LONDON, TERMINALNEWS.ID – Beberapa penggemar Arsenal melontarkan kritik kepada Declan Rice setelah mendengar komentarnya dalam wawancara pasca pertandingan usai hasil imbang 1-1 melawan Manchester United di Old Trafford.
Arsenal hanya membawa pulang satu poin dari laga ini, yang membuat mereka tertinggal 15 poin dari pemuncak klasemen Premier League, Liverpool. Mikel Arteta bahkan menolak menjawab pertanyaan mengenai selisih poin di puncak klasemen.
Manchester United unggul lebih dulu melalui gol dari tendangan bebas Bruno Fernandes yang menjadi sorotan karena posisi pagar betis Arsenal dinilai kurang tepat. Namun, Rice berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-74 dengan penyelesaian yang rapi.
Komentar Declan Rice Memicu Reaksi
Setelah pertandingan, Rice berbicara kepada Sky Sports dan mengungkapkan pendapatnya tentang hasil laga tersebut. Ia mengkritik performa timnya di babak pertama yang kurang tajam dalam penyelesaian akhir serta menyebut Arsenal “naif” karena hampir kebobolan di menit-menit akhir.
“Di babak pertama, kami memainkan beberapa kombinasi cantik, tetapi tidak memiliki ketajaman dalam penyelesaian akhir. Babak kedua, kami melakukan kesalahan yang tidak pernah kami lakukan sepanjang musim. Kami sangat naif dalam 10 menit terakhir dan hampir memberikan kemenangan kepada Manchester United,” ujarnya.
“Itu adalah kebodohan dari kami, tetapi kami bisa bangkit dan terus menekan. Kami memiliki peluang lain melalui Martinelli. Ini adalah pertandingan yang berjalan ketat dan mungkin hasil imbang adalah yang paling adil,” tambahnya.

Rice juga menyoroti taktik bertahan Manchester United yang bermain dengan blok rendah, membandingkannya dengan kemenangan 7-1 Arsenal atas PSV Eindhoven di Liga Champions.
“Kami mencetak tujuh gol di tengah pekan dan itu bukan keberuntungan. PSV belum pernah kalah di kandang selama dua setengah tahun, tetapi kami tampil penuh tenaga,” katanya. “Hari ini, kami mencoba dengan intensitas dan ancaman yang sama, tetapi Manchester United bertahan dengan blok rendah dan sangat disiplin.”
Beragam Reaksi dari Pendukung Arsenal
Meskipun Rice memberikan analisis mendalam, beberapa penggemar Arsenal di media sosial justru mengkritik wawancaranya.
Seorang pengguna X menulis: “Rice mengoceh hal yang tidak masuk akal lagi. Kita seharusnya bersyukur tidak kalah. Ini alasan mengapa saya mulai kehilangan respek padanya sebagai pemain. Golnya bagus, tapi dia terlalu menurut.”
Pengguna lain berkomentar: “Rice memang baik, tapi pemain baik tidak memenangkan gelar. Kita butuh pemain dengan mental baja di lini tengah.”
Namun, ada juga yang membela sang gelandang: “Wawancara yang jujur dari Rice, terlihat jelas dia frustrasi. Sebenarnya kita yang mengecewakan dia.”

Penggemar lain bahkan memuji sikap kepemimpinan Rice: “Ingin sekali melihat Declan Rice menjadi kapten Arsenal suatu hari nanti. Dia pemimpin sejati.”
Mentalitas Arsenal Disorot Roy Keane
Legenda Manchester United, Roy Keane, turut mengomentari performa Arsenal dan menyebut wawancara Rice sebagai bukti bahwa The Gunners sudah kehilangan mental juara.
“Liverpool tidak akan khawatir dengan Arsenal… Mereka akan melihat Arsenal seolah-olah sudah menyerah dalam perburuan gelar,” ujarnya.
“Saat menonton pertandingan, saya berpikir ‘di mana Arsenal yang seharusnya bermain dengan mentalitas juara?’ Seharusnya mereka tetap mencari cara untuk menang. Namun, yang terjadi justru sebaliknya, Manchester United yang hampir menang di akhir laga.”

Dengan hasil imbang ini, Arsenal semakin sulit untuk mengejar Liverpool di puncak klasemen.
Mereka harus segera bangkit jika ingin tetap bersaing dalam perebutan gelar Premier League musim ini.

