BerandaDaerahKisah Mak Caiyem, Pemulung...

Kisah Mak Caiyem, Pemulung Lansia di Bekasi: Sakit Bertahun-Tahun, Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan Ulurkan Tangan

BEKASI – Di balik tubuh renta yang tetap berjuang mencari nafkah, Mak Caiyem Binti Karta (70) menyimpan cerita tentang sakit yang ia tahan selama bertahun-tahun.

Perempuan lanjut usia yang sehari-hari bekerja sebagai pemulung ini diketahui menderita sakit lambung akut.

Tak hanya itu, ia juga mengalami gangguan jantung yang kerap membuat kondisinya melemah. Meski demikian, Mak Caiyem tetap bertahan menjalani hidup dengan segala keterbatasan.

Mak Caiyem merupakan warga asal Kampung Gebang Malang, Desa Sirnajaya, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi.

Kini ia tinggal di sebuah kontrakan rumah petak sederhana di kawasan Kalimanggis, Jatikarya, Jatisampurna, Kota Bekasi, bersama keluarga pemulung lain dari berbagai daerah.

Baca Juga :   Perundungan di Sekolah Kembali Makan Korban Jiwa, Sofyan Tan Tegaskan Peringatan Serius Bagi Dunia Pendidikan
pul 19
Kisah Mak Caiyem, Pemulung Lansia di Bekasi: Sakit Bertahun-Tahun, Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan Ulurkan Tangan – Mak Caiyem Binti Karta (70) keluarga pemulung saat hendak dibawa berobat oleh Ketum Yayasan Humaniora, Eddie Karsito

Kondisi kesehatannya yang kian mengkhawatirkan akhirnya mendapat perhatian. Pada Rabu (4/3/2026), pengurus Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan turun tangan membawa Mak Caiyem berobat ke klinik.

Langkah tersebut bukan sekadar tindakan medis biasa. Bagi yayasan, ini adalah bentuk nyata kepedulian terhadap sesama, tanpa melihat latar belakang sosial maupun kemampuan ekonomi.

“Setiap manusia berhak mendapatkan perawatan yang layak. Sakit bukan hanya soal fisik, tetapi juga soal bagaimana kita menjaga martabat kemanusiaan,” ungkap Eddie Karsito, Ketua Umum Yayasan Humaniora.

Kisah Mak Caiyem diakui Eddie Karsito menjadi pengingat bahwa kesehatan adalah nikmat yang kerap terlupakan.

“Tubuh yang sehat bukan hanya anugerah, melainkan juga amanah yang harus dijaga. Di sisi lain, ketika sakit datang, kepedulian dan solidaritas sosial menjadi kekuatan yang mampu menyelamatkan harapan,” tutur Eddie Karsito.

Baca Juga :   Demi Layanan Warga, DPRD Desak RSUD Nias Selatan Gandeng BPJS Kesehatan

Apa yang dilakukan Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan hari ini menjadi bukti bahwa kemanusiaan masih hidup—bahwa di tengah kerasnya kehidupan, masih ada tangan-tangan yang terulur untuk membantu mereka yang paling membutuhkan.

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Kemenkop Perkuat Sinergi Kadiskop Selindo Untuk Operasionalisasi KDKMP

TERMINALNEWS.ID, JAKARTA – Kementerian Koperasi (Kemenkop) menggelar Rapat koordinasi nasional (Rakornas)...

Pemkot Jakarta Timur Kembalikan Fungsi Trotoar Lewat Operasi Penertiban Serentak

TERMINALNEWS.ID, JAKARTA – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur kembali menggelar Operasi...

PT Astra Internasional Serahkan Gedung Sekretariat Muslimat NU DKI Jakarta ke Pemkot Jaktim

TERMINALNEWS.ID, JAKARTA – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur menandatangani Berita Acara...

Final Coppa Italia 2026 Live di ANTV: Lazio vs Inter Tayang Kamis Dini Hari

TERMINALNEWS.ID, JAKARTA - Pertandingan puncak ajang Coppa Italia 2025/2026 siap memanaskan...

- A word from our sponsors -

spot_img