SILVERSTONE, TERMINALNEWS.ID – Para penggemar Formula 1 melontarkan kritik tajam kepada Ferrari setelah percakapan radio Lewis Hamilton terungkap selama sesi kualifikasi Grand Prix Inggris di Sirkuit Silverstone, Sabtu (5/7).
Hamilton, bersama Charles Leclerc, Max Verstappen, Lando Norris, dan Oscar Piastri, menjadi favorit untuk merebut pole position menjelang balapan utama yang akan digelar pada Minggu (6/7). Namun, momen menegangkan terjadi saat sesi kualifikasi pertama (Q1) hampir berakhir.
Juara dunia tujuh kali itu nyaris gagal lolos ke Q2 setelah diberitahu bahwa ia tidak bisa mencatatkan waktu tambahan. Alhasil, Hamilton hanya finis di posisi ke-14—dua posisi di atas batas eliminasi.
Dalam percakapan radio yang tersebar luas di media sosial, Hamilton terdengar bertanya kepada timnya:
“Apakah kita berisiko? Bisa saya mencoba lagi atau tidak?”

Namun sang insinyur balap, Riccardo Adami, menjawab:
“Negatif. Masuk pit.”
Hamilton yang terdengar bingung lalu membalas:
“Masih ada waktu. Kenapa? Kenapa saya harus?”
Adami pun menjelaskan:
“Tidak ada bahan bakar.”
Hamilton yang tampak terkejut hanya bisa menjawab singkat:
“Oh. Kenapa kamu— oke…”
Reaksi dari para penggemar F1 di media sosial pun langsung bermunculan. Seorang pengguna X (Twitter) menulis:
“Hamilton HARUS pergi dari Ferrari. Mereka tidak menghormatinya dan pengetahuannya sebagai pembalap. Dia tidak akan menang apa pun jika tetap di sana.”
Komentar lainnya menyebut:
“Saya tidak akan kaget kalau Hamilton memutuskan keluar dari Ferrari akhir musim ini. Keputusan bodoh terus dilakukan. Saya tidak menyalahkannya.”
Penggemar lain menambahkan:
“Saya bersumpah belum pernah melihat tim seamatir ini.”
Ada juga yang menulis:
“APA YANG SEDANG DILAKUKAN FERRARI?”
Dan satu komentar menyindir:
“Dibayar mahal tapi strategi sekelas amatir.”
Kesulitan Ferrari berlanjut ke sesi Q2, dengan performa tim terlihat menurun drastis. Hal ini membuat analis F1 Martin Brundle melontarkan pertanyaan tajam di Sky Sports F1:
“Kemana perginya kecepatan Ferrari yang sebelumnya luar biasa? Dulu tinggal pasang dan tancap gas.”
Namun, Hamilton akhirnya menunjukkan kualitasnya dengan mencatat waktu tercepat di Q2 dan berhasil melaju ke sesi akhir kualifikasi (Q3).

