CIPANAS, TERMINALNEWS – Dunia tanaman hias di Indonesia tak bisa dilepaskan dari sosok Mas Edi. Pria asal Kota Malang, Jawa Timur, yang akrab disapa demikian ini dikenal luas di kalangan pecinta hingga pelaku usaha tanaman hias.
Saat berkunjung ke Cipanas, Cianjur, Jawa Barat, baru-baru ini, Mas Edi langsung disambangi sejumlah rekan sesama pegiat tanaman hias dari Cipanas maupun Bogor. Di Green House Esha Plant milik Susanty Sandjaya yang berkolaborasi dengan Asep Farhan, Mas Edi tampak ramah menyapa rekan-rekannya melalui video call.
Di tempat tersebut, ia menjelaskan sejumlah koleksi tanaman hias yang dititipkan, mulai dari jenis Tanduk Rusa, Philodendron (Philow), hingga berbagai varian Kuping Gajah. Salah satu jenis Kuping Gajah bahkan pernah laku terjual dengan harga fantastis, mencapai Rp60 juta. Kini, sekitar 500 tanaman milik Mas Edi terawat di Green House Esha Plant.
Bagi yang belum familiar, Tanduk Rusa adalah tanaman epifit, yakni tanaman yang menempel pada benda atau pohon lain tanpa merugikan inangnya. Tanaman ini justru menyukai tempat teduh, jauh dari paparan sinar matahari langsung.
Perjalanan Mas Edi di dunia tanaman hias terbilang unik. Ia mengawali karier sebagai petani sayuran, lalu beralih menanam monstera—tanaman berdaun khas dengan lubang alami. Dari situ, ia kemudian merambah ke Tanduk Rusa yang justru menjadi sumber utama pundi-pundi penghasilannya. Omzetnya bahkan pernah menembus angka Rp1,3 miliar dalam sebulan.
“Pembeli saya bukan hanya dari berbagai kota di Indonesia, tapi juga dari Malaysia, Brunei, Tiongkok, bahkan sampai Spanyol,” ungkap Mas Edi, yang kini mengelola 12 green house di Kota Malang.
Bagi para pecinta tanaman hias di Jawa Barat, Green House Esha Plant bisa menjadi destinasi alternatif untuk menambah koleksi. Lokasi lengkapnya dapat dengan mudah ditemukan melalui Google Maps.


