JAKARTA, TERMINALNEWS.ID — Ratusan pelajar dari sekitar 50 Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri dan swasta di Jakarta berkompetisi dalam ajang “Maxim Independence Day Quiz 2025” yang digelar untuk pertama kalinya di Ibu Kota.
Kompetisi ini bertujuan menumbuhkan semangat kemerdekaan, memperkuat wawasan sejarah, dan memupuk rasa cinta tanah air di kalangan generasi muda.
Acara berlangsung di Ruang Serbaguna Kantor Pusat Maxim Indonesia, bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta.
Kehadiran sejumlah pejabat, seperti Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana dan Kepala Subdit Kamsel Ditlantas Polda Metro Jaya AKP Supriatno, menandai dukungan penuh dari pemerintah dan kepolisian terhadap kegiatan edukatif ini.
Para peserta harus menjawab 50 pertanyaan seputar sejarah kemerdekaan dan warisan budaya Indonesia.
Dari hasil babak penyisihan, 20 tim dengan nilai tertinggi akan melaju ke putaran final untuk memperebutkan gelar juara.
Selain sertifikat penghargaan, pemenang berhak atas hadiah saldo perjalanan Maxim senilai total belasan juta rupiah.
Development Director Maxim Indonesia, Dirhamsyah, menegaskan bahwa ajang ini merupakan wujud kontribusi perusahaan dalam mendukung kemajuan pendidikan.
“Melalui kuis ini, kami ingin mengasah pengetahuan pelajar mengenai kekayaan sejarah dan budaya negeri. Pendidikan adalah kunci masa depan bangsa, dan kami ingin turut ambil bagian dalam mencetak generasi yang cerdas dan berkarakter,” ujarnya.

Dirhamsyah menjelaskan, kompetisi ini merupakan kali pertama Maxim berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan DKI Jakarta.
Ke depan, pihaknya berharap kegiatan serupa tidak hanya digelar dalam rangka Hari Kemerdekaan, tetapi juga di momen lain seperti Hari Pendidikan Nasional.
“Mungkin nanti formatnya bisa dikembangkan menjadi cerdas cermat untuk SMA, atau kegiatan edukasi lain yang relevan,” tambahnya.
Nahdiana mengapresiasi inisiatif Maxim. Menurutnya, kompetisi ini bukan hanya menguji pengetahuan sejarah, tetapi juga menjadi sarana penanaman nilai nasionalisme secara kreatif dan menyenangkan.
“Inisiatif seperti ini sejalan dengan misi Dinas Pendidikan untuk membentuk generasi muda yang berpengetahuan luas, cinta tanah air, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,” kata Nahdiana.
Dukungan juga datang dari Polda Metro Jaya. AKP Supriatno menyebut, kegiatan ini bernilai strategis karena menggabungkan unsur pendidikan, kebudayaan, dan pembinaan karakter.
“Kami sangat mendukung kegiatan edukatif seperti ini, terutama yang menyasar pelajar. Ini adalah investasi untuk masa depan bangsa,” ujarnya.
Partisipasi dalam ajang ini melalui seleksi internal di masing-masing sekolah. Setiap sekolah mengirimkan dua tim yang kemudian bersaing di babak penyisihan. Dengan sekitar 40–50 sekolah yang terlibat, jumlah peserta mencapai ratusan siswa.
Kepala Seksi Kelembagaan dan Sumber Belajar Bidang SMP Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Joko Arwanto, menilai kompetisi ini mampu menguatkan karakter siswa.
“Harapannya, anak-anak menjadi sportif, berani berjuang, dan mampu menghadapi tantangan. Kompetisi ini bisa menjadi bekal bagi mereka untuk menjadi manusia berkualitas yang siap membangun daerahnya,” ujarnya.
Menurut Joko, kegiatan seperti ini juga menjadi ajang bagi siswa untuk mengekspresikan pengetahuan yang tidak selalu diperoleh di bangku sekolah. Ia berharap program ini dapat berlanjut dan berkembang menjadi agenda tahunan yang memberi manfaat lebih luas bagi dunia pendidikan di Jakarta.
Selain mengasah wawasan sejarah, Maxim Independence Day Quiz 2025 juga menjadi media mempererat persahabatan antar pelajar dari berbagai sekolah.
Dengan konsep yang kompetitif namun menyenangkan, acara ini diharapkan menjadi inspirasi bagi perusahaan lain untuk turut berkontribusi pada dunia pendidikan.
Maxim, yang selama ini dikenal sebagai perusahaan layanan transportasi daring, belakangan mulai memperluas kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) ke bidang pendidikan.
Dirhamsyah mengungkapkan bahwa sebelumnya program CSR Maxim lebih banyak berfokus pada pelestarian alam dan restorasi lingkungan. Tahun ini, pendidikan menjadi salah satu fokus utama.
“Kami ingin memberikan dampak positif yang berkelanjutan. Pendidikan adalah investasi jangka panjang yang hasilnya akan dirasakan oleh generasi mendatang,” ujarnya.
Dengan dukungan dari pemerintah, kepolisian, sekolah, dan masyarakat, ajang ini diharapkan dapat terus tumbuh menjadi wadah pengembangan wawasan sejarah sekaligus pembentukan karakter pelajar di Jakarta.


