JAKARTA, TERMINALNEWS.ID – Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Sambo Indonesia (PP Persambi), Krisna Bayu OLY, menegaskan pihaknya memahami kondisi keterbatasan anggaran Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) di bawah kepemimpinan Erick Thohir.
Oleh karena itu, ia menegaskan tidak ingin jumlah atlet Indonesia yang akan tampil di ajang multievent internasional dikurangi hanya demi membantu pembiayaan Kejuaraan Dunia Sambo Remaja dan Junior 2025.
Krisna Bayu menyadari beratnya beban anggaran yang dihadapi pemerintah, terutama dalam mendukung persiapan kontingen Merah Putih menuju tiga ajang besar pada akhir tahun ini.
Indonesia dijadwalkan mengikuti Asian Youth Games (AYG) 2025 di Manama, Bahrain pada 21–31 Oktober, kemudian Islamic Solidarity Games (ISG) di Riyadh, Arab Saudi pada 7–21 November, serta SEA Games ke-33 di Thailand pada 9–20 Desember 2025.
“Terus terang, Pak Menpora Erick Thohir sudah menyampaikan keinginannya membantu sejak serah terima jabatan. Sampai hari ini pun komunikasi kami tetap berjalan, dan beliau menyatakan keinginannya itu bilamana ada ruang anggaran,” kata Bayu di Jakarta, Selasa (30/9/2025).
Sebagai mantan atlet Olimpiade sekaligus anggota Komite Eksekutif NOC Indonesia, Krisna Bayu menilai kebutuhan anggaran untuk kontingen Indonesia di AYG, ISG, dan SEA Games jauh lebih mendesak dibandingkan penyelenggaraan Kejuaraan Dunia Sambo Remaja dan Junior.
“Saya memahami kondisi anggaran Kemenpora. Biarkan Pak Menpora fokus terlebih dahulu memenuhi kebutuhan kontingen Indonesia di tiga multievent itu. Saya tidak ingin jumlah adik-adik saya dari cabang olahraga lain yang sudah berkorban menjalani pelatnas dikurangi hanya karena membantu PP Persambi,” ujarnya.
Bayu menekankan bahwa sebagai bagian dari komunitas olahraga nasional, dirinya memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga kepentingan bersama.
Menurutnya, keberhasilan kontingen Indonesia di multievent internasional memiliki dampak yang lebih luas terhadap prestasi bangsa.
Meski demikian, Krisna Bayu memastikan Persambi tetap berkomitmen penuh menyukseskan penyelenggaraan World Youth and Junior Sambo Championship 2025 yang akan digelar di JSI Resort Megamendung, Bogor, Jawa Barat, pada 3–5 Oktober 2025.
Hingga saat ini, tercatat 400 atlet dari 33 negara telah memastikan keikutsertaan dalam ajang tersebut.
Indonesia sendiri akan menurunkan 33 atlet muda terbaik, hasil seleksi dari Kejuaraan Nasional Sambo Remaja dan Junior yang berlangsung di Padang, Sumatera Barat, pada 11–13 Juli 2025 lalu.
“Tak perlu khawatir. Saya akan menjaga nama baik Indonesia demi kesuksesan Kejuaraan Dunia Sambo Remaja dan Junior 2025, sama seperti ketika saya berjuang sebagai atlet untuk Merah Putih,” ujar Bayu.
Ia menambahkan, berbagai langkah alternatif telah disiapkan untuk menutupi kebutuhan anggaran tambahan.
Salah satunya dengan mencari dukungan sponsor maupun donatur yang peduli terhadap kemajuan olahraga nasional.
“Saya akan berusaha mencari tambahan anggaran dari sponsor atau pihak swasta. Ini harus dilakukan karena saya percaya perhatian Pak Menpora Erick Thohir maupun Ketua NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, terhadap perkembangan olahraga Indonesia sangat besar,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bayu menilai sinergi antara pemerintah, NOC, dan federasi olahraga sangat penting di tengah tantangan finansial yang ada.
Ia menegaskan Persambi tidak akan membebani Kemenpora lebih jauh, melainkan berupaya menjadi mitra yang solutif.
“Bagi kami, yang utama adalah menjaga nama baik bangsa. Sambo mungkin cabang olahraga baru berkembang di Indonesia, tapi kehadiran kejuaraan dunia di tanah air adalah kesempatan emas untuk menunjukkan kesiapan kita sebagai tuan rumah ajang internasional,” tuturnya.
Bayu menilai, keberhasilan penyelenggaraan kejuaraan ini dapat membuka jalan lebih lebar bagi promosi olahraga Sambo di Indonesia serta menarik minat generasi muda untuk terjun ke dunia olahraga.
Di sisi lain, Krisna Bayu juga menyampaikan dukungan penuh kepada Erick Thohir yang baru saja menjabat sebagai Menpora menggantikan Dito Ariotedjo.
Ia meyakini Erick memiliki visi besar dalam mengembangkan sport tourism dan prestasi olahraga Indonesia, meski harus menghadapi kendala keterbatasan anggaran.
“Beliau datang dengan semangat baru. Kami paham kondisi yang tidak mudah ini, tapi saya percaya di bawah kepemimpinan Pak Erick, olahraga Indonesia akan tetap bergerak maju,” kata Bayu.
Dengan waktu yang semakin dekat menuju kejuaraan, Krisna Bayu berharap dukungan dari seluruh pihak, baik pemerintah, dunia usaha, maupun masyarakat, agar Indonesia dapat tampil maksimal sebagai tuan rumah.
Ia juga menegaskan bahwa penyelenggaraan kejuaraan ini bukan hanya milik Persambi, melainkan momentum bersama untuk mengangkat nama Indonesia di kancah dunia.
“Ini bukan hanya soal Sambo, melainkan bagaimana kita semua bisa menunjukkan wajah Indonesia di mata dunia. Dengan dukungan bersama, saya yakin kejuaraan dunia ini bisa berjalan sukses,” pungkasnya.


