BerandaNewsEsai & OpiniPROSES PEMBINAAN USIA MUDA...

PROSES PEMBINAAN USIA MUDA ITU WAJIB HUKUMNYA, BUKAN WACANA

OLEH: Y Erwiyantoro

MBAH COCO dulu pernah nulis soal Spanyol 2008. Luis Aragones bingung cari gelandang bertahan buat 4-1-4-1. Xabi Alonso dicoret. Jatuhlah pilihan ke Marcos Senna.

“Marcos Senna pemain Spanyol?”
Lahir di Brasil bro. Tapi udah 5 tahun di Villarreal. Dia naturalisasi sendiri karena mau jadi warga negara, bukan ngejar timnas. Pas statusnya sah, RFEF langsung acc. Dia jadi pemain naturalisasi pertama Spanyol. Hasilnya? Juara EURO 2008.

Itu intermezzo

Pelajarannya di sini: Spanyol udah mikirin sistem dari dulu. Pantas Didier Deschamps sampai ngaku kalah kelas setelah Prancis dibantai 0-2 di semifinal Piala Dunia 2026.

Padahal Prancis tim paling konsisten. 3x semifinal berturut-turut: 2018, 2022, 2026. Tapi Rabu 15 Juli dini hari, tim favorit bareng Argentina itu dibuat kayak tim tarkam sama Spanyol.

Baca Juga :   Malam Tirakatan dan Refleksi Kebudayaan HUT RI ke 79

Bedanya di mana? Di Cantera

Spanyol udah koleksi 4 trofi besar: EURO 2008, Piala Dunia 2010, Nations League 2023, EURO 2024. Itu hasil panen.

Bibitnya ditanam puluhan tahun lewat 1 kata: Cantera.

Cantera itu akademi. Tapi bukan akademi pajangan. Di Spanyol, ini hukum wajib.

Fokusnya cuma 3:
1. Teknik dasar sampai jadi darah daging
2. Otak taktik tiki-taka
3. Karakter buat tembus tim utama

Pemain gak nunggu dibeli dari luar. Dibikin sendiri dari umur 8 tahun. Semua klub La Liga wajib punya akademi yang nyambung ke tim utama. Latihannya? Rondo, permainan posisi, small-sided match. Tiap hari dijejali keputusan seperti di pertandingan beneran.

Hasilnya pas naik senior udah otomatis.
Lihat Yamal, Pedri, Gavi. Scanning dulu baru minta bola. Tenang pas dipress. Oper 1-2 sentuhan. Pede di ruang sempit.

Baca Juga :   GENERASI MUDA DAN AGEN PERDAMAIAN Oleh : Inggar Saputra

Itu bukan bakat. Itu hasil pabrik. Dan itu persis yang kita latih di Train Effective Camps.

Lah terus PSSI gimana?
Ini tamparannya.

Kita masih sibuk cari pemain keturunan, naturalisasi buru-buru, beli pemain jadi. Klub-klub masih mikir tim utama dulu, akademi belakangan. SSB jalan sendiri-sendiri, gak ada standar.

Spanyol dulu juga gitu. Punya bakat tapi mentok. EURO 2004 aja gugur di grup. Pas semua klub kompak pake sistem Cantera yang sama, baru meledak.

Buktinya di lapangan:
Olise si “jenius” mati kutu lawan Pedro Porro. Padahal di Spurs Porro biasa aja.
Pau Cubarsi umur 17 bikin Mbappe frustasi.
Dembele peraih Ballon d’Or 2025 dibuat kewalahan Laporte + Cucurella.

Baca Juga :   Indonesia Bakal Terancam Di Banned IOC, Timnas Sepakbola Bisa Gagal Tampil Di Piala Dunia 2026

Deschamps sendiri ngaku taktiknya kalah sama De la Fuente. Gol kedua Spanyol lahir dari bek sayap yang over lapping hasil latihan positioning dari kecil.

Bakat “Benua Hitam” Prancis selama 30 tahun kalah sama sistem. Karena sistem jalan di semua klub, dengan standar yang sama.

Mau juara dunia? Stop cari jalan pintas.
Bangun Cantera versi Indonesia. Wajibkan semua klub punya akademi berstandar. Seragamkan kurikulum dari Sabang sampai Merauke.

Kalau tidak, kita akan terus jadi penonton. Sementara Spanyol terus panen dengan Tiki-Taka Jilid 2 nya.

Editor: TOMMY R ARIEF

*Y Erwiyantoro, Jurnalis senior Sepakbola

WhatsApp Image 2026 07 17 at 13.09.26

 

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Ferry Juliantono Resmi Buka Pelatihan Manajer KDKMP

TERMINALNEWS.ID, CIMAHI – Kementerian Koperasi (Kemenkop) resmi memulai program pelatihan dan...

Sambangi Masjid dan Warga Cileungsi Kidul, Program Jumat Berkah Wartawan Bagikan Ratusan Nasi Boks

TERMINALNEWS.ID, BOGOR – Program Jumat Berkah Wartawan (PJBW) kembali menebar kepedulian...

FIFA Berpotensi Ubah Aturan Jelang Final Piala Dunia 2026 Akibat Polusi Asap Kebakaran Hutan

TERMINALNEWS.ID, NEW YORK – FIFA berpotensi melakukan perubahan mendadak terhadap jalannya...

Ferry Juliantono Apresiasi 34 Pemenang Best Cooperatives Sustainability Performance Award 2026

TERMINALNEWS.ID, JAKARTA - Kementerian Koperasi (Kemenkop) memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan...

- A word from our sponsors -

spot_img