OLEH : ALEX PALIT
Kurang afdol rasanya, kalau kemarin saya menulis di Terminalnews (9/2), “Elpamas Masih Eksis”, tidak menyambung ke Toto Tewel, pemain gitar dari grup rock asal Pandaan – Pasuruan, Jawa Timur ini.
Sebelum namanya mengorbit sebagai penyandang the best guitarist – Festival Rock se-Indonesia, pria kelahiran Malang – Jawa Timur, 1 Januari 1958, bernama Emmanuel Herry Hertoto alias Toto Tewel ini mengaku sudah ngeband sejak kelas 5 se-kolah dasar gabung di Mugred dan Kikis Band mengiring penyanyi Mira Tania, juga pernah gabung Craters, Elviera, Q-Red, Cosindos, Dewa Band, dan Ogle Eyes.
Kala itu Ogle Eyes yang berformasikan Toto Tewel (gitar), Lexy Rumanggit (bas), Wiwied (dram) dan Micky Jaguar sebagai vokalis dijuluki “Mick Jagger Indonesia” termasuk grup band yang diperhitungkan di panggung musik rock Indonesia.

Selain ngerock, Toto Tewel juga gabung di Q Red bersama Edot (bas), Lucky (kibor) dan Rudi Subekti (dram) memainkan jazz fusion. Bahkan grup band ini sempat tampil mengiringi bintang tamu Micky Jaguar, Deddy Stanzah, Ebiet G Ade dan Gombloh. Selain itu juga membentuk Dewa Band dengan formasi Dullah Gowi (vokal), Toto Tewel (gitar), Edot (bas), Totok Ogle Eyes (kibor), Wiwied (dram).
Tahun 1984, dari Malang hijrah ke Surabaya bergabung di LCC Band. Dengan formasi Toto Tewel (gitar), Edot (bas), Rush Tato (dram) dan Chetty Wulansari & Sapto (vokal), mereka pun tampil mengikuti Festival Rock se-Indonesia I (1984) yang digelar Log Zhelebour, alhasil menggondol juara kedua, dan Toto Tewel pun terpilih sebagai gitaris terbaik dan Chetty Wulansari memperoleh predi-kat vokalis wanita terbaik.
Di tahun berikutnya, Toto Tewel bergabung di grup band asal Pandaan – Pasuruan, Elpamas. Dengan formasi Dullah Gowi (vokal), Toto Tewel (gitar), Didik Sucahyo (bas), Edi Darome (kibor), Rush Tato (dram) dan Toto Tewel (gitar), berhasil merebut juara pertama. Ia kembali mendapatkan predikat sebagai the best guitarist.
Disusul tahun berikutnya, Elpamas kembali mengikuti festival rock yang digelar Log Zhelebour, dan harus puas menduduki peringkat dua, dibawah Grass Rock (Surabaya) juara pertamanya. Lagi-lagi untuk ketiga-kalinya Toto Tewel terpilih sebagai the best guitaris.
Nama Toto Tewel semakin berkibar seiring reputasinya tiga kali berturut-turut menyandang predikat the best guitarist di ajang Festival Rock se-Indonesia pada gelaran tahun 1984, 1985 dan 1986. Atas raihan prestasinya ini mengorbitkan namanya bertengger dideretan atas gitaris rock Indonesia. Tak heran bila namanya bertengger sebagai salah satu gitaris rock terbaik Indonesia.
Bahkan ketika Ian Antono mundur dari God Bless merekomendasikan Toto Tewel sebagai penggantinya, tapi ditolaknya dengan alasan bahwa ia tidak mau meninggalkan Elpamas yang secara historis grup band asal Pandaan – Pasuruan ini ikut andil membesar-kan namanya di pentas rock. Lalu God Bless pun merekrut Eet Syahranie.
Selain tetap di Elpamas, ia juga direkrut gabung di Swami, Dalbo, Sirkus Barock, Kantata Takwa dan Iwan Fals Band. Ia juga banyak membantu mengisi gitar dalam proyek album rekaman sejum-lah artis, diantaranya Bangkit Sanjaya, Ikang Fawzi, Anggun C Sasmi, Yossie Lucky, Ita Purnamasari, Hengky Supit, Mel Shandy, Sawung Jabo.
Termasuk mengisi gitar dan bas di album Gombloh – Lemon Tress Anno ’69. “Waktu itu aku sempat dekat dan sering runtang-runtung jalan bareng dengan Gombloh, bahkan dia juga sering main ke rumah, juga ngajak aku ke Surabaya, dan aku langsung dibawa ke studio ngisi gitar, tapi aku lupa semua di album apa saja. Bahkan aku pernah diajak Gombloh main di acara kawinan (resepsi pernikahan),” kenang musisi “Seribu Artis”. Kalau kita lacak, setidaknya ada nama Totok di album Nadia & Atmospheer (1978), Terimakasih Indonesia-ku (19981) dan Berita Cuaca (1982) yang tak lain adalah Toto Tewel.
Selain dikenal sebagai gitaris, Toto Tewel juga menunjukkan kapasitasitasnya sebagai seorang aranjer menggarap lagu Bila Engkau Izinkan (Hengky Supit) di album keroyokan 10 Ten Rock Vocalist (Logiss Record, 1995), Isi Hati (Hengky Supit), juga menggarap mu-sik album solo Setiawan Djody – Misteri Cinta dan Warning! Global Warning.
Gitaris Elpamas inipun dipercaya oleh Franky Sahilatua menggarap musik album Perahu Retak (1996) dan single lagu Menangis (1999), lewat lagu ciptaan Franky Sahilatua dan Iwan Fals yang video klipnya mengangkat kebakaran hutan dan lahan ini, ia mendapat pujian yang menyebut bahwa lagu ini sebagai master piece Toto Tewel dalam menunjukkan kapasitasnya sebagai seorang aranjer dan gitaris berskill tinggi.
Setelah 45 tahun malang-melintang di panggung rock, akhirnya Toto Tewel berhasil mewujudkan obsesinya punya album solois instrumental bertitel Miberdhewen (2018), dan sebuah single berirama jazzy berjudul Rumah Ibu (2019).
* Alex Palit, jurnalis penulis buku Sejarah musik “Festival Rock se-Indonesia I – X Log Zhelebour”.

