LIVERPOOL, TERMINALNEWS.ID – Perayaan gelar juara Premier League Liverpool pada Senin (27/5) berakhir dengan insiden mengerikan setelah seorang pria menabrakkan mobil ke kerumunan suporter di Water Street, Liverpool.
Polisi menyatakan bahwa hingga 28 Mei, jumlah korban luka telah mencapai 79 orang, termasuk empat anak-anak. Tujuh orang di antaranya masih dirawat di rumah sakit.
Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 18.00 waktu setempat, saat ribuan suporter memadati jalanan pusat kota untuk merayakan gelar Premier League kedua dalam sejarah klub.
Namun suasana berubah mencekam ketika sebuah mobil jenis Ford Galaxy menerobos kerumunan.

Pelaku Diduga Lakukan Percobaan Pembunuhan
Polisi Merseyside mengonfirmasi bahwa pengemudi mobil, pria berusia 53 tahun, telah ditangkap pada Selasa (28/5) dengan tuduhan percobaan pembunuhan dan mengemudi di bawah pengaruh narkoba.
Pria tersebut saat ini masih ditahan setelah polisi mendapatkan perpanjangan waktu pemeriksaan.
Identitas Pelaku dan Reaksi Tetangga
Menurut laporan Daily Mail, pria yang kini menjadi tersangka itu dikenal sebagai sosok keluarga yang baik.
Ia merupakan ayah dari tiga anak dan tinggal di sebuah rumah mewah senilai 300.000 pound di kawasan tenang. Ia juga diketahui pernah menjadi direktur dua perusahaan.
Beberapa tetangganya mengaku terkejut atas insiden ini. Mereka menyebut pelaku sebagai “pria yang luar biasa” dan “ayah yang penuh perhatian”. Salah satu tetangga mengatakan, “Ini benar-benar di luar dugaan. Dia pernah membantu kami saat alarm rumah berbunyi. Anak-anaknya juga sangat sopan.”

Tetangga lainnya menyatakan bahwa pria tersebut mungkin mengalami tekanan atau gangguan mental sesaat sebelum kejadian.
“Mungkin dia panik atau sedang mengalami gangguan. Ini sungguh menyedihkan, baik bagi keluarganya maupun para korban,” ujarnya.
Akan Dikenai Dakwaan?
Sumber dari The Mirror menyebut bahwa tetangga lain sempat bercanda soal kehadiran polisi di lingkungan mereka, namun akhirnya terkejut setelah mengetahui pria tersebut benar-benar ditangkap.
Laporan terbaru menyebut bahwa pria berusia 53 tahun itu kemungkinan besar akan dikenai dakwaan dalam waktu dekat.
Insiden ini menjadi luka dalam perayaan bersejarah Liverpool, yang seharusnya menjadi momen penuh kebanggaan bagi klub dan para pendukungnya.


