BOGOR, TERMINALNEWS.ID, – Rans Simba Bogor tampil percaya diri di setiap pertandingan sehingga mampu mencatat rekor sempurna tidak terkalahkan di 4 laga awal Kompetisi IBL Musim 2024. Kemenangan terakhir di laga keempat atas tuan rumah Tangerang Hawks, Minggu malam, 28 Januari 2024, diperoleh secara dramatis dengan keunggulan hanya 1 point 83-82.
Dengan kemenangan ini pasukan Coach Wahyu Widayat Jati mencatat rekor belum tersentuh kekalahan (4-0) dalam empat laga hingga pekan ketiga. Kemenangan beruntun ini didapatkan Rans Simba dari dua laga home dan 2 laga away berkat kerjasama tim yang bagus baik dalam menyerang maupun dalam bertahan.
Sama seperti musim lalu catatan Rans memang punya kolektifitas tim yang bagus. Namun ada yang perlu digaris bawahi dalam performa Rans Simba Bogor di tahun pertama Wahyu Widayat Jati menjabat sebagai pelatih kepala.

Mantan pebasket Timnas Indonesia ini terlihat berhasil menyatukan pemain asing dan pemain lokalnya dengan sangat baik. Karena itu, tidak ada pemain asing di Rans Simba yang lebih menonjol di banding lainnya, terutama dalam hal poin.
Rans Simba Bogor beruntung memiliki pemain heritage Devon Van Oostrum, point guard yang bisa membaca permainan dengan sangat baik. Point guard baru Rans ini memiliki tinggi badan cukup tinggi yaitu 189 cm sehingga mampu berduel dengan pemain Big Man lawan.
Selain itu, Devon mampu mengatur tempo permainan dan membagi bola sama baiknya. Tidak heran apabila Devon Van Oostrum menjadi jantung permainan Rans Simba yang sekarang sangat membahayakan lini pertahanan lawan dengan catatan rata-rata assist 10,3 apg dalam empat laga.

Kalau untuk produtifitas poin, Rans masih di bawah Dewa United Banten dan Satria Muda Pertamina Jakarta, dengan 85,3 ppg. Namun mereka punya efisiensi serangan yang baik. Terutama di bawah ring, dengan adanya tower baru Jerome Jordan yang memiliki tinggi badan 2.12 meter sebagai jangkar.
Di sisi lain, jika Rans butuh kecepatan, maka mereka cukup menurunkan Le’Bryan Nash, yang mampu mencetak 18,0 ppg sejauh ini. Permainan Rans sekarang memang cocok bila dikaitkan dengan sang pelatih Wahyu Widayat Jati.
Mantan pemain Timnas Indonesia yang dulunya juga merupakan legenda frontcourt basket Indonesia tersebut memang sejak awal ingin merubah pola permainan Rans PIK Basketball dari safety menjadi lebih offensive.
Rans juga memiliki pertahanan yang cukup baik dimana Jerome jordan menjadi pilar utama didampingi Le Bryan Nash dan Malik Jhamari Dunbar serta para pemain lokal yang kini berani melakukan blocking saat lawan melakukan shooting.

Tidak heran jika Rans kini menjadi tim ketiga yang punya average block tertinggi (4,5) di bawah Dewa United dan Hangtuah Jakarta. Dan, menempati urutan pertama dengan average defensiver rebound tertinggi (38,8) hingga pekan ketiga.
Jadi kunci dibalik kesuksesan Rans hingga pekan ketiga adalah defense mereka yang bagus, akurasi tembakan yang baik dan juga kolektifitas tim. Selanjutnya, pada pekan keempat, Rans akan bertandang ke Sritex Arena, markas Kesatria Bengawan Solo.


