OLEH: NABIL M. SALIM
TARIAN KATREJI Bacan & Makayoa, Warisan Portugis yang Bertahan dari 5 Penjajah, Tampil di Pesta Budaya Makayoa di Hotel Sahid Jaya Jakarta
JAKARTA, TERMINAL NEWS – Gugus Pulau Makayoa (Makian, Kayoa, Kasiruta, Bacan) yang berada di Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, akan menggelar Pesta Kuliner dan Budaya Makayoa pada Sabtu, 8 November 2026 di Hotel Sahid Jaya Jakarta.
Acara ini akan menampilkan Tarian Katreji Bacan & Makayoa, tarian pergaulan peninggalan Portugis yang dulu hanya dimainkan petinggi penjajah dan keluarga bangsawan Kesultanan Bacan, kini menjadi kebanggaan masyarakat Makayoa.
Kegiatan ini dirangkaikan dengan Pelantikan Ketua Umum Makayoa Bersatu dan Fun Run bersama Sandiaga Uno, hasil kerja bareng Komunitas Makayoa Bersatu Jakarta dan Pemda Halmahera Selatan.
Tarian Katreji sendiri berasal dari kata Portugis-Belanda Quadrille. Menurut penuturan Ibu Ida, orang asli Makayoa kepada Terminal News, tarian ini adalah akulturasi budaya Eropa dan Maluku yang diwariskan turun-temurun. Musik pengiringnya biola, tifa, dan ukulele dengan aba-aba yang masih menggunakan bahasa Portugis dan Belanda.
Gugus Pulau Makayoa sendiri memiliki sejarah panjang, pernah di bawah kekuasaan Portugis, Spanyol, Belanda, Jepang, dan sempat menjadi basis militer Amerika Serikat di Morotai saat Perang Dunia II. Meski begitu, Katreji tetap lestari hingga kini.
*NABIL M. SALIM adalah Dewas MAKAYOA BERSATU

Editor: Tommy R. Arief

