BerandaNewsNasionalPengamanan Humanis Jadi Kunci...

Pengamanan Humanis Jadi Kunci Sukses Sidang Pleno XII FABC 2026 di Jakarta

TERMINALNEWS.ID, JAKARTA – Kesuksesan penyelenggaraan Sidang Pleno XII Federation of Asian Bishops’ Conferences (FABC) 2026 di Jakarta tidak hanya tercermin dari kelancaran agenda para uskup Katolik se-Asia.

Di balik itu, sistem pengamanan yang mengedepankan pendekatan humanis turut menjadi faktor penting yang membuat seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan nyaman.

Tim pengamanan yang dipimpin Brigjen TNI (Purn.) P. Gunung Sarasmoro dan Irjen Pol (Purn.) Herry Dahana, keduanya berasal dari Ordinariatus Castrensis Indonesia (OCI) atau Keuskupan Umat Katolik di lingkungan TNI-Polri, memilih strategi yang tidak mencolok. Fokus mereka adalah menciptakan rasa aman tanpa mengganggu suasana ibadah dan dialog.

Gunung Sarasmoro mengatakan, ukuran keberhasilan pengamanan bukan terletak pada banyaknya personel yang terlihat, melainkan ketika peserta dapat menjalankan seluruh agenda dengan tenang.

“Kami mengusung konsep security that is present, but not intrusive. Keamanan harus hadir, tetapi tidak mengganggu. Para peserta harus merasa bebas berdoa, berdialog, dan mengikuti seluruh kegiatan tanpa merasa diawasi secara berlebihan,” ujarnya.

Menurutnya, konsep tersebut diterapkan melalui sistem pengamanan yang adaptif, berbasis pencegahan, serta didukung pendekatan yang ramah agar tetap mencerminkan keramahan Indonesia kepada tamu internasional.

Baca Juga :   LKPJ 2025 Dipaparkan di Paripurna, Wabup Yusuf Nakhe Soroti Kinerja Pembangunan Nisel

Senada dengan itu, Herry Dahana menilai keamanan dan pelayanan tidak bisa dipisahkan dalam sebuah acara internasional.

“Petugas kami bukan hanya menjalankan fungsi pengamanan, tetapi juga menjadi wajah pertama Indonesia yang ditemui para delegasi sejak tiba di Bandara Soekarno-Hatta. Karena itu, sikap sopan, komunikasi yang baik, dan penghormatan terhadap keberagaman menjadi bagian dari tugas mereka,” katanya.

Ia menjelaskan, tantangan pengamanan saat ini semakin kompleks. Ancaman tidak lagi terbatas pada aspek fisik, tetapi juga mencakup berbagai risiko yang berkembang di ruang digital. Untuk mengantisipasi hal tersebut, tim pengamanan mengedepankan deteksi dini, koordinasi lintas instansi, pertukaran informasi secara cepat, dan kesiapsiagaan yang terukur.

Keberhasilan pengamanan, lanjut Gunung Sarasmoro, merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari TNI, Polri, pemerintah, pengelola kawasan bandara, panitia FABC, OCI, hingga unsur pendukung lainnya.

Baca Juga :   DPP IMORI: Ada Indikasi Dugaan Korupsi Anggaran PON Aceh-Sumut 2024

“Tidak ada satu institusi yang bisa bekerja sendiri. Semua menjalankan perannya masing-masing dengan tujuan yang sama, yaitu memberikan rasa aman kepada seluruh peserta,” ungkapnya.

Persiapan pengamanan juga dilakukan jauh sebelum acara dimulai melalui pemetaan risiko secara menyeluruh. Berbagai potensi kerawanan diidentifikasi, langkah mitigasi disusun, hingga rencana kontinjensi disiapkan, termasuk untuk agenda yang melibatkan tamu VIP.

“Setiap potensi risiko harus dikelola sebelum berkembang menjadi ancaman nyata, dengan tetap menghormati kenyamanan dan privasi para tamu,” kata Herry.

Bagi Gunung Sarasmoro, suksesnya penyelenggaraan Sidang Pleno XII FABC menjadi bukti bahwa Indonesia mampu menjadi tuan rumah bagi forum internasional yang mengedepankan dialog lintas bangsa dan lintas agama.

“Kehadiran para uskup dari berbagai negara yang dapat menjalankan seluruh kegiatan dengan aman menunjukkan Indonesia memiliki modal sosial berupa toleransi, persaudaraan, dan semangat hidup berdampingan dalam keberagaman,” ujarnya.

Sementara itu, Herry menegaskan bahwa makna keamanan jauh melampaui upaya menjaga ketertiban.

“Hakikat keamanan adalah melindungi martabat manusia. Ketika seseorang merasa aman, ia dapat beribadah, bekerja, dan berdialog tanpa rasa takut. Itulah bentuk pelayanan kepada sesama,” tuturnya.

Baca Juga :   INABUYER B2B2G EXPO 2025 Diresmikan, Dorong UMKM Jadi Pemain Utama Rantai Pasok Nasional

Gunung Sarasmoro menambahkan, keberhasilan pengamanan juga dibangun di atas kepercayaan antarpihak.

“Pengamanan yang efektif tidak hanya bergantung pada personel atau peralatan, tetapi juga kepercayaan. Ketika komunikasi dan koordinasi terjalin dengan baik, setiap persoalan dapat diselesaikan lebih cepat,” katanya.

Menurutnya, penghargaan terbesar bagi tim pengamanan bukan sekadar nihilnya insiden selama penyelenggaraan FABC, melainkan ketika para peserta kembali ke negaranya dengan membawa kesan positif tentang Indonesia.

“Mereka pulang dengan perasaan aman, dihormati, dan diterima sebagai saudara. Itulah pencapaian yang paling membanggakan bagi kami,” ujarnya.

Di akhir keterangannya, Herry mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memandang keamanan sebagai tanggung jawab bersama.

“Perdamaian lahir dari sikap saling menghormati, menaati aturan, menjaga toleransi, menolak kekerasan, dan peduli terhadap sesama. Jika kesadaran itu dimiliki seluruh elemen bangsa, Indonesia akan semakin kuat sebagai negara yang damai dan dihormati dunia,” pungkasnya.

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Cristiano Ronaldo Minta Al-Nassr Datangkan Bruno Fernandes

TERMINALNEWS.ID, RIYADH - Cristiano Ronaldo dikabarkan ingin membantu membangun kembali kekuatan...

Manchester United Siapkan Skema Tukar Tambah untuk Datangkan Manu Koné dari AS Roma

TERMINALNEWS.ID, MANCHESTER - Manchester United dikabarkan tengah menyiapkan strategi khusus untuk...

Liverpool Dapat Angin Segar, Bradley Barcola Tolak Kontrak Baru dengan PSG

TERMINALNEWS.ID, LIVERPOOL – Liverpool mendapat dorongan besar dalam upayanya memboyong winger...

Makayoa-Kie Besi Domino Open 2026: 260 Pasangan Berburu Mahkota Jakarta

TERMINALNEWS.ID, JAKARTA - Semangat kebersamaan Makayoa-Kie Besi akan kembali membara. Open...

- A word from our sponsors -