TERMINALNEWS.ID, JAKARTA — Timnas Indonesia mengawali kiprahnya di FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kemenangan 2-0 atas Singapura pada laga Grup A. Namun, kemenangan tersebut belum sepenuhnya menjawab persoalan kebugaran skuad Garuda.
Indonesia tampil efektif pada babak pertama dan mampu mencetak dua gol. Pelatih juga menurunkan sejumlah pemain naturalisasi sejak menit awal untuk memburu hasil maksimal.
Masalah kemudian terlihat setelah memasuki babak kedua. Intensitas permainan Indonesia menurun dan serangan yang sebelumnya agresif menjadi lebih mudah dipatahkan. Sejumlah pemain juga tampak kesulitan menjaga stamina hingga pertandingan berakhir.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Ketua Asosiasi Pelatih Sepak Bola Seluruh Indonesia (APSSI) sekaligus Owner SSB Imran Soccer Academy (ISA), Zuchli Imran Putra. Ia menilai kondisi fisik pemain masih dapat dipahami karena sebagian pemain inti baru tiba dari Eropa dan belum memiliki waktu pemulihan yang ideal.
“Para pemain inti yang diturunkan tidak punya waktu cukup untuk recovery. Mereka baru menempuh perjalanan jauh dari Eropa, langsung tanding. Wajar kalau staminanya cepat habis,” ujar Zuchli Imran dalam dialog bersama RAY Soccer TV dan Bung Yes, seperti dikutip dari kanal YouTube RAY Soccer TV, Sabtu (26/9).
Menurutnya, persoalan kebugaran tersebut tidak boleh kembali terjadi saat Indonesia menghadapi Malaysia pada pertandingan kedua Grup A.
Malaysia saat ini berada di posisi teratas Grup A. Duel kedua tim pun diperkirakan memiliki tingkat kesulitan lebih tinggi dibandingkan pertandingan melawan Singapura.
Indonesia dituntut mampu menjaga intensitas permainan hingga menit-menit akhir. Jika persoalan stamina kembali muncul setelah menit ke-60, situasi pertandingan bisa menjadi jauh lebih sulit.
Meski demikian, Zuchli tetap melihat peluang Indonesia dengan optimistis. Menurut dia, jeda istirahat yang lebih panjang seharusnya dapat membantu pemain mengembalikan kondisi fisiknya.
“Lawan Malaysia tidak boleh loyo lagi. Kalau kondisi bugar, saya optimistis Indonesia bisa kalahkan Malaysia di laga kedua ini,” tegasnya.
Karena itu, duel Indonesia kontra Malaysia layak disebut sebagai final kepagian di Grup A. Hasil pertandingan tersebut akan menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan posisi kedua tim dalam persaingan menuju fase berikutnya.
Bagi Indonesia, kemenangan akan menjaga momentum setelah menundukkan Singapura. Sebaliknya, hasil yang kurang maksimal akan membuat persaingan di Grup A semakin ketat dan menuntut Garuda bekerja lebih keras pada pertandingan berikutnya.
Tommy R. Arief

