JAKARTA, TERMINALNEWS.ID – Prestasi membanggakan ditorehkan LetdaPerwira Umat Buddha Ini Ukir Sejarah, Raih Adhi Makayasa AAL 2025 Laut (P) Menanda Putra Duta yang berhasil meraih penghargaan Adhi Makayasa 2025 dari Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan ke-70. Ia tak hanya dinobatkan sebagai lulusan terbaik, tetapi juga mencatat sejarah sebagai keturunan Tionghoa pertama yang meraih penghargaan tertinggi tersebut. Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Presiden RI, Prabowo Subianto.
Dalam keterangannya, Menanda mengungkapkan rasa bangga dan haru atas pencapaian tersebut. Ia menyebut penghargaan Adhi Makayasa sebagai momen luar biasa dalam hidupnya.
“Perasaan saya tentunya sangat bangga dan senang sekali, karena ini merupakan kesempatan yang sangat luar biasa bagi saya,” ujar Menanda, Sabtu (25/4).
Bagi Menanda, penghargaan ini bukan sekadar simbol prestasi, melainkan pengingat untuk terus menjaga kinerja dan dedikasi sebagai perwira TNI Angkatan Laut. Ia menegaskan komitmennya untuk selalu menjalankan tugas dengan optimal.
“Penghargaan ini sangat penting bagi saya karena menjadi pengingat agar terus melaksanakan tugas dengan baik dan selalu berada pada performa terbaik,” katanya.
Menariknya, Menanda mengaku tidak pernah secara khusus menargetkan gelar Adhi Makayasa sejak awal. Ia lebih memilih fokus menjalani pendidikan dengan penuh tanggung jawab dan konsistensi.
“Pada awalnya saya tidak berpikir untuk menjadi Adhi Makayasa. Yang saya lakukan sehari-hari adalah melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, memberikan yang terbaik untuk institusi, banyak belajar, dan menghindari pelanggaran,” jelasnya.
Ia juga menyoroti bahwa tantangan terbesar selama menempuh pendidikan di AAL justru berasal dari diri sendiri, terutama dalam menjaga disiplin di tengah aturan yang ketat.
“Tantangan sebenarnya adalah pada diri sendiri, karena kita hidup berdampingan dengan aturan yang mengikat,” ungkapnya.
Menanda menilai, keberhasilannya bukan karena merasa paling mampu, melainkan karena konsistensi dalam memberikan usaha terbaik di setiap proses.
“Pada dasarnya saya tidak merasa mampu. Penghargaan ini adalah reward. Dalam pendidikan, saya hanya berusaha memberikan yang terbaik dan menghindari pelanggaran sekecil apa pun,” tegasnya.
Sebagai perwira keturunan Tionghoa beragama Buddha pertama yang meraih Adhi Makayasa di AAL, Menanda memaknai pencapaiannya sebagai bukti kuatnya nilai toleransi di tubuh TNI.
“Maknanya sangat mendalam, karena ini menunjukkan kepada publik bahwa toleransi di TNI sangat tinggi dan tidak membedakan etnis,” ujarnya.
Ia juga menekankan peran besar keluarga dalam perjalanan pendidikannya. Dukungan moral yang diberikan menjadi faktor penting di balik keberhasilannya.
“Peran keluarga sangat besar. Mereka adalah support system yang memberikan dampak besar selama saya menjalani pendidikan,” katanya.

Sebagai perwira TNI AL, Menanda berkomitmen untuk terus memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara.
“Prinsip saya adalah memberikan karya terbaik bagi masyarakat, bangsa, negara, dan dunia,” ucapnya.
Ke depan, ia optimistis TNI Angkatan Laut akan semakin berkembang, seiring penguatan alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang tengah digencarkan pemerintah.
“Angkatan Laut akan berkembang sangat besar karena Indonesia saat ini berada pada tahap pengembangan alutsista dalam skala besar,” jelasnya.
Menutup pernyataannya, Menanda menyampaikan pesan inspiratif kepada generasi muda agar berani bermimpi dan bekerja keras untuk mewujudkannya.
“Berani bermimpi, dan ingat, ‘won’t work unless you do’,” pungkasnya.


