MADRID, TERMINALNEWS.ID – Pemain sepak bola asal Portugal, Diogo Jota (28 tahun), dan kakaknya, Andre Silva, tewas dalam kecelakaan mobil tragis di Zamora, Spanyol, pada Kamis dini hari waktu setempat.
Mobil Lamborghini yang mereka tumpangi mengalami pecah ban saat mencoba menyalip kendaraan lain, menyebabkan keduanya meninggal di tempat kejadian.
Ribuan pelayat berkumpul untuk memberikan penghormatan terakhir dalam upacara pemakaman yang mengharukan di Gereja Katolik Igreja Matriz de Gondomar, Sabtu pagi (waktu setempat).
Sejumlah tokoh besar dunia sepak bola seperti Virgil van Dijk dan Andy Robertson turut hadir, bersama banyak rekan senegara dan mantan rekan setim Jota.
Sehari sebelumnya, Jumat, diadakan misa tertutup yang hanya dihadiri keluarga dekat dan istri Jota, Rute Cardoso, yang baru dinikahinya bulan lalu.
Upacara pemakaman berlangsung dengan khidmat, menurut laporan The Mirror, namun situasi berubah tak lama setelah pemakaman usai.

Pihak berwenang awalnya menutup area pemakaman demi memberikan ruang pribadi bagi keluarga dan kerabat untuk melepas kepergian Jota dan Andre. Namun begitu area dibuka kembali untuk umum, sejumlah orang yang disebut “tidak menghormati” situasi malah datang untuk berswafoto (selfie) di dekat makam dua bersaudara tersebut.
Aksi ini menuai kecaman karena dianggap tidak pantas, terlebih setelah momen pemakaman yang penuh kesedihan. Polisi sempat turun tangan untuk membubarkan kerumunan yang berkumpul di sekitar makam.
Selama misa pemakaman, hanya keluarga dan sahabat terdekat yang diizinkan masuk ke dalam gereja. Namun ribuan penggemar yang memadati jalanan tetap bisa mengikuti prosesi melalui siaran langsung audio. Misa dipimpin langsung oleh Uskup Porto, D. Manuel Linda.
Dalam pesan emosionalnya, Uskup Linda menyampaikan rasa dukanya kepada ketiga anak Jota yang tidak hadir dalam misa. “Melihat orang dewasa menangis saja sudah menyedihkan, apalagi anak kecil. Yang paling menderita adalah ibu kalian dan kakek-nenek kalian. Melihat jenazah satu anak saja menyakitkan, tapi dua? Tak ada kata yang cukup,” ujarnya dengan suara berat.
“Tapi ada perasaan. Kami di sini untuk menunjukkan bahwa kami juga merasakan sakit. Kami bersama kalian secara emosional. Menangis itu manusiawi. Akan jadi bencana jika kita tidak bisa menangis.”
Meski sebagian besar pelayat menunjukkan rasa hormat, insiden usai pemakaman menunjukkan bahwa tak semua mampu menjaga etika di tengah duka mendalam ini.
Cristiano Ronaldo, ikon sepak bola Portugal, tidak hadir secara langsung dalam pemakaman. Namun menurut laporan, ia sengaja tidak datang agar tidak mengalihkan perhatian dari hal yang paling penting: memberikan peristirahatan terakhir yang damai bagi Jota dan Andre Silva.


