BerandaDaerahNormalisasi Alur Pelabuhan Pulau...

Normalisasi Alur Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu Makin Membaik, Pengerukan Capai Kedalaman Hingga -12,9 mLWS

BENGKULU,TERMINALNEWS.ID  – Upaya pemulihan fungsi alur pelayaran di Pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu, terus menunjukkan perkembangan menggembirakan. Proyek pengerukan yang berlangsung sejak Juni dan ditargetkan selesai pada Desember 2025 kini memasuki fase penting dengan capaian kedalaman yang semakin mendekati standar operasional.

Pemerintah pusat dan daerah memberikan dukungan penuh terhadap program normalisasi ini menyusul persoalan sedimentasi yang selama bertahun-tahun menghambat kelancaran operasional pelabuhan. Melalui koordinasi lintas instansi, proses pengerukan dilakukan secara terukur untuk mengembalikan kapasitas pelayaran di jalur utama Pelabuhan Pulau Baai.

Distrik Navigasi (Disnav) Tanjung Priok Tipe B menjadi salah satu unsur strategis dalam proyek ini. Meski tidak terlibat langsung sebagai pelaksana fisik pengerukan, Disnav berperan menjaga keselamatan pelayaran melalui pengaturan regulasi, pengawasan, serta menyediakan fasilitas navigasi sepanjang pekerjaan berlangsung.

Baca Juga :   Negeri Terlupakan di Nias Selatan: Warga Angorudua Balaekha “Menjerit” Minta Presiden dan Panglima TNI Turun Tangan

Dalam kunjungan kerjanya,Rabu (26/11) Capt. Mugen S, Direktur BLUNAV sekaligus Kadisnav Tipe B Tanjung Priok menekankan pentingnya kolaborasi antara PT Rukindo selaku pelaksana pengerukan dan Disnav yang melakukan survei bathimetri. Data hasil survei ini menjadi dasar penentuan tahapan pengerukan selanjutnya agar hasil akhir sesuai standar desain.

Proyek pengerukan sendiri dikerjakan oleh PT Pengerukan Indonesia menggunakan kapal keruk utama Costa Fortuna 3, jenis Cutter Suction Dredger (CSD) yang dirancang khusus untuk pekerjaan normalisasi alur.

Hingga November 2025, kedalaman alur tercatat bervariasi dari +2 hingga -12,9 meter LWS. Target awal adalah mencapai -4 meter LWS untuk jalur darurat, kemudian dilanjutkan hingga -6,5 meter LWS demi menunjang pergerakan kapal-kapal dengan draft hingga 3 meter secara aman.

Baca Juga :   'Mulai di Rodalink Aja' Gowes Mingguan Komunitas Plago 45+ di Kelapa Gading

Meski aktivitas pengerukan masih berlangsung, lalu lintas kapal di Pelabuhan Pulau Baai dilaporkan tetap lancar. Progres positif ini memberi ruang bagi kapal logistik untuk kembali beroperasi lebih optimal. Sejak Juli hingga akhir Agustus 2025, ratusan kapal tercatat keluar masuk membawa berbagai komoditas penting, menandai pemulihan signifikan aktivitas kepelabuhanan.

Normalisasi alur diharapkan dapat mengembalikan kemampuan kapal untuk berlayar dengan muatan penuh, yang pada akhirnya meningkatkan efisiensi distribusi logistik. Dampak ekonomi juga diproyeksi semakin terasa menjelang periode Natal dan Tahun Baru (Nataru), ketika kebutuhan pengangkutan barang meningkat tajam.

Pemulihan alur Pelabuhan Pulau Baai diyakini menjadi salah satu faktor pendorong pertumbuhan ekonomi Bengkulu ke depan, sekaligus memperkuat peran pelabuhan ini sebagai simpul penting distribusi barang di wilayah barat Sumatra.

Baca Juga :   Komunitas Sepeda Planet Gowes 45+ Gelar Gathering Seru di Cikarang

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Royalti Musik dan Keadilan Pencipta: Harapan Baru di Era Tata Kelola LMKN

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID — Tata kelola royalti dalam industri musik tidak semata berbicara...

GSW Pantura Jadi Proyek Strategis Nasional, Pemerintah Siapkan Otorita Khusus

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID— Proyek Giant Sea Wall (GSW) di kawasan Pantai Utara (Pantura)...

Polemik LMKN Kembali Mengemuka, LMK Klaim Sistem Royalti Rugikan Pencipta Lagu

JAKARTA,TERMINALNEWS ID— Polemik yang menyeret nama Lembaga Manajemen Kolektif Nasional kembali...

Arca “Mbah Bhelet” Dipindahkan, Fadli Zon Tekankan Penguatan Nilai Budaya Borobudur

MAGELANG,TERMINALNEWS.ID — Menteri Kebudayaan Fadli Zon menghadiri Ritual Ageng Boyongan Mbah...

- A word from our sponsors -

spot_img