TERMINALNEWS.ID, JAKARTA – Anugerah Jurnalistik Muhammad Hoesni Thamrin (MHT Awards) ke-52 tahun 2026 tidak hanya menawarkan total hadiah terbesar dalam sejarah penyelenggaraannya, tetapi juga mengusung misi yang lebih besar: mendokumentasikan perjalanan Jakarta menuju usia lima abad.
Ketua PWI Jaya, Kesit Budi Handoyo, menegaskan bahwa MHT Awards 2026 bukan sekadar ajang perlombaan jurnalistik. Menurutnya, karya-karya yang lahir dari kompetisi ini diharapkan menjadi bagian dari rekam jejak sejarah ibu kota yang tengah bersiap menyambut peringatan 500 tahun Jakarta pada 2027.
“Anugerah Jurnalistik M.H. Thamrin bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga bentuk penghargaan terhadap dedikasi para jurnalis yang terus menghasilkan informasi akurat, berimbang, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Kesit.
Tahun ini, total hadiah yang diperebutkan mencapai Rp255 juta. Jumlah tersebut terdiri atas Rp150 juta untuk tujuh kategori utama, Rp30 juta untuk kategori khusus Menyongsong 5 Abad Jakarta, serta Rp75 juta untuk kategori Literasi Bank Jakarta.
Pendaftaran untuk tujuh kategori utama telah ditutup pada 1 Juni 2026. Namun, kesempatan masih terbuka bagi jurnalis yang ingin mengikuti dua kategori khusus, yakni Menyongsong 5 Abad Jakarta dan Literasi Bank Jakarta, yang akan ditutup pada 31 Juli 2026.
Seluruh pemenang dijadwalkan menerima penghargaan pada Agustus 2026 di Balai Kota DKI Jakarta.
Menjaga Kualitas Informasi di Era Post-Truth
Penyelenggaraan MHT Awards 2026 mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) serta Bank Jakarta.
Kepala Bidang Komunikasi Publik Diskominfotik DKI Jakarta, M. Shendy Adam, menilai peran jurnalisme profesional semakin krusial di tengah derasnya arus informasi digital dan fenomena post-truth yang kerap membuat fakta bercampur dengan opini.

Menurut Shendy, karya jurnalistik yang lahir melalui proses verifikasi, konfirmasi, dan kepatuhan terhadap kode etik masih menjadi sumber informasi paling kredibel bagi masyarakat.
“Di tengah era post-truth seperti sekarang, keberadaan karya jurnalistik ibarat oase yang tidak bisa digantikan oleh informasi instan yang beredar di berbagai platform,” katanya.
Ia menilai penghargaan seperti MHT Awards memiliki peran strategis untuk mendorong lahirnya karya-karya berkualitas sekaligus memperkuat fungsi pers sebagai pilar demokrasi.
Mengangkat Sejarah dan Masa Depan Jakarta
Mengusung tema “Jurnalisme untuk Jakarta: Merawat Sejarah, Mengawal Masa Depan”, MHT Awards 2026 dirancang sejalan dengan momentum menuju lima abad Jakarta.
Panitia membuka tujuh kategori utama, yakni Tajuk Rencana, Produk Jurnalistik Teks, Foto, TV Terestrial, TV Streaming, Infografis, dan Radio.
Selain itu, terdapat dua kategori khusus. Kategori Menyongsong 5 Abad Jakarta berfokus pada sejarah, identitas, dan transformasi kota, sementara kategori Literasi Bank Jakarta mengangkat isu literasi keuangan, digitalisasi perbankan, serta penguatan UMKM.
Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta, Arie Rinaldi, berharap kategori literasi keuangan mampu melahirkan karya jurnalistik yang tidak hanya informatif, tetapi juga memberikan dampak edukatif bagi masyarakat.
“Melalui karya jurnalistik yang akurat dan berimbang, semangat edukasi yang diusung dalam kategori ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai literasi keuangan,” ujar Arie.
Jurnalisme sebagai Dokumentasi Perjalanan Kota
Bagi Kesit, penyelenggaraan MHT Awards tahun ini memiliki nilai yang lebih istimewa karena berlangsung menjelang perayaan lima abad Jakarta. Karena itu, ia berharap para peserta mampu menghasilkan karya yang tidak hanya kuat secara jurnalistik, tetapi juga bernilai historis.
“Jakarta memiliki perjalanan panjang yang penuh dinamika. Kami ingin karya-karya yang lahir dari ajang ini menjadi bagian dari catatan sejarah sekaligus refleksi atas transformasi Jakarta menuju kota global yang tetap berpijak pada identitas dan kepentingan warganya,” tuturnya.
Melalui MHT Awards 2026, PWI Jaya ingin menegaskan bahwa di tengah banjir informasi yang serba cepat, jurnalisme yang akurat, berimbang, dan berintegritas tetap menjadi kebutuhan utama publik. Lebih dari sekadar penghargaan, ajang ini diharapkan menjadi ruang apresiasi sekaligus pemantik lahirnya karya-karya yang mampu merekam perjalanan Jakarta dan mengawal masa depannya.


