen emosional sekaligus sederhana...

Kemenpar dan Danantara Perkuat Kolaborasi Dorong Investasi Pariwisata Indonesia

TERMINALNEWS.ID, JAKARTA – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memperkuat kolaborasi dengan Badan Pengelola...

Arsenal Terima Mahar Pelepasan Martin Zubimendi Rp1,69 triliun

TERMINALNEWS.ID, LONDON – Arsenal dilaporkan telah mengambil keputusan terkait masa depan...

- A word from our sponsors -