JAKARTA, TERMINALNEWS.ID – Kompetisi Liga 1 2024-2025 telah memasuki pekan ke-21, dan meskipun liga berjalan dengan lancar, masih ada sejumlah pihak yang mengungkapkan ketidakpuasan terkait kinerja wasit yang memimpin pertandingan.
Video Assistant Referee (VAR) telah diterapkan, namun keluhan dan protes dari klub-klub peserta masih terus bermunculan, menunjukkan bahwa banyak yang merasa keputusan-keputusan wasit belum memadai.
Menyikapi hal ini, Wakil Ketua Komite Wasit PSSI, Yoshimi Ogawa, memberikan tanggapannya secara terbuka. Dalam wawancara di GBK Arena, Senayan, Jakarta, pada Jumat (31/1/2025), Ogawa mengakui bahwa meski kinerja wasit Liga 1 musim ini sudah mengalami peningkatan, masih ada sejumlah kekurangan yang harus dibenahi.
Pihaknya pun menyadari bahwa ketidakpuasan klub-klub dan suporter masih menjadi bagian dari dinamika kompetisi.
Yoshimi Ogawa menegaskan bahwa kualitas wasit Liga 1 di musim 2024-2025 sudah lebih baik jika dibandingkan dengan musim sebelumnya.
Menurut Ogawa, meski masih ada protes dari berbagai pihak, secara keseluruhan performa wasit di Indonesia menunjukkan progres yang signifikan.
“Sejujurnya, saya percaya dan yakin bahwa performa wasit serta asisten di Liga 1 kalau dibandingkan musim lalu sudah meningkat,” ujar Yoshimi Ogawa.
Dia menilai bahwa di musim sebelumnya, khususnya Liga 1 2023-2024, banyak sekali kontroversi yang melibatkan keputusan wasit. Namun, di musim ini, meskipun sampai pekan ke-20, banyak keputusan yang diambil oleh wasit lebih tepat dan memuaskan.
“Walau begitu, untuk semua klub, apabila wasit kami membuat kesalahan, mereka tentu kurang senang,” tambahnya.
Ogawa pun mengakui bahwa ia memahami kekecewaan dari suporter yang merasa tim kesayangannya dirugikan dengan keputusan-keputusan wasit.
“Begitu pula suporter di media sosial, mereka pasti kurang senang akan hal itu. Kami bisa memahaminya,” ungkapnya.
Protes dari suporter, menurut Ogawa, adalah hal yang wajar. Suporter yang merasa timnya dirugikan tentu akan kecewa dan menyuarakan pendapatnya, baik di media sosial maupun melalui jalur resmi. “Suporter dari tim yang dirugikan pasti tidak puas, kami paham,” tegasnya.
Meskipun demikian, Ogawa menambahkan bahwa Komite Wasit PSSI tidak menutup mata terhadap protes-protes ini. Mereka terus melakukan evaluasi terhadap kinerja wasit, baik dari segi ketepatan keputusan maupun kemampuan mereka dalam menghadapi tekanan dari pemain dan suporter di lapangan.
Yoshimi Ogawa juga menyampaikan bahwa meski ada wasit yang menunjukkan kinerja baik dengan membuat keputusan yang tepat dan adil, masih ada sebagian wasit yang perlu meningkatkan kualitas kepemimpinan mereka. Hal ini merupakan bagian dari proses panjang dalam memperbaiki sistem wasit di Indonesia.
“Memang masih ada protes dari beberapa pihak. Kami memaklumi karena dalam evaluasi kami, kami menemukan ada beberapa kinerja yang masih perlu ditingkatkan,” ujar Ogawa.
Di sisi lain, Komite Wasit PSSI mengaku terus berupaya untuk memperbaiki kualitas wasit yang ada. Untuk itu, mereka pun tidak henti-hentinya melanjutkan program pengembangan bagi para wasit dan asisten wasit.
Program-program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan teknis wasit agar dapat memimpin pertandingan dengan lebih baik dan mengurangi potensi kesalahan dalam pengambilan keputusan.
“Tetapi, secara umum, jika kalian lihat performa mereka, kami belum sepenuhnya senang namun kami bisa mengembangkan mereka,” ungkap Ogawa.
Program pengembangan yang dijalankan oleh PSSI bertujuan agar setiap wasit semakin terampil dalam menghadapi tantangan di lapangan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memberikan pelatihan tambahan serta evaluasi berkala. Dengan begitu, kualitas pengambilan keputusan wasit diharapkan dapat terus membaik sepanjang kompetisi.
Meski Liga 1 2024-2025 menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam hal kinerja wasit, tantangan besar tetap ada. Yoshimi Ogawa dan Komite Wasit PSSI berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas wasit melalui evaluasi berkelanjutan dan program pelatihan.
Walaupun protes masih datang dari klub dan suporter, langkah-langkah ini diharapkan dapat mengurangi kesalahan keputusan dan memastikan pertandingan yang lebih adil di sisa musim ini.

