JAKARTA, TERMINALNEWS.ID — Anugerah Jurnalistik Muhammad Hoesni Thamrin (MHT) 52-2026 mencatat lonjakan partisipasi yang mencolok sejak resmi dibuka. Hingga Kamis (2/4) sore, jumlah karya yang masuk hampir menyentuh angka 600 entri dari berbagai kategori yang dilombakan.
Dari total tersebut, kategori foto menjadi penyumbang terbanyak dengan 230 karya, disusul kategori teks sebanyak 120 karya. Sementara itu, kategori video TV terestrial mencapai 80 karya dan video streaming 50 karya.
Adapun kategori lain seperti tajuk rencana, infografis, dan radio masing-masing mencatat 20, 10, dan 15 karya.
Ketua Panitia MHT Awards 52-2026, Arman Suparman, menilai tingginya partisipasi ini mencerminkan semangat kompetisi yang sehat di kalangan jurnalis serta meningkatnya perhatian terhadap kualitas karya jurnalistik.
“Ini menunjukkan bahwa para jurnalis terus berupaya menghadirkan karya terbaiknya, sekaligus menandakan bahwa ajang ini dipercaya sebagai ruang apresiasi yang kredibel,” ungkap Arman Suparman.
Menurutnya, panitia akan memastikan seluruh proses seleksi berjalan ketat dan profesional guna menjaga standar kualitas penghargaan yang telah terbangun selama ini.
Tak hanya kategori utama, panitia juga menghadirkan kategori khusus dalam rangka menyambut 500 tahun Jakarta. Kategori ini difokuskan pada karya feature yang mengangkat perjalanan dan perkembangan ibu kota, baik dalam format tulisan maupun audiovisual berdurasi 6–15 menit.
Sementara itu, Ketua Dewan Juri MHT Awards 52-2026, Bagus Sudarmanto, menjelaskan bahwa kategori khusus memiliki mekanisme berbeda. Tidak ada tahap nominasi, melainkan langsung menetapkan empat pemenang terbaik dari masing-masing jenis karya.
“Kami langsung memilih empat pemenang untuk kategori khusus, tanpa melalui proses nominasi,” jelas Bagus Sudarmanto.
Pengiriman karya untuk kategori khusus dibuka sejak 1 Maret hingga 30 Juni 2026, memberikan ruang bagi jurnalis untuk mengeksplorasi berbagai perspektif tentang Jakarta, mulai dari sejarah, perubahan sosial, hingga tantangan masa depan kota.
Sedangkan Ketua PWI Jaya, Kesit Budi Handoyo, menegaskan pentingnya kolaborasi antara insan pers dan pemerintah daerah dalam menjaga kualitas informasi publik.
Ia juga mengungkapkan bahwa pihaknya tengah mengupayakan agar malam puncak penganugerahan kembali digelar di Balai Agung, Pemprov DKI Jakarta.
“Kami berharap penyelenggaraan tahun ini bisa kembali digelar di Balai Agung, dan komunikasi dengan Pemprov DKI terus kami lakukan,” kata Kesit.
Anugerah Jurnalistik M.H. Thamrin sendiri merupakan agenda tahunan PWI Jaya yang terselenggara melalui kerja sama dengan Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Pemprov DKI Jakarta.
Ajang ini tidak hanya menjadi bentuk penghargaan bagi insan pers, tetapi juga diharapkan mampu mendorong lahirnya karya jurnalistik yang berkualitas, berimbang, dan berpihak pada kepentingan publik.
Informasi lebih lanjut terkait MHT Awards 52-2026 dapat diakses melalui kanal resmi PWI Jaya di media sosial maupun situs web resminya.

