OLEH: Nabil M. Salim
Kita di-compile dari bisik ombak di pantai
Di-render di bawah bayang gunung yang tidak pernah crash
Di-charge oleh mata air yang tidak butuh kabel
Di-backup oleh hutan di hulu sungai…
Oh Maluku Utara
Namamu bukan sekadar string
Kau adalah algoritma yang ditulis tanah dan laut
Kekayaanmu bukan hanya data yang ditambang
Tapi ada juga yang corrupt: tanah adat, dan persaudaraan yang di-delete paksa
Jangan query: “SELECT tonase FROM tambang”
Tapi query lah: “SELECT senyum FROM rumah WHERE pulang = true”
Karena rumah bukan server untuk mengekstrak dan mengirim pergi
Rumah adalah firewall. Tempat kita saling menjaga port-nya
Dengar. Hai dengar.
Ini tanah kita. Root access-nya ada di leluhur
Ini laut kita. Bandwidth-nya mengalirkan cerita
Ini Maluku Utara. RUMAH KITA. Source code terbuka
Kami tidak request donasi
Kami hanya request respect
Jangan ambil resource-nya lalu force close rakyatnya
Jangan jual asset-nya lalu bikin anak-anaknya error 404 masa depan
Rumah ini kita build dengan kerinigat dan darah
Dengan patch sejarah dari prajurit kedaerahan
Di-maintain oleh cinta, di-update oleh damai
Jadi siapapun kau yang login
Hormati admin-nya
Di setiap pantai, ombak masih ping namaku
Di setiap tanah, akar masih memeluk jiwaku
Maluku Utara. Rumah kita. Tidak bisa di-mirror
Mari jaga bersama. Commit bersama.
Jangan biarkan rumah ini hanya jadi tempat mereka mining permata
Sementara kita stuck di loading screen air mata
Salam Anak Negeri Moloku Kieraha

