JAKARTA, TERMINALNEWS.ID – Keindahan Pulau Bali kembali mencuri perhatian dunia internasional. Kali ini, pujian datang dari pelatih dan atlet tim anggar Chinese Taipei yang tengah mengikuti Kejuaraan Anggar Asia 2025 di Bali International Convention Centre, Nusa Dua, yang berlangsung pada 17–23 Juni 2025.
Usai menjalani rangkaian pertandingan yang cukup intens, pelatih tim Chinese Taipei, Chen Po Hsu, menyatakan kekagumannya terhadap eksotisme dan keramahan Bali.
Dalam wawancara yang dilakukan di Nusa Dua, Bali, pada Selasa (17/6), Chen mengungkapkan niatnya untuk memperpanjang masa tinggalnya di Pulau Dewata demi menikmati wisata yang ditawarkan.
“Saya senang bisa datang ke Bali yang terkenal di seluruh dunia. Setelah kejuaraan selesai, saya berencana tinggal selama sepekan untuk menikmati tempat-tempat wisata di sini,” ujar Chen Po Hsu yang saat ini baru berusia 26 tahun.
Selain keindahan alam dan suasana tropis yang menenangkan, Chen juga mengungkapkan ketertarikannya pada kuliner khas Bali.
“Saya suka makanan lokal di sini, rasanya sangat khas dan berbeda. Ini pengalaman kuliner yang menyenangkan,” tambahnya.
Sementara itu, semangat serupa juga dirasakan oleh salah satu atlet anggar Chinese Taipei, Yeh Ying Ti.
Atlet muda ini mengaku sudah lama penasaran dengan keindahan Bali, dan mengungkapkan bahwa ia ingin memanfaatkan waktu usai pertandingan untuk berlibur di beberapa destinasi ikonik.
“Setelah selesai bertanding, saya ingin tinggal selama satu minggu di Bali. Saya ingin mengunjungi Pantai Kuta dan Pantai Sanur. Katanya, di Kuta kita bisa menikmati sunset yang sangat indah, dan di Sanur bisa melihat sunrise. Saya ingin merasakan sendiri keindahan itu,” ujar Yeh Ying Ti dengan antusias.
Pujian dari para delegasi Chinese Taipei ini menjadi bukti nyata bahwa penyelenggaraan event olahraga internasional bukan hanya berdampak pada sektor olahraga semata, melainkan juga memberikan kontribusi signifikan terhadap sektor pariwisata daerah.
Kejuaraan Anggar Asia 2025 yang berlangsung di Bali ini diikuti oleh lebih dari 30 negara Asia, dan menjadi ajang pembuktian bahwa Indonesia, khususnya Bali, mampu menggelar event bertaraf internasional dengan penyelenggaraan yang profesional dan fasilitas memadai.
Pihak panitia lokal pun menyambut baik ketertarikan para peserta untuk menikmati wisata lokal.
“Kami memang berharap para atlet dan ofisial dari negara peserta tidak hanya datang untuk bertanding, tapi juga bisa membawa pulang kenangan indah dari Bali. Ini adalah bagian dari strategi promosi sport tourism yang kami dorong,” ujar perwakilan panitia dari Federasi Anggar Indonesia (IKASI) yang enggan disebutkan namanya.
Menurutnya, respons positif dari kontingen Chinese Taipei diharapkan menjadi promosi tidak langsung yang sangat efektif untuk mendatangkan lebih banyak wisatawan mancanegara, khususnya dari kawasan Asia Timur.
Sektor pariwisata dan olahraga memang tengah didorong untuk bersinergi dalam berbagai program pemerintah, terutama dalam konteks pemulihan ekonomi dan penguatan citra Indonesia sebagai destinasi unggulan dunia.
Wakil dari Dinas Pariwisata Provinsi Bali yang turut hadir dalam penyelenggaraan kejuaraan ini menyatakan bahwa sport tourism menjadi salah satu sektor prioritas untuk menarik wisatawan dengan profil khusus.
“Wisatawan seperti atlet dan ofisial olahraga memiliki karakteristik yang berbeda. Mereka datang tidak hanya untuk rekreasi, tapi juga membawa dampak langsung bagi promosi destinasi secara global,” jelasnya.
Kegiatan seperti Kejuaraan Anggar Asia 2025 ini diharapkan menjadi contoh sukses dari integrasi antara event olahraga dan promosi pariwisata.
Apalagi Bali dikenal sebagai destinasi unggulan dunia dengan fasilitas dan daya tarik yang mendukung berbagai segmen wisata.
Ketertarikan peserta untuk memperpanjang masa tinggal mereka juga membuka peluang ekonomi tambahan bagi pelaku usaha lokal, mulai dari hotel, restoran, hingga penyedia jasa tur dan transportasi.
Banyak peserta yang sejak awal memang sudah merencanakan liburan usai pertandingan, sehingga potensi perputaran ekonomi dari segmen ini cukup signifikan.
Dengan semakin banyaknya event internasional yang digelar di Indonesia, khususnya Bali, pemerintah daerah dan pusat diharapkan dapat terus mendorong kolaborasi lintas sektor untuk menjadikan sport tourism sebagai kekuatan ekonomi baru.
Kejuaraan Anggar Asia 2025 ini menjadi salah satu contoh konkret bagaimana sport tourism bisa menjadi sarana diplomasi budaya sekaligus promosi wisata yang elegan dan efektif.


