JAKARTA,TERMINALNEWS.ID – Ribuan langkah berderap di kawasan Monas, Jakarta, Minggu (24/8), saat Merdeka Run 2025 digelar meriah sebagai bagian dari rangkaian HUT ke-80 Republik Indonesia. Bukan sekadar ajang olahraga, perhelatan ini juga menjadi ruang perjumpaan lintas komunitas, dari pelajar hingga pegiat kreatif.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar yang turut berlari bersama peserta menegaskan, Merdeka Run adalah simbol energi kolektif yang juga dibutuhkan sektor ekonomi kreatif.
“Lari menuntut disiplin dan konsistensi. Demikian juga ekraf, tumbuh dari inovasi dan kolaborasi yang kita bangun bersama. Energi positif inilah yang akan membawa Indonesia semakin kuat di kancah global,” ujar Irene.
Dua Kategori, Satu Semangat
Acara ini menghadirkan dua kategori lari: 8 km untuk peserta umum dan 4,5 km untuk kategori keluarga. Sejak pagi, kawasan Monas dipenuhi ribuan peserta dengan seragam khusus Merdeka Run. Suasana kian meriah dengan penampilan musik dan visual atraktif di panggung utama.
Lebih dari sekadar olahraga, ajang ini juga menghadirkan nilai kebersamaan. Generasi muda, orang tua, komunitas olahraga, hingga pelaku ekonomi kreatif tumpah ruah dalam satu ruang publik yang inklusif.
Olahraga + Kreativitas = Energi Nasional
“Sinergi antara olahraga dan kreativitas memperlihatkan bahwa semangat kemerdekaan bisa lahir di mana saja. Baik di lintasan lari maupun di ruang-ruang kreatif, semuanya berangkat dari energi kolektif masyarakat,” lanjut Irene.
Kemenparekraf memandang Merdeka Run 2025 sebagai momentum untuk menguatkan nasionalisme sekaligus mendorong tumbuhnya ekosistem ekonomi kreatif berbasis partisipasi publik.
Menuju Generasi Emas 2045
Dengan tema sportivitas, kebersamaan, dan kreativitas, Merdeka Run diyakini menjadi langkah kecil menuju tujuan besar: Generasi Emas 2045. Melalui disiplin, inovasi, dan kerja keras, Indonesia diharapkan mampu memperkuat posisinya sebagai pusat kreativitas global.| Foto : Istimewa


