JAKARTA,TERMINALNEWS.ID — Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan bahwa transformasi digital sejati tidak hanya berbicara soal perangkat, jaringan, atau teknologi baru, melainkan tentang manusia dan pemerataan kesempatan di seluruh Indonesia.
“Transformasi digital bukan urusan teknologi saja, tapi tentang manusianya — tentang kesempatan yang lebih adil bagi semua, dari kota sampai pelosok,” ujar Meutya dalam sambutannya di Forum Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) x Indonesia Fintech Summit and Expo (IFSE) 2025 di Jakarta Convention Center, Kamis (30/10).
Tiga Jurus Transformasi Digital
Dalam arah kebijakan digital nasional, pemerintah menyiapkan tiga jurus utama:
1.Membangun ekosistem digital yang inklusif dan aman.
2.Mempercepat inovasi serta efisiensi lintas sektor.
3.Mencetak talenta digital unggul yang siap menghadapi disrupsi teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI).
Baca Juga : Kementerian UMKM Perluas Akses Pembiayaan Wirausaha di Makassar Lewat EHF 2025 Makassar - Kementerian Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) berkomitmen memberikan bantuan perluasan akses pembiayaan dan pendampingan usaha bagi 100 UMKM asal Makassar, Sulawesi Selatan. Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM Siti Azizah mengungkapkan pihaknya berkolaborasi dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Pusat Investasi Pemerintah (PIP) menggelar acara Entrepreneur Hub Finance (EHF) Sulawesi Selatan 2025 sebagai wujud pendampingan UMKM di Makassar “Entrepreneur Hub Finance ini adalah ruang kolaborasi nyata bagi UMKM. Melalui sinergi lintas sektor, kita tidak hanya membuka akses modal, tetapi juga memberikan literasi, pendampingan, hingga coaching bisnis," ujar Azizah di Rumah UMKM BSI Makassar pada Kamis (28/8). Menurut Azizah, banyak UMKM menghadapi tantangan keterbatasan akses permodalan serta kurang literasi keuangan. Oleh karena itu, EHF 2025 hadir sebagai ruang temu, sekaligus wadah pendampingan komprehensif antara UMKM, wirausaha, dan lembaga pembiayaan. Sebanyak 100 UMKM dan wirausaha terkurasi asal Makassar mendapat fasilitasi langsung untuk memperoleh akses pembiayaan, pendampingan usaha, dan literasi keuangan berbasis syariah dari Kementerian UMKM. Dalam EHF 2025, para peserta UMKM mendapatkan literasi keuangan dari perbankan, lembaga non-bank, Pusat Investasi Pemerintah (PIP), akademisi, dan praktisi wirausaha. Literasi yang diberikan berfokus pada solusi inovatif pembiayaan, pengelolaan modal usaha, serta peluang alternatif pembiayaan di luar jalur perbankan. Mereka kemudian diberi coaching clinic dengan konsep one-on-one meeting bersama sejumlah pendamping terkait layanan pembiayaan, pemasaran, perizinan, branding, dan manajemen usaha. Forum EHF 2025 diharapkan mampu mendorong para UMKM memperoleh akses pembiayaan inklusif, memperkuat kapasitas usaha, memperluas jaringan pemasaran, meningkatkan daya saing, serta mengakselerasi transformasi bisnis berbasis digitalisasi. Hal tersebut sejalan dengan target pemerintah meningkatkan rasio kewirausahaan nasional menjadi 3,10% pada 2025, 3,6% pada 2029, hingga 8% pada 2045, sebagaimana tertuang dalam UU Nomor 59 Tahun 2024 dan Perpres Nomor 12 Tahun 2025. "Semua itu adalah bekal penting agar UMKM benar-benar tumbuh berkelanjutan, naik kelas, dan mampu bersaing di pasar nasional maupun global,” tegas Azizah. Bantuan pendampingan terhadap para UMKM asal Makassar tak hanya datang dari Kementerian UMKM. Sejumlah stakeholder strategis pun mempertegas komitmen mereka untuk menjadi mitra utama UMKM. Kabid Pemberdayaan Dinas KUKM Provinsi Sulawesi Selatan, Ibu Indriastuti Assegaf, SH., MH menekankan sinergi lintas pihak dalam EHF 2025 menjadi langkah nyata dalam membangun ekosistem kewirausahaan di Sulawesi Selatan. “Kami ingin memastikan UMKM tidak hanya mendapatkan modal, tetapi juga keterampilan manajerial, pengetahuan, dan jejaring usaha yang lebih luas. Dengan kolaborasi ini, kami optimistis UMKM Sulsel bisa naik kelas dan menembus pasar nasional hingga global,” ujarnya. Regional CEO BSI Region X Makassar, Sukma Dwie Priardi, menyatakan pihaknya siap membantu UMKM di kawasan timur Indonesia untuk menjadi penggerak utama ekonomi nasional. "Kami hadir bukan hanya sebagai penyedia pembiayaan syariah, tetapi juga sebagai mitra strategis yang memberikan pendampingan, literasi, dan solusi keuangan inklusif. Sulawesi Selatan memiliki potensi besar dan BSI siap mendukung UMKM di sini agar tumbuh lebih tangguh dan kompetitif,” kata Sukma. Pendampingan bagi UMKM Makassar juga mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Pemerintah Kota Makassar, Pemerintah Kabupaten Maros, Grab Indonesia, PaDi UMKM, perguruan tinggi, asosiasi, serta komunitas wirausaha.
Meutya menegaskan bahwa pembangunan digital tidak cukup hanya dengan membangun infrastruktur fisik seperti BTS, jaringan fiber optik, atau satelit, tetapi juga pembangunan kapasitas manusia.
“Manusia juga bagian dari infrastruktur digital. Mereka harus disiapkan,” ujarnya.
Cetak Talenta Digital, Bangun Inovasi
Melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), pemerintah telah menjalankan sejumlah program strategis, di antaranya:
Digital Talent Scholarship dan AI Talent Factory untuk pengembangan SDM digital,
Garuda Spark Innovation Hub dan HUB.ID Connection Hub yang menjembatani startup dan industri, menciptakan ekosistem inovasi nasional.
Langkah ini diharapkan memperkuat rantai nilai digital Indonesia — dari pendidikan, riset, hingga komersialisasi inovasi teknologi.
Satelit Nasional Perkuat Konektivitas
Di sisi infrastruktur konektivitas, program Satelit Republik Indonesia (SATRIA) I kini telah menyediakan akses internet di 27.865 titik layanan publik.
Peluncuran Satelit Nusantara V juga menambah kapasitas broadband nasional menjadi 370 Gbps, tertinggi di ASEAN.
“Di Indonesia Timur, termasuk Papua, sudah ada 1.631 titik layanan publik. Koneksinya jauh lebih baik dari sebelumnya,” jelas Meutya.
Ia menegaskan, pembangunan serupa juga terus berjalan di wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal).
229 Juta Pengguna Internet, Ekonomi Digital Tumbuh Pesat
Dengan meningkatnya konektivitas dan kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta, Indonesia kini memiliki 229,4 juta pengguna internet, atau 80,6 persen dari populasi — menjadikannya pasar digital terbesar di ASEAN.
Fenomena digitalisasi kini menjangkau hingga sektor mikro.
“Gerobak-gerobak kecil sekarang sudah pakai QRIS. Itu menunjukkan betapa ekosistem digital sudah menjadi bagian dari ekonomi rakyat,” kata Meutya.
Sinergi Jadi Kunci
Menkomdigi menekankan bahwa sinergi dan inovasi merupakan dua kata kunci utama dalam mempercepat transformasi ekonomi dan keuangan digital.
“Kemajuan hanya bisa dicapai jika pemerintah, regulator, industri, akademisi, dan pelaku inovasi melangkah bersama,” tegasnya.
Visi Indonesia Digital 2045
Pemerintah menargetkan Indonesia menjadi pusat ekonomi digital ASEAN menjelang tahun 2045, dengan fokus pada pemerataan konektivitas, talenta unggul, dan inovasi berkelanjutan.
Pernyataan Meutya Hafid menegaskan satu hal penting: bahwa transformasi digital bukan hanya tentang jaringan yang cepat, melainkan tentang manusia yang siap tumbuh bersama teknologi.|Foto : Istimewa