BerandaDaerahPasar Seni ITB 2025:...

Pasar Seni ITB 2025: Seni, Budaya, dan Diplomasi yang Menyatu di Kota Bandung

BANDUNG,TERMINALNEWS.ID — Setelah tertidur lebih dari satu dekade, Pasar Seni ITB kembali menggeliat dengan semangat baru. Acara yang digelar oleh Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Teknologi Bandung ini hadir dengan tema “Laju Temu Laku”, menjadi simbol kebangkitan tradisi seni yang telah mengakar sejak 1972.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana yang hadir membuka acara menilai Pasar Seni ITB 2025 sebagai bukti kuat bahwa kreativitas mampu menjadi jembatan diplomasi budaya sekaligus penggerak ekonomi pariwisata.

“Pasar Seni ITB bukan hanya ruang ekspresi, tetapi juga wahana kolaborasi lintas generasi yang memperkuat citra budaya Indonesia di mata dunia,” ujar Menpar Widiyanti di Kampus ITB Ganesha, Minggu (19/10).

Baca Juga :   Merawat Ingatan, Menarik Generasi: Revitalisasi Sunyi Radya Pustaka

Menurutnya, penyelenggaraan kembali Pasar Seni ITB sejalan dengan program Event by Indonesia yang digagas Kementerian Pariwisata. Program tersebut mendorong lahirnya kegiatan kreatif yang mampu menampilkan keindahan dan keberagaman budaya Nusantara sebagai daya tarik wisata berkelanjutan.

IMG 20251021 WA0040 IMG 20251021 WA0038

“Kegiatan ini memberi peluang bagi wisatawan untuk mengalami langsung kekayaan budaya dan semangat komunitas. Di sinilah pariwisata kreatif menemukan bentuk terbaiknya — berpihak pada masyarakat dan menghidupkan ekonomi lokal,” tambahnya.

Pasar Seni ITB tahun ini menjadi magnet bagi ribuan pengunjung, mulai dari seniman, desainer, pelajar, hingga komunitas kreatif. Mereka berpadu dalam atmosfer perayaan seni yang meriah, diwarnai pameran karya, pertunjukan musik, lokakarya, dan bazar produk UMKM.

Baca Juga :   Pemulung Binaan di Shelter Humaniora Mulai Program Tabungan dan Dana Tali Kasih

Dalam acara tersebut, Menpar Widiyanti hadir bersama ibundanya, Kartini Basuki. Ia juga menyerahkan donasi lukisan bertajuk “Sukulen” karya sang ibu, yang akan dilelang bersama karya Soesilo Bambang Yudhoyono dan Nyoman Nuarta. Seluruh hasil lelang akan disalurkan untuk Dana Abadi ITB sebagai dukungan bagi mahasiswa berprestasi yang membutuhkan.

Lukisan “Sukulen” menggambarkan keteguhan hidup tanaman yang tumbuh di batang tua yang kering — simbol daya tahan dan keindahan di tengah perubahan waktu. “Karya ini mengingatkan kita bahwa seni adalah napas kehidupan yang terus mencari cahaya,” ujar Menpar.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan dan Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Kreatif Yovie Widiyanto turut hadir memberikan apresiasi terhadap kembalinya ikon budaya kampus tersebut.

Baca Juga :   Pramono Anung dan Rano Karno Pantau Jakarta Light Festival di Bundaran HI

“Dari Bandung, kota sejuta ide, kita buktikan bahwa kreativitas mampu menggerakkan bangsa,” tutup Menpar Widiyanti.|Foto :Istimewa

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Royalti Musik dan Keadilan Pencipta: Harapan Baru di Era Tata Kelola LMKN

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID — Tata kelola royalti dalam industri musik tidak semata berbicara...

GSW Pantura Jadi Proyek Strategis Nasional, Pemerintah Siapkan Otorita Khusus

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID— Proyek Giant Sea Wall (GSW) di kawasan Pantai Utara (Pantura)...

Polemik LMKN Kembali Mengemuka, LMK Klaim Sistem Royalti Rugikan Pencipta Lagu

JAKARTA,TERMINALNEWS ID— Polemik yang menyeret nama Lembaga Manajemen Kolektif Nasional kembali...

Arca “Mbah Bhelet” Dipindahkan, Fadli Zon Tekankan Penguatan Nilai Budaya Borobudur

MAGELANG,TERMINALNEWS.ID — Menteri Kebudayaan Fadli Zon menghadiri Ritual Ageng Boyongan Mbah...

- A word from our sponsors -

spot_img