JAKARTA, TERMINALNEWS.ID — Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) akan menggelar Rapat Anggota Luar Biasa (RALB) pada 15 Juli 2025 mendatang dengan agenda utama membahas rencana penerimaan lima organisasi cabang olahraga (cabor) baru sebagai anggota resmi.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya NOC Indonesia dalam memperkuat legalitas dan kesiapan federasi nasional yang akan mengirimkan atlet ke ajang-ajang multievent internasional, khususnya SEA Games 2025 yang akan digelar di Thailand pada 7–19 Desember mendatang.
Kelima cabor yang telah mengajukan permohonan resmi ke NOC Indonesia antara lain Indonesia Pingpong League (IPL), Pengurus Besar Tinju Indonesia (Perbati), Perkumpulan Piring Terbang Indonesia (PPTI), Tug of War Indonesia (Tarik Tambang), serta Camel Racing Indonesia.
“Langkah ini merupakan bagian dari komitmen NOC Indonesia untuk memastikan bahwa setiap cabor yang akan berpartisipasi dalam multievent olahraga telah memiliki keanggotaan resmi dalam struktur keolahragaan nasional,” ujar Jadi Rajagukguk, anggota Komite Eksekutif NOC Indonesia, dalam pernyataan tertulisnya, Senin (17/6/2025).
Menurut Jadi, urgensi paling tinggi terletak pada cabang tenis meja dan tinju yang direncanakan akan berlaga di SEA Games 2025.
Untuk itu, legalitas organisasi nasional yang menaungi para atlet harus dipastikan sejak dini demi kelancaran proses akreditasi serta validasi dari panitia penyelenggara dan federasi internasional.
“Khusus untuk tenis meja dan tinju, urgensinya sangat tinggi karena dua cabor ini akan tampil di SEA Games 2025. Maka penting bagi NOC memastikan legalitas dan kesiapan atlet dari organisasi yang resmi diakui,” tegas Jadi.
Selain itu, NOC Indonesia juga membuka ruang bagi cabang-cabang olahraga yang kini mulai dikenal di level internasional, meskipun masih berstatus sebagai cabang demonstrasi.
Piring Terbang dan Tarik Tambang termasuk dalam kategori ini dan dijadwalkan tampil dalam format ekshibisi di SEA Games mendatang.
Sementara Camel Racing dipastikan akan menjadi cabor resmi yang dipertandingkan di dua ajang besar lainnya: Asian Youth Games (AYG) dan Islamic Solidarity Games (ISG) 2025.
Jadi menekankan bahwa ketiga cabang tersebut telah memiliki afiliasi internasional yang sah dan telah diakui oleh Komite Olimpiade Internasional (IOC).
PPTI berada di bawah naungan World Flying Disc Federation (WFDF), Tug of War Indonesia terafiliasi dengan Tug of War International Federation (TWIF), dan Camel Racing telah diakui oleh federasi balap unta dunia.
“Piring terbang, tarik tambang, dan balap unta semuanya sudah memiliki afiliasi resmi dengan federasi internasional masing-masing dan mendapat pengakuan IOC. Hal ini menjadi dasar kuat bagi NOC Indonesia untuk melegalkan organisasi federasi nasional mereka sebagai anggota tetap,” lanjutnya.
Tak hanya itu, organisasi tinju Perbati juga sudah mendapat pengakuan dari World Boxing, sedangkan IPL telah resmi diterima sebagai anggota International Table Tennis Federation (ITTF).
Dalam proses menuju pengesahan resmi di RALB, NOC Indonesia telah mengundang perwakilan dari kelima cabor tersebut untuk menjalani tahapan konsolidasi serta evaluasi administratif dan teknis.
Penilaian ini meliputi kesiapan organisasi secara struktural, legalitas hukum, serta kesiapan atlet dan pelatih yang akan diturunkan dalam multievent mendatang.
“Kami ingin memastikan bahwa seluruh atlet yang bertanding di ajang internasional membawa nama Indonesia dengan dasar organisasi yang tertib, sah, dan siap bertanding. Itu bagian dari standar internasional yang harus kita jaga,” imbuh Jadi.
RALB ini juga menjadi simbol semangat inklusivitas dalam pembinaan olahraga nasional, seiring dengan transformasi dan perluasan cakupan cabang olahraga di Indonesia.
NOC Indonesia berharap pembinaan yang dilakukan oleh federasi baru dapat berlangsung secara jangka panjang, berkelanjutan, dan sesuai dengan sistem olahraga berstandar internasional.
Sebagai catatan, hingga akhir tahun 2025, Indonesia akan berpartisipasi dalam tiga multievent olahraga besar.
Dimulai dengan Asian Youth Games (AYG) di Manama, Bahrain, yang akan digelar pada 22–31 Oktober 2025. Selanjutnya, Islamic Solidarity Games (ISG) akan berlangsung di Riyadh, Arab Saudi, pada 7–21 November.
Terakhir, kontingen Merah Putih akan berlaga di SEA Games Thailand pada 7–19 Desember 2025.
Dengan meningkatnya jumlah cabang olahraga dan variasi disiplin yang dilombakan di tingkat internasional, NOC Indonesia menegaskan pentingnya penguatan kelembagaan federasi olahraga di tingkat nasional agar dapat menjawab tantangan global dan menjaga reputasi Indonesia di dunia olahraga.


