JAKARTA, TERMINALNEWS.ID – Pengurus Provinsi Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (Pengprov PGSI) DKI Jakarta tetap menjalankan program latihan bagi para atletnya selama bulan Ramadan.
Latihan ini digelar setiap Senin dan Jumat sore di GOR Ragunan, Jakarta Selatan, hingga menjelang waktu berbuka puasa.
Ketua Pengprov PGSI DKI Jakarta, H. Heru Pujihartono, menegaskan bahwa kontinuitas latihan sangat penting untuk menjaga performa atlet agar tetap siap menghadapi berbagai kejuaraan, baik nasional maupun regional.
“Kontinuitas latihan perlu dilakukan untuk merawat sekaligus mempertahankan kesinambungan prestasi,” ujar Heru, yang baru saja terpilih sebagai Ketua Pengprov PGSI DKI Jakarta periode 2024-2028.
Heru sendiri bukan sosok baru di dunia gulat. Sebelumnya, ia sukses membawa tim gulat DKI Jakarta berlaga di PON XXI 2024 Aceh-Sumut dengan hasil gemilang, meraih dua medali emas, satu perak, dan dua perunggu (2-1-2).
Ketua Komisi Pelatihan PGSI DKI Jakarta, Rahman Joko Triyono, menjelaskan bahwa program latihan selama Ramadan tetap berjalan dan diikuti oleh 85 atlet dari berbagai kategori, termasuk atlet Pembinaan Olahraga Prestasi Berkelanjutan (PPOB), Pusat Pelatihan Olahraga Pelajar (PPOP), Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Mahasiswa (PPLM), serta tim Pelatda Gulat DKI Jakarta.
“Program latihan ini rutin kami gelar meskipun di bulan Ramadan. Sesi latihan dilakukan menjelang berbuka puasa dan diakhiri dengan buka puasa bersama,” kata Rahman, Jumat (14/3) di GOR Ragunan, Jakarta Selatan.
Dalam sesi latihan ini, para atlet difokuskan pada pengulangan teknik dan sparring dengan sesama atlet dari berbagai kategori. Program ini juga menjadi bagian dari persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII 2028 yang akan digelar di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Kami menargetkan hasil yang lebih baik di PON 2028. Dengan latihan yang konsisten, kami yakin bisa meningkatkan prestasi dari PON sebelumnya,” tambah Rahman.
Pada PON XXI 2024 Aceh-Sumut, tim gulat DKI Jakarta tampil impresif dengan raihan dua emas, satu perak, dan dua perunggu. Medali emas dipersembahkan oleh Mohammad Rudiansyah (Gaya Bebas Kelas 97kg) dan Andika Sulaeman (Gaya Greco Kelas 77kg).
Sementara itu, medali perak diraih oleh Desya Leonora Djamaniua (Gaya Bebas Kelas 57kg putri), yang meskipun baru pertama kali berlaga di PON, mampu menembus final.
Dua medali perunggu disumbangkan oleh Selfi Ajeng Safitri (Gaya Bebas Kelas 50kg putri) dan Ahmad Zinedine Zidane (Gaya Greco Kelas 67kg).
Keberhasilan ini tidak lepas dari program pembinaan berkelanjutan yang diterapkan di PGSI DKI Jakarta. Salah satu atlet muda berbakat, Desya Leonora Djamaniua, menjadi perhatian karena potensinya yang besar.
“Desya masih 16 tahun dan sudah meraih perak di PON. Kami yakin dia bisa menjadi andalan DKI Jakarta di event-event nasional mendatang,” ujar Rahman.
Dengan persiapan matang, latihan yang berkelanjutan, dan regenerasi atlet yang baik, PGSI DKI Jakarta optimistis dapat meraih hasil yang lebih gemilang di PON XXII 2028 mendatang.

