JAKARTA TERMINALNEWS.ID,, – Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop), Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), serta Badan Gizi Nasional (BGN) berkolaborasi menggelar Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai upaya meningkatkan gizi anak-anak Indonesia sekaligus memperkuat ekonomi desa. Program ini merupakan inisiatif utama pemerintahan Prabowo-Gibran.
Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi mengungkapkan bahwa koperasi akan memainkan peran penting, khususnya dalam penyediaan susu. “Koperasi susu Indonesia memiliki potensi besar. Kami akan mendukung mereka dengan investasi alat pengolahan susu yang lebih canggih, seperti teknologi UHT,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa koperasi yang tersebar di daerah seperti Lembang, Subang, Garut, hingga Boyolali siap mendukung program ini. Melalui LPDB-KUMKM, pemerintah juga menyiapkan dana bergulir untuk membantu permodalan koperasi.
Wakil Menteri Desa Ahmad Riza Patria turut menyampaikan dukungan, dengan memastikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) berkolaborasi dalam distribusi bahan pokok untuk program ini. “Kami akan melibatkan 20.367 BUMDes, terutama di sektor pangan,” katanya.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyebut program ini akan membentuk 30 ribu satuan pelayanan gizi di seluruh Indonesia yang sebagian besar berbasis di Jawa. “Sekitar 85 persen dana program akan dialokasikan untuk membeli bahan baku lokal dari petani, melalui koperasi dan BUMDes,” jelas Dadan.
Program ini telah dilaksanakan di Warungkiara, Sukabumi sebagai proyek percontohan selama 10 bulan dan berhasil menyerap banyak tenaga kerja lokal, menunjukkan kontribusi nyata bagi masyarakat desa.


