TERMINALNEWS.ID – Hanya hitungan jam sebelum pemenang Ballon d’Or 2025 diumumkan, kabar menarik muncul dari balik proses pemungutan suara ajang bergengsi tersebut.
Seorang mantan perwakilan Argentina dilaporkan kehilangan hak suaranya setelah dianggap tidak objektif dalam memilih lima pemain teratas.
Seperti diketahui, Ballon d’Or diputuskan oleh juri internasional yang terdiri dari jurnalis olahraga terpilih.
Aturannya, satu negara hanya diwakili satu jurnalis dari media kredibel, dengan batasan 100 negara peringkat teratas FIFA untuk kategori putra dan 50 negara untuk kategori putri.
Setiap juri wajib memilih 10 pemain dari daftar 30 nominasi dengan urutan prestasi. Pemain yang dipilih diberi poin 15, 12, 10, 8, 7, 5, 4, 3, 2, dan 1. Kriteria penilaian mencakup performa individu, kontribusi menentukan, prestasi tim, serta sikap fair play.
Vincent Garcia, Pemimpin Redaksi France Football, mengungkapkan bahwa seorang jurnalis Argentina dicoret dari daftar juri pada edisi 2023 lalu.
Alasannya, sang jurnalis memilih empat pemain Argentina sekaligus—Lionel Messi, Lautaro Martinez, Julian Alvarez, dan Emiliano Martinez—sebagai lima besar pilihannya.
“Menurut saya, ia kehilangan objektivitas. Karena itu kami menggantinya dengan jurnalis lain dan ia tidak lagi memberikan suara,” ujar Garcia kepada The Times pada 2024.
Pada edisi 2023 itu, Lionel Messi keluar sebagai pemenang Ballon d’Or untuk kedelapan kalinya.
Skandal ‘Jurnalis Palsu’ di Ballon d’Or
Ini bukan pertama kalinya proses pemungutan suara Ballon d’Or menuai kontroversi. Setelah seremoni 2018 yang dimenangkan Luka Modric, publik dikejutkan dengan kabar adanya jurnalis palsu yang ikut memberikan suara.
Seorang bernama Abdou Bonia dari Komoro tercatat sebagai jurnalis albaladcomores.com. Namun, media tersebut sudah tidak aktif selama enam tahun dan tidak pernah mempekerjakan orang bernama Bonia.
Meski suara palsu itu tak berpengaruh besar terhadap hasil akhir—Modric tetap menjadi pemenang dengan 277 poin—kejadian ini sempat mencoreng kredibilitas ajang penghargaan paling bergengsi di dunia sepak bola tersebut.

